Bukit Lincing Arjuno, Spot Sunrise Tercantik di Gunung Arjuno Tanpa Harus Mendaki Sampai Puncak

Jalur pendakian Lawang menjadi salah satu yang paling digemari, karena di jalur ini pendaki bisa menemukan spot cantik bernama Bukit Lincing Arjuno. Spot terbaik untuk menikmati sunrise di Arjuno tanpa harus mendaki sampai puncak.

SHARE :

Ditulis Oleh: Rizqi Y

Salah satu gunung favorit di tanah Jawa Timur adalah Gunung Arjuno. Gunung bertipe strato ini memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Jalur pendakian Lawang menjadi salah satu yang paling digemari, karena di jalur ini pendaki bisa menemukan spot cantik bernama Bukit Lincing Arjuno.

Baca juga: Bukit Budug Asu, Wisata Alam Malang yang Jarang terjamah dengan Pesona Alam yang Cocok untuk Bermeditasi

Tak sulit menemukan lokasi Bukit Lincing Arjuno, terutama bagi pendaki yang naik Gunung Arjuno via Lawang. Akses masuk ke area ini bisa melewati Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang. Biasanya di Desa Wonorejo inilah para pendaki melakukan pendataan sebelum mendaki Gunung Arjuno.

Jalur pendakian Bukit Lincing Arjuno. Foto dari @rejottok

Dari perkampungan, butuh waktu sekitar satu jam untuk tiba di Pos 1. Selanjutnya, dari Pos 1 dilanjut perjalanan menuju Bukit Lincing Arjuno dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Jadi, jika ingin menyaksikan matahari terbit dari padang savana Lincing, pendaki harus naik sejak tengah malam.

Menikmati sunrise di Bukit Lincing. Foto dari IG @arifinlokomotif

Sebetulnya akan lebih aman jika para pendaki naik sejak pukul 22.00 atau 23.00 WIB. Jadi masih ada sisa waktu untuk istirahat sejenak sebelum waktu sunrise tiba. Tapi, jangan lupa untuk membawa peralatan seperti tenda, matras, kompor, logistik makanan, dan lainnya.

Kerlap kerlip lampu kota dari Bukit Lincing. Foto dari @arifinlokomotif

Baca juga: Daftar Kontak Basecamp Gunung-Gunung di Seluruh Indonesia

Tak hanya menyajikan panorama sunrise yang indah, camping malam hari di Bukit Lincing juga menawarkan pemandangan yang cantik. Kelap-kelip lampu kota bisa jadi pemandangan yang asyik dinikmati sambil menyeruput kopi dan ngobrol santai bersama sahabat.

Untuk yang ingin camping, pastikan untuk membawa perbekalan yang cukup. Sebab selama mendaki dari desa hingga bukit ini tidak akan ditemukan mata air atau pun warung makan.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU