Sidebar

Alasan Mengapa Orang Zaman Dulu Tak Pernah Senyum Saat Berfoto

Foto orang Indonesia tempo dulu tak pernah memperlihatkan giginya apalagi menyematkan senyuman di setiap fotonya. Mereka hanya berpose diam tak banyak  gaya. Ternyata, diam'nya pose orang Indonesia tempo dulu ini ada maksud dan tujuannya.

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Di zaman serba digital seperti sekarang, ada saja gaya kita untuk mendapatkan foto yang keren. Mulai dari pose dua jari, dab photo, hingga kayang. Semua gaya dicoba.

Bandingkan dengan foto-foto Indonesia tempo dulu yang tak pernah menyematkan senyuman apalagi memperlihatkan giginya di setiap fotonya. Mereka hanya berpose diam tak banyak  gaya.

Baca juga: Kisah Mata Hari, penari telanjang yang sanggup memporakporandakan perang dunia pertama

Bedanya foto Indonesia tempo dulu dengan sekarang. (Foto/ Facebook Nusantara Tempo Dulu dan Ramadya Aga)

Ternyata, diam’nya pose orang Indonesia tempo dulu ini ada maksud dan tujuannya.

Alasan pertama karena kamera zaman dahulu tak secanggih sekarang. Untuk sekali jepret saja, kamera membutuhkan waktu selama 60-90 detik untuk benar-benar merekamnya. Bayangkan jika Anda berpose kayang atau pun tertawa lebar dalam waktu 60-90 detik, apakah Anda tahan?

Selain itu, terlalu banyak gerak juga dapat menghasilkan foto yang jelek. Padahal, zaman dahulu, belum ada kamer berfitur live preview di mana jika hasil foto jelek bisa dihapus dan ulang foto lagi.

Baca juga: Penjelasan logis tentang keberadaan piramuda Sadahurip

Beginilah foto indonesia tempo dulu, seorang wanita yang perpose diam tanpa senyum. (Foto/ Facebook Nusantara Tempo Dulu)

Alasan berikutnya karena zaman dahulu orang ingin terlihat berwibawa. Dulu, berpose dengan melepas tawa atau pun tersenyum dikaitkan pada orang bodoh, miskin dan pemabuk. Tak ingin terlihat konyol, mereka memilih untuk berpose diam agar selalu dikenang sebagai sosok yang berwibawa.

Tak hanya ingin terlihat berwibawa, berfoto dengan pose diam pun membantu mereka menutupi kekurangan, yaitu gigi yang rusak. Dulu, banyak orang yang giginya rusak, sedangkan salah satu caranya adalah dengan mencabut gigi. Makanya, mereka tak mau memperlihatkan kekurangan tersebut.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Penjelasan Ilmiah Hujan Es di Thamrin dan Tanah Abang

Cantiknya Tutup Lubang Got Jepang yang Artsy

Aneka Dessert Berbentuk Mengerikan, Berani Coba?

Tradisi Melempar Bayi di India dari Ketinggian 20 Meter

Sosok Misterius Tertangkap Kamera Tim Ekspedisi Suku Togutil Halmahera

Aschabul Kahfi Tuban, Masjid ala Negeri Dongeng yang Ada di Perut Bumi

FALLBACK
The END