Alasan Mengapa Para Pria Harus Belajar dari Sosok Heinrich Harrer dalam Film Seven Years In Tibet

Jika Kamu pria petualang, coba belajarlah dari sosok Heinrich Harrer dalam Film Seven Years in Tibet.

SHARE :

Ditulis Oleh: Wike Sulistiarmi

Seven Years in Tibet merupakan film perjalanan yang telah release tahun 1997. Meskipun film ini termasuk film lama, namun film ini masih menjadi deretan film perjalanan top dunia. Film ini menceritakan tentang petualangan Heinrich Harrer seorang pendaki gunung yang diperankan oleh Brad Pitt.

Berbeda dengan film petualangan lain, film petualangan ini menampilkan cerita kehidupan yang cukup kompleks mulai dari cinta, kasih sayang, kesederhanaan, kebersamaan, penghianatan, agama, hingga budaya. Karena petualangan Harrer dilakukannya saat perang dunia. Waktu yang cukup rumit untuk pergi ke suatu tempat.

Nah, mengapa sosok Heinrich Harrer bisa menjadi panutan para pria petualang?  Berikut ini alasannya.

Punya keyakinan tinggi meskipun harus meninggalkan tempat dan orang tersayang

Harrer adalah sosok yang memiliki keyakinan tinggi.

Heinrich Harrer sebenarnya adalah sosok yang ada dalam dunia nyata. Film Sevent Years In Tibet ini sendiri terinspirasi dari biografi Harrer.

Harrer adalah sosok yang memiliki keyakinan tinggi. Ia pemberani dan selalu yakin dengan apa yang ia pilih. Bahkan ia memutuskan untuk mendaki ke Himalaya saat sang Istri sedang hamil 5 bulan. Meskipun dalam beberapa adegan film Seven Years in Tibet ini lebih menonjolkan keyakinan Harrer yang terlampai tinggi dan terkesan ‘jahat’ dengan orang yang disayangi, namun pria petualang seharusnya memang memiliki sikap yakin layaknya Harrer.

Sosok yang mau mengalah demi kebaikan

SEVEN YEARS IN TIBET, Brad Pitt, 1997.

Dalam film Seven Years in Tibet ini Harrer lebih menonjolkan sikapnya yang cukup egois dan keras kepala. Ia bahkan mempertahankan keegoisannya saat mengalami situasi buruk saat turun dari Himalaya dan dipenjara.

Di waktu terburuknya itu akhirnya ia mengalah pada keegoisannya dan membaur dengan orang disekitar untuk kabur dari penjara dan menemukan kehidupan yang lebih baik.

Bersabar dengan segala tantangan hidup

Harrer telah mengalami beragam tantangan.

Saat memutuskan untuk menjelajahi Himalaya, sebenarnya Harrer tahu akan ada banyak tantangan di depan. Ia berkemungkinan meninggal karena terkubur di dalam tumpukan salju. Di luar dugaan, ujian yang ia temui ternyata lebih menyakitkan.

Bahkan ia sempat dipenjara saat tujun Himalaya, lalu diceraikan istrinya melalui surat, hingga harus hidup sederhana di Tibet selama 7 tahun saat perang dunia. Ia tak banyak mengeluh, tapi ia bersabar dan melakukan hal untuk memperbaiki hidupnya dan kembali ke Austria.

Menghargai apapun di dunia ini sekalipun hal yang ia benci

Banyak hal yang membuat Harrer sangat mengagumkan.

Tak semua orang dapat menghargai hal yang ia benci, tapi Harrer bukan orang yang demikian. Ia adalah pria yang cukup bikin terharu karena meskipun ia telah dicampakan oleh Istrinya dan menikah dengan sahabatnya, ia masih menghargai anak yang lahir dari rahim mantan Istrinya itu.

Ia tahu bahwa segala hal yang ia benci tidak melulu memberikan dampak negatif pada dirinya, tapi justru sebaliknya. Pria petualangan harusnya meniru Harrer.

Tetap mencintai petualangan meskipun realita tak selalu semulus rencana

Harrer tetap mencintai petualangan meskipun telah melewati beragam tantangan saat bertualang.

Film perjalanan yang mengangkat cerita nyata ini mungkin bisa dianggap ajaib karena Harrer sendiri masih melakukan petualangan setelah mengalami berbagai ujian hidup yang tertuang dalam film Seven Years in Tibet.

Dia masih mencintai petualangan meskipun petualangan itu membuatnya merasakan ujian hidup yang menyakitkan.

***

Bagi Kamu yang pernah menonton film Seven Years in Tibet pasti tahu sosok Harrer. Ia patut jadi panutan.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU