Batu Payung Lombok Runtuh, Diduga Karena Pengaruh Alam

Batu Payung di Semenanjung Pantai Tanjung Aan (Instagram/@arsana1598).

Pantai Batu Payung di Lombok Tengah yang sempat viral di media sosial beberapa tahun lalu karena adanya batu unik yang menyerupai payung dikabarkan runtuh pada akhir Bulan Maret lalu. Runtuhnya batu payung diduga karena pengaruh alam yaitu abrasi ombak yang terus berlangsung.

Batu payung yang terletak di Semenanjung Pantai Aan tersebut terbentuk akibat proses geologi yang bersifat desdruktif karena erosi, abrasi, dan pelapukan oleh cuaca dan air. Proses geologi yang membentuk batu payung telah dimuali sejak terangkatnya daratan Lombok dari permukaan air sekitar 10 juta tahun lalu. Proses tersebut membentuk tebing dan pilar-pilar yang indah.

Sekarang keindahan batu payung tinggal kenangan dan menyisakan puing-puing batuan. Dibutuhkan waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk bisa membangun sebuah arsitektur alam seindah batu payung. Banyak yang merasa kehilangan, ungkapan empati dari warga net terlihat membanjiri kolom komentar di akun Instagram yang membagikan berita tersebut.

Keindahan Batu Payung Sebelum Runtuh (Instagram/@aditralfath)

Sebelum runtuh, Pantai Batu Payung adalah daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi Semenanjung Pantai Tanjung Aan. Berjarak 45 menit bolak-balik dengan perahu dari Pantai Tanjung Aan, spot ini selalu ramai dipadati oleh pengunjung yang rela antre untuk bisa berswafoto dengan batu payung ini.

Dapatkan ulasan menarik tentang lombok dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: , ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar