7 Hewan Mitologi di Indonesia yang Sudah Mulai Dilupakan

Hewan mitologi di Indonesia yang sudah mulau dilupakan (Dilarangbego).

Indonesia merupakan negara multikultural yang terdiri atas lebih dari 300 suku bangsa dengan bahasa, budaya, adat kebiasaan, dan kepercayaan yang berbeda-beda. Erat kaitannya dengan kepercayaan, biasanya setiap suku bangsa memiliki setidaknya satu hewan mitologi yang menjadi bagian dari kekayaan kearifan lokal masyarakat. Sering berjalannya waktu, kini keberadaan hewan mitologi di Indonesia mulai tergeser dan telupakan oleh modernisasi.

Berikut ini akan disajikan beberapa hewan mitologi di Indonesia yang keberadaannya mulai terlupakan.

1. Cindaku, Jambi

(Bombastis.com)

Cindaku merupakan makhluk mitologi yang berasal dari Provinsi Jambi berwujud manusia setengah harimau. Menurut kepercayaan masyarakat Jambi, Cindaku adalah ilmu batin yang diwariskan oleh nenek moyang masyarakat Gunung Kerinci. Konon yang dapat berubah menjadi Cindaku hanya orang-orang dengan kemampuan spiritual tinggi. Cindaku memiliki tugas untuk menjaga batas hidup dan perjanjian antara manusia dengan harimau agar tetap hidup berdampingan.

2. Warak Ngendog, Semarang

(Bombastis.com)

Warak ngendog merupakan hewan mitologi yang menjadi simbol kerukunan tiga etnis di Semarang. Warak mengambil wujud buraq dengan kepala naga dan berkaki empat seperti kambing yang merupakan perpaduan antara kebudayaan tiga etnis yang ada di Semarang yaitu Arab, Cina, dan Jawa. Warak ngendog menjadi simbol akulturasi unsur kebudayaan lokal saat Raden Pandanaran menyebarkan Agama Islam di wilayah Semarang.

3. Lembuswana, Kalimantan Timur

(masbrooo.com)

Lembuswana merupakan hewan mitologi yang menjadi simbol dan hewan suci dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Menurut kepercayaan masyarakat lokal, Lembuswana adalah hewan tunggangan Dewa Bathara Guru dalam menyebarkan petuah petunjuknya. Lembuswana digambarkan sebagai hewan berkepala singa dengan mahkota, memiliki belalai layaknya gajah, bersayap serupa garuda, dan bersisik bagaikan ikan.

4. Garuda, Jawa

(Dilarangbego)

Garuda merupakan hewan mitologi berwujud burung yang gagah perkasa dari kebudayaan Jawa dan Agama Hindhu. Garuda adalah kendaraan Dewa Wishnu, salah satu trimurti atau manifestasi tuhan dalam Agama Hindhu. Kisah kepahlawanan Garuda diceritakan dalam epos Ramayana dimana sang Garuda mencoba menyelamatkan Dewi Shinta dari cengkeraman Rahwana yang jahat. Terinspirasi dari kisah tersebut, Garuda kini menjadi simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Orang Bati, Maluku

(Viva)

Orang Bati merupakan makhluk mitologi dari Kepulauan Maluku yang dikisahkan gemar menculik anak-anak dan menyantapnya. Orang Bati hidup di Gunung Kiratau dengan wujud manusia bersayap kelelawar. Hingga sekarang teriakan Orang Bati masih terus menebar teror kepada masyarakat Maluku.

6. Ahool, Jawa Barat

(Pinterest)

Ahool sangat populer sebagaihewan mitologi yang berasal dari Gunung Salak di Jawa Barat. Ahool digambarkan berwujud seperti primata raksasa bersayap serupa kelelawar, dengan warna bulu yang kelabu, dan cakar tajam di bagian lengan. Ukuran Ahool sangat besar, bahkan bentang sayapnya mencapai panjang tiga meter. Laporan keberadaan Ahool pertama kali diungkapkan oleh Dr. Ernest Bartels tahun 1925 yang sedang menjelajah air terjun di lereng Gunung Salak.

7. Ebu Gogo, Flores

(Smithsonian Magazine)

Ebu Gogo merupakan manusia pendek dengan ukuran tubuh tak lebih dari satu meter. Ebu Gogo berasal dari Kepulauan Flores digambarkan layaknya manusia purba yang ditemukan di Sangiran. Berdasarkan penemuan dari tim arkeolog dari Australia dan Indonesia diketahui bahwa Ebo Gogo diidentifikasikan sebagai Homo floresiensis, manusia purba dari daratan Afrika yang menyebrang ke Pulau Flores. Homo floresiensis hidup terisolir di dalam hutan, dan sempat hidup berdampingan dengan manusia modern di Pulau Flores.

Dapatkan ulasan menarik tentang mitos dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar