facebook pixel

9 Keberuntungan Jadi Teman Seorang ‘Jomblo Backpacker’

"Mereka simpel, nggak ribet.. dan ini yang bikin saya beruntung punya teman jomblo backpacker,"


“Setiap Jomblo memang sendiri, tapi bukan (sendiri) dalam arti sebenarnya.” -WikeSu

jomblo backpacker

Jomblo selalu bisa diajak bahagia dan menikmati setiap perjalanan. Foto oleh Echi Wulan

Setiap orang pasti memiliki sahabat atau teman yang selalu berada disisinya. Sayapun demikian. Teman-teman saya memiliki berbagai kebiasaan yang kadang nggak saya ngerti, tapi mereka selalu terlihat istimewa. Keistimewaaan ini muncul karena mereka adalah jomblo dan cinta traveling.

Kebayang nggak sih enaknya punya sahabat atau teman seorang jomblo backpaker? Kalau temanmu jomblo backpacker pasti Kamu bisa mendapatkan 9 keberuntungan ini ketika berada disamping mereka saat traveling.

#1. “Mereka simpel, nggak ribet.. dan ini yang bikin saya beruntung punya teman jomblo backpacker,”

Biasanya jomblo terkenal karena orangnya yang simpel. Mereka nggak perlu dandan ribet atau bawa persiapan aneh-aneh untuk menjaga penampilan, karena mereka jalan dengan teman, bukan pacar.

Poin pertama ini membuat saya betah jalan dengan teman saya yang jomblo.

#2. “Mereka selalu punya waktu luang yang panjang untuk menikmati perjalanan”

Namanya jomblo ya pasti nggak pernah punya jam pacaran. Saat weekend beberapa teman saya menghabiskan waktu bersama keluarga atau kalau enggak nonton tv.

Waktu luang mereka sangat banyak karena tidak terbagi dengan pacar. Jika sudah begini, perjalanan traveling akan semakin lama dan pasti menyenangkan karena nggak bakal ada yang nanyain “Kamu kapan pulang beb?”.

#3. “Duit mereka lebih banyak dan lebih enak aja ngajakin jalan mereka,”

Namanya juga jomblo, pasti intensitas keluar pasti lebih sedikit. Dengan rutinitasnya ini mereka bisa menyimpan uang lebih banyak jika dibandingkan dengan pasangan kekasih.

Mungkin karena hal ini saya merasa bahwa traveling dengan teman yang jomblo lebih asik daripada dengan teman yang sudah punya pacar. Soalnya duit mereka banyak dan mereka nggak pernah pelit kalau dimintai traktir kuliner di tempat wisata. hehe *terselubung

#4. “Meski ngajak travelingnya mendadak, tapi mereka nggak pernah bilang ‘tidak’,”

Traveling memang butuh perencanaan yang matang. Tapi, saat ini smartphone telah memberikan banyak berkontribusi yang positif untuk merencanakan traveling. Itinerary traveling akan mudah dibuat.

Jika bisa diibaratkan, perkembangan zaman sekarang seperti seorang teman yang jomblo. Mereka nggak pernah ribet bahkan saat diajak traveling dadakan mereka akan bilang ‘Aku sih Ayo!’.

#5. “Mereka nggak pernah membatasi pertemanan,”

Meskipun nggak semua jomblo memiliki sikap ‘welcome’ dengan orang baru, namun kebanyakan dari mereka lebih mudah menerima pertemanan dibandingkan dengan orang yang sudah berpasangan.

Asiknya punya teman jomblo adalah mereka asik diajak berbaur seutuhnya dengan orang baru yang ditemui di perjalanan.

#6. “Jomblo bakpacker nggak pernah takut mencoba hal ekstrem.”

Kebanyakan orang yang telah berpasangan terikat dengan janji-janji aneh yang bikin kedunyan tertekan. Tapi beda dengan teman jomblo backpacking saya, mereka adalah orang-orang yang bebas melakukan semua hal yang ia ingin coba. Mereka berani membuat keputusan tanpa dituntun dan itu yang bikin saya beruntung punya teman jomblo.

#7. “Bisa diajak ngobrol serius berbagai hal yang sedang hits dikalangan traveler. Bukan cerita cinta menye-menye,”

Masalah jomblo kebanyakan datang bukan dari urusan cinta. Mereka nggak bakal cerita urusan pasangan karena emang nggak punya*hehe sorry. Mereka akan lebih expert ke masalah sosial, alam, perjalanan, buku, dan hal-hal lain di luar masalah cinta. Ngobrol dengan teman jomblo nyatanya lebih nyenengin daripada ngobrol dengan teman yang sudah berpasangan.

Yang lebih asiknya lagi, mereka selalu punya informasi seputar perjalanan lebih banyak karena waktu luang yang juga lebih banyak.

*Teman yang sudah berpasangan selalu membicarakan perasaannya, pacarnya, dan selalu blunder itu-itu mulu. Bosen.

#8. “Mereka nggak pernah jaim dan selalu apa adanya,”

Jujur saya adalah tipe orang yang benci dengan drama. Kebetulan saya bertemu dengan teman-teman yang kebanyakan jomblo dan suka jalan-jalan. Mengenal mereka membuat saya percaya diri karena ketegaran mereka membuat mereka keren.

Mereka nggak pernah jaga image dan selalu tampil apa adanya. Nggak punya uangpun mereka bisa diajak hitching truk atau mobil bak terbuka.

#9. “Gak enaknya, si jomblo backpacker juga sering baper… Tapi karena dia, saya jadi punya subjek yang bisa dikecengin,”

Punya teman jomblo backpack kadang menggelikan. Meskipun mereka nggak punya tambatan hati, namun mereka juga suka bercerita tentang gebetan yang mereka temui di perjalanan. Ini adalah waktu paling tepat untuk ngecengin mereka saat saya merasa bosan di perjalanan.

“Pas traveling ke Jogja tuha aku ketemu sama cowok keren. Dia ngajak kenalan dan nganterin aku keliling Jogja ngicipin kuliner di sana. Dia asik banget.. Dia udah minta nomorku sih, tapi sampai sekarang tuh dia nggak pernah hubungin aku.. Coba apa maksudnya? Sebagai jomblo aku merasa tersayat.. Padahal di hotel tuh aku udah berpikir kalo masa jombloku tuh bakalan the end! Ternyata enggak.. ” -Teman saya yang Jomblo dan sering backpackeran.

Kalau sudah mulai baper begini, tinggal bilang “sabar, masa jomblomu memang masih lama kok..lagian mas Jogja juga mungkin lagi khilaf,”

***

Punya teman jomblo backpacker rasanya seperti punya malaikat penyelamat. Mereka selalu bisa diajak jalan-jalan kapanpun dan ngomongin berbagai hal tanpa mikir kapan waktu akan berakhir. Intinya, mereka adalah teman paling ideal untuk menjadi teman traveling.

Baca juga artikel menarik lainnya di phinemo:

banner experience