Jokowi Adu Hidung dengan Tetua Suku Maori, Ini Fakta Lainnya Tentang Salam Adu Hidung Maori

Dalam pertemuan antara Jokowi dengan Tetua Suku Maori tersebut, keduanya saling adu hidung, yang dikenal oleh Suku Maori Selandia Baru dengan sebutan Hongi.

SHARE :

Ditulis Oleh: Shabara Wicaksono

Dalam kunjungan kenegaraan menandai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Selandia Baru, Presiden Jokowi bertemu dengan Gubernur Jenderal Selandia Baru Sir David Gascoigne. Dalam pertemuan tersebut, keduanya melakukan adu hidung, yang dikenal oleh Suku Maori Selandia Baru dengan sebutan Hongi.

Jokowi melakukan salam khas Suku Maori, Hongi atau adu hidung.

Baca juga: Kebiasaan seksual mengerikan Orang Eskimo ini akan membuat orang bergidik ngeri.

Hongi merupakan salam tradisional Suku Maori, suku asli Selandia Baru. Salam ini menandakan kedamaian, kehidupan, dan kesejahteraan antara tamu dan tuan rumah. Tradisi Hongi dilakukan dengan saling menempelkan ujung hidung dengan lembut yang mampu menciptakan koneksi ‘napas kehidupan’ di antara kedua orang.

Seperti dikutip dari laman New Zealand Tourism, Senin (19//3/2018), penyambutan tamu menurut tradisi Suku Maori terdiri dari banyak tahapan. Awalnya tamu akan dihadang oleh seorang satria (tuan rumah) untuk memastikan apakah mereka kawan atau lawan.

Sang satria membawa taiaha atau senjata mirip tombak. Kemudian dirinya menaruh benda penanda berupa dahan kecil, untuk dipungut oleh sang tamu sebagai tanda bahwa dirinya datang dengan damai.

Hongi merupakan adat Maori yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Setelah itu, tetua wanita tuan rumah akan melakukan seruan kepada tamu. Ini isyarat bagi tamu untuk mulai beranjak masuk ke dalam tempat mereka.

Seorang wanita dari tamu akan menyahut seruan tersebut, dan mereka secara bersama-sama berjalan masuk secara perlahan dalam keheningan, dengan barisan perempuan mendahului laki-laki. Di tengah-tengah perjalanan mereka akan berhenti untuk mengenang leluhur yang sudah tiada.

Sampai di pekarangan rumah di dalam kawasan rumah leluhur utama, para tamu dan tuan rumah mengambil tempat duduknya masing-masing dan saling berhadapan. Pada saat ini nyanyian dilantunkan diikuti dengan pesan-pesan dari para tetua.

Setelah pesan disampaikan, tamu akan menyampaikan hadiah atau yang disebut dengan Koha kepada tuan rumah.

Setelah prosesi ini, barulah tuan rumah dan tamu saling menyapa dengan Hongi, saling menempelkan ujung hidung. Selepas Hongi, makanan akan dibagikan.

Selepas hongi, makanan baru dibagikan.

Baca juga: Ritual seks paling aneh dan gila dari seluruh dunia.

Tradisi menyambut tamu ala Suku Maori ini masih bisa disaksikan hingga saat ini. Bahkan telah menjadi salah satu atraksi wisata budaya yang banyak membuat penasaran wisatawan mancanegara. Jika Anda ingin berkunjung ke New Zealand dalam waktu dekat, Selandia Baru Tourism selalu menawarkan paket tur berkunjung ke Suku Maori sebagai salah satu atraksi wisata unggulan yang mereka tawarkan.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU