Alasan Kenapa Kamu Harus Menyaksikan Festival Pasola di Bulan Maret Ini

Selain atraksi perang berkuda, kamu juga keuntungan lain menyaksikan Festival Pasola di Pulau Sumba seperti pantai eksotis dan perkampungan adat megalitik

SHARE :

Ditulis Oleh: Sikstus Karvin

Keuntungan lain menyaksikan Festival Pasola di Pulau Sumba tidak hanya soal atraksi perang di atas kuda, tetapi juga soal pesona alam dan kampung adat megalitik yang bisa kamu kunjungi. Buat kamu yang belum pernah merasakan keseruan festival Pasola, Kamu dapat menyaksikannya pada 24 Maret 2017 di Wainyapu, di Kabupaten Sumba Barat.

Para petarung yang siap meramaikan Festival Pasola di Pulau Sumba. Sumber foto: sportourism.com

Akses ke Sumba ditempuh melalui Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Dari Bali, Kamu cukup naik pesawat menuju bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya.

Festival Pasola tahun ini berlangsung tanggal 17, 18, 20, dan 24 Maret 2017. Festival ini sendiri biasanya diadakan di dua kabupaten yakni Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.

Berikut beberapa alasan kenapa Kamu sebaiknya mengunjungi Festival Pasola di Sumba Barat Daya:

1. Kamu dapat bergabung dalam ritual mencari cacing massal di tepi pantai

Warga baru bisa mencari nyale di pinggir pantai setelah Rato menemukan nyale yang gemuk. Sumber: erwinbernhardfiles,wordpress

Pasola merupakan salah satu acara penting dari rangkaian seremoni agama Marapu. Marapu adalah keyakinan tradisional masyarakat Sumba. Pasola diawali dengan ritual nyale. Nyale dalam bahasa Sumba berarti cacing laut.

Tradisi nyale melambangkan ungkapan syukur masyarakat Sumba atas datangnya musim panen. Tradisi nyale di pimpin oleh seorang kepala adat yang disebut Rato. Rato bersama para tetua adat memimpin pencarian cacing nyale di pinggir pantai.

Rato yang akan menentukan kualitas cacing yakni cacing nyale yang gemuk. Nyale yang gemuk dan berwarna menandakan panen tahun ini akan berlimpah. Sedangkan nyale yang kurus melambangkan datangnya hal yang tidak diharapkan.

Kamu dapat bergabung dengan penduduk setempat untuk menyaksikan pencarian cacing di pinggir pantai. Biasanya penduduk akan datang mencari nyale setelah rato dan tetua adat selesai mencari nyale. Penduduk setempat berasal dari wilayah pegunungan dan wilayah pantai.

Festival Pasola baru akan dilaksanakan setelah rato mendapatkan nyale yang gemuk dan menetapakan pelaksanaan Pasola. Pasola berlangsung di padang yang luas, disaksikan oleh warga dari dua kampung yang bertanding, masyarakat kampung lain serta wisatawan.

Dalam permainan Pasola, dua kelompok petarung saling memacu kuda dengan kencang sembari melemparkan lembing kearah lawan. Lembing yang digunakan dalam Pasola terbuat dari kayu berujung tumpul. Kamu dapat melihat para petarung dalam Pasola bercucuran darah terkena lemparan lembing.

2. Hemat uang perjalanan, begini cara supaya kamu dapat menginap di rumah warga

Keuntungan lain dari festival Pasola buat kamu ialah kamu dapat menginap di rumah warga sekitar bila mengalami kesulitan untuk mencari penginapan berbayar di dekat lokasi festival atau bila jarak penginapanmu jauh.

Masyarakat sekitar tentu akan senang hati menerimamu. Itu menjadi salah satu gambaran berkat bagi mereka. Selain itu kamu dapat menyaksikan langsung kebiasaan warga Sumba dalam rumah mereka. Warga Sumba mempertahankan prinsip “tamu adalah raja”.  Menyenangkan bukan?

3. Sumba Barat Daya, Surganya Pantai di Pulau Sumba

Pantai Mandorak di Sumba Barat Daya dengan hamparan eksotis. Sumber foto: fadilahharokah.com

Selepas Festival Pasola, kamu juga dapat menikmati ragam tempat wisata di Sumba Barat Daya. Kabupaten Sumba Barat Daya sendiri dikenal sebagai wilayah dengan panorama pantai yang amat banyak. Kamu bisa memilih berpergian ke salah satu pantai yang semuanya memiliki panorama indah yang sulit terlupakan.

Kamu dapat menikmati keindahan Danau Air Asin Weekuri, hamparan gua sawah alam Waikelo, Air Terjun Pabeti Lakera, Danau Wee Wini, Situs Gua Rambe Manu. Lalu ada belasan pantai eksotis dengan keunggulannya masing-masing yang pantas membayar jerih perjalanan jauhmu seperti Pantai Mananga Aba, Pantai Watu Maladong, Pantai Pero, Pantai Oro, Pantai Newa, Pantai Mandorak, Pantai Wainyapu, Pantai Ratenggar, Pantai Tanjung Karoso, Pantai Waikelo dan Pantai Bondo Kawango.

4. Kunjungi Beberapa Rumah Budaya Sumba dan 13 Kampung Adat Sumba yang super unik, salah satunya kampung kuburan

Kampung adat megalitik di Sumba Barat Daya. Sumber foto: pesonaindonesia.com

Kamu juga dapat menikmati perkampungan tradisional Sumba yang telah berdiri kokoh selama berpuluh-puluh tahun, diantaranya Kampung Wainyapu, Kampung Ratenggaro, Kampung Mbuku Bani, Kampung Tossi, Kampung Paronambaroro, Kampung Waindimu, Kampung Toda, Kampung Bongu, Kampung Bondo Kapumbu, Kampung Totok Kalada, Kampung Wee Lewo, Kampung Manola, dan Kampung Umbu Koba.

Rumah-rumah adat tersebut memiliki keunikan yang khas diantaranya batu-batu kubur megalit sebanyak 1.058 buah. Selain itu ada juga kampung kuburan. Di Kampung Ratenggaro terdapat 304 buah kubur batu dan 3 diantaranya berbentuk unik yang terletak dipinggir laut dan merupakan kuburan bersejarah.

Di Kampung Mbuku Bani terkenal karena di kampung inilah tempat para rato adat melakukan ritual adat Marapu untuk menetapkan jadwal pelaksanaan upacara adat pasola, dan semua peristiwa adat yang mengawali kegiatan pasola bermula dari kampung ini.

Sementara itu di Kampung Tossi terdapat sumber mata air yang bernama “Wai Marunga” sebagai sumber air untuk kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat setempat, mereka juga percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan segala macam penyakit sehingga pada jaman dahulu mereka tidak mengenal obat-obat kimia. Air ini juga digunakan untuk memercik seluruh kuda pada saat melaksanakan upacara adat Pasola agar memperoleh kekuatan dari sang maha Dewa Marapu.

Kampung Paronambaroro memiliki daya tarik berupa keaslian rumah adat (Uma Kalada) dan kubur batu megalit yang berjejer di tengah kampung dan diluar kampung. Terdapat juga beberapa kubur batu yang telah dibangun dengan pintu penutup kubur masih dalam posisi terbuka, dan kubur ini dipersiapkan untuk para sanak saudara yang akan meninggal dunia, namun tidak diketahui kapan hal itu akan terjadi.

Selain itu terdapat Rumah Budaya Sumba yang berdiri tahun 2011. Rumah ini memiliki koleksi cenderamata yang berkaitan dengan budaya Sumba secara keseluruhan dan berfungsi sebagai tempat diskusi budaya dan tempat pementasan seni.

***

Keuntungan lain menyaksikan festival Pasola di Pulau Sumba sungguh menyenangkan. Pesona hamparan pantai eksotis, perkampungan megalitik dan mengamati kehidupan masyarakat Sumba dapat membayar jerih perjalananmu ke Sumba.

Baca juga:

 

 

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU