7 Hal yang Patut Dicoba Saat Traveling di India

Destinasi yang sebelumnya kurang populer mulai banyak diminati turis. Tak terkecuali India. Ternyata ada banyak hal menarik yang bisa ditemukan di India

Yosea Riyadi Permana • May 6, 2016


Siapa tak kenal India?

Minimal kita pasti pernah mendengar sedikit tentang India, salah satunya dari film-film dramanya yang super drama yang pernah beredar luas di Nusantara, baik itu dari televisi maupun bioskop. Mulai dari Kabhi Khushi Khabie Gham, Kuch Kuch Hota Hai yang soundtrack-nya sempat menjadi hits di dunia permusikan Indonesia sampai serial televisi yang saat ini booming di kalangan para ibu-ibu yaitu Uttaran dan Gannga.

Namun bukan hanya sebatas sineas bollywood saja yang membuat negeri ini tenar di kancah dunia. Sama halnya dengan negara-negara turistik lain di belahan dunia ini, India pun memiliki keeksotikan yang sangat layak untuk dijadikan sebuah destinasi wisata.

Saat ini banyak traveler pergi berkelana tidak hanya sekadar untuk berfoto di lokasi turistik yang menjadi highlight wisata di negara yang dikunjunginya lalu memamerkannya di media sosial. Iklim wisata yang seperti itu sudah mulai bergeser di kalangan traveler.

Banyak traveler, kini lebih senang berwisata ke suatu tempat yang anti-mainstream atau berbaur dan hidup layaknya masyarakat lokal.

Tak terkecuali dengan India, gaya traveling ini layak untuk dilakukan di negeri berpenduduk 1,2 miliar ini. Walau predikatnya tidak begitu baik di kalangan traveler Indonesia, namun India memiliki beribu alasan untuk dimasukan kedalam bucket list perjalanan para traveler.

Berikut beberapa hal yang menarik untuk Anda lakukan saat traveling di India :

 

1. Menonton film di bioskop

traveling-di-india-8

Tram di Kolkata. Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Menonton bioskop di India bisa menjadi sebuah opsi yang sangat menarik sebagai upaya merasakan kehidupan lokal di negeri ini. Dunia perfilm-an di India sangat maju dan di sini film merupakan hiburan utama bagi para masyarakat. Menonton film seakan menjadi budaya, maka tak aneh apabila Anda menemukan sebuah antrean panjang di depan bioskop ketika akhir pekan. Mayoritas masyarakat India sangat mencintai film lokal ketimbang film-film dari luar negeri meskipun itu dari Hollywood, bisa dibilang agak sulit untuk menemukan bioskop yang memutar film dari luar India kecuali di kota besar.

Berbeda dengan di Indonesia yang rata-rata penontonnya pasif, di India masyarakat sangat interaktif di kala sedang menonton di Bioskop. Mereka tak ragu untuk bersiul, berteriak, menangis dan bertepuk tangan ketika ada sebuah adegan yang memancing emosional. Bahkan yang lebih ekstrim mereka tak akan ragu untuk ikut menari di dalam bioskop ketika ada adegan menari yang pasti ada di setiap film Bollywood.

Hal berikutnya yang menarik adalah panjangnya durasi film yang diputar. Bila di Indonesia ada ketentuan bahwa sebuah film memiliki durasi tayang maksimal 120-150 menit, di India film bisa berdurasi sampai 3 jam bahkan lebih. Namun para traveler tak perlu khawatir, para pengusaha bioskop disini selalu memberikan jeda istirahat selama 10 menit di tengah-tengah penayangan, layaknya iklan di televisi.

 

2. Wisata kuliner

traveling-di-india-4

Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Bisa di bilang bahwa India adalah surga bagi para pecinta kari. Nyaris seluruh makanan yang ada di negeri ini dimasak menggunakan daun kari dan rempah-rempah dengan rasa dan aroma yang sangat kuat.

Namun tak hanya sebatas itu saja, India pun punya makanan non kari yang sangat memanjakan lidah seperti nasi briyani, chicken manchurian, butter chicken, palak paneer, chowmen, momo, thukpa dan masih banyak lainnya.

Begitu juga dengan minuman, bila di Indonesia kita cenderung meminum teh dengan tambahan gula, di India mereka memiliki campuran bumbu yang disebut masala tea sebagai penyedap rasa untuk teh, mereka selalu menyajikannya dengan dicampur susu.

Bagi para traveler muslim pun tak perlu khawatir untuk mendapatkan makanan halal atau juga bagi Anda yang tidak memakan olahan daging, jangan takut! Saat Anda traveling di India, Anda akan menemukan penjual makanan vegetarian di mana-mana, karena memang sebagian besar masyarakat Hindu di India adalah vegetarian. Anda juga bisa singgah ke restoran muslim yang menjamin akan kehalalan makanan yang dijualnya.

 

3. Naik kendaran umum (lokal)

traveling-di-india-6

Di dalam bus. Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

India memang terkenal dengan kasus penipuan turis, pencopetan juga pemerkosaan, namun jangan jadikan alasan tersebut sebagai penghalang bagi Anda untuk bisa mencicipi sektor ini. Selama kita berperilaku sopan dan waspada hal-hal di atas dapat kita hindari bahkan berubah menjadi suatu pengalaman yang beharga dan menyenangkan. Misalnya dengan cara duduk di dekat supir bus dan sok akrab dengannya, dengan demikian secara tidak langsung supir bus tersebut akan melindungi kita karena mereka menyadari keberadaan di dalam busnya sebagai orang asing. Pada dasarnya dalam budaya India tamu atau mereka sebut mehman adalah segalanya.

Layaknya negara-negara lain, India juga memiliki berbagai jenis alternatif transportasi umum, mulai dari rickshaw atau becak, bajai, bis ac dan non ac, kereta api yang memiliki beragam kelas sampai yang paling mutakhir adalah MRT.

Anda jangan kaget apabila menemui aturan aneh yang belum pernah di temui di negara asal kita. Misalnya di dalam bus, barisan kursi yang ada di sisi kiri adalah khusus untuk wanita, barisan kursi depan diperuntukkan khusus senior citizen dan juga penumpang dari kasta golongan tinggi. Kasta? Ya, India masih menerapkan sistem kasta di lapisan masyarakatnya bahkan di dalam kendaraan umum pun, sistem ini ada. Namun kita tak perlu memusingkan hal seperti itu, karena peraturan tersebut hanya berlaku untuk warga negara India saja.

 

4. Belajar bahasa lokal

traveling-di-india-7

‘Becak’ di India. Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Sama seperti di Indonesia, India juga merupakan negara multi-kultural yang memiliki banyak bahasa misalnya bahasa Bengali di India bagian timur, Urdu di perbatasan India dan Pakistan, Nepali di India utara, Sanskrit, dan juga Hindi sebagai bahasa nasionalnya.

Belajar bahasa lokal adalah salah satu hal yang paling menarik dalam sebuah perjalanan. Tak perlu sampai menguasai sampai tingkat yang kompleks, asal cukup untuk ‘bertahan hidup’ saja cukup, atau hanya sekadar sapaan basa-basi seperti kemana achena (baca: kamonasen), kya haal hai (baca: kiahalek) dan Namaste saja sudah cukup untuk membuka komunikasi di negeri ini, pada dasarnya orang India memiliki kemampuan komunikasi bahasa inggris sangat baik.

Di India masyarakat lokal sangat senang dan antusias ketika mendengar kita yang berasal dari luar negeri mampu berbicara dan berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa lokalnya. Menyenangkan bukan ketika kita diajak makan ke rumah warga lokal hanya karena mengucap kiahalek (apa kabar).

 

5. Trekking

traveling-di-india-3

Bersama para penggembala di Himalaya. Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Tak bisa dipungkiri bahwa keindahan alam India bisa disandingkan dengan negara manapun. Mulai dari gurun pasir, hutan, danau, hingga pegunungan salju ada di India. Dan trekking merupakan salah satu hal yang layak untuk dilakukan di negeri ini.

Himalaya! Cukup satu kata saja yang tak perlu dijelaskan lagi maknanya yaitu Himalaya. Inilah yang menjadi alasan mengapa kita wajib untuk trekking di bagian utara negeri ini.

Keindahan memang relatif, namun ini tentang pencapaian hidup dan kita bisa jadikan keindahan alam sebagai bonusnya. Siapa yang tak mau menjejakkan kaki di kompleks pegunungan paling sohor di dunia ini?

Bagaimana tentang berbaur dengan masyarakat lokal? Jangan khawatir, masyarakat India yang jumlahnya 1,2 miliar bisa kita temui di manapun termasuk di kawasan pegunungan. Kultur yang mereka bawa tentu berbeda dengan masyarakat lainnya yang berada di kota. Mayoritas orang gunung memiliki kepribadian yang ramah, jujur dan polos, jadi jangan ragu untuk bergabung dengan mereka apabila kalian menemui para gembala dan petani yang sedang kerja ketika kalian sedang trekking. Besar kemungkinan Anda akan diajak untuk menggembala atau bertani bersama mereka. Menarik bukan?

 

6. Naik sampan di Sungai Gangga

traveling-di-india-2

Bersama warga lokal di Sungai Gangga. Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Ketika kita mengunjungi Kota Varanasi rasanya tidak lengkap apabila kita tidak menengok aktivitas masyarakat India di tepi Sungai Gangga. Mulai dari upacara adat, mencuci pakaian, mandi, hingga membakar mayat semua ada disini. Juga kita bisa temui para kerbau yang berendam malas di tepian sungai yang dianggap suci oleh umat Hindu ini.

Sungai Gangga juga bisa dinikmati dari atas sungainya, kita bisa menyewa sampan secara pribadi maupun rombongan untuk menyusuri sungai ini. Banyak sekali pilihan penyewaan sampan di tepian sungai gangga, namun yang paling menarik adalah bergabung dengan sampan yang berisi turis lokal.

Selain dikunjungi oleh turis mancanegara, Sungai Gangga juga kerap dibanjiri oleh turis lokal yang rata-rata melakukan wisata spiritual di sini. Selain harganya yang jauh lebih murah, di atas sampan ini juga kita bisa melihat aktivitas para penumpang lainnya yang sedang melakukan kegiatan spiritual.

 

7. Berkunjung ke perbatasan

traveling di india

Pakistan dari dalam bunker di border suchetgarh. Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Secara geografis India berbatasan langsung Pakistan, Nepal,Tibet, Bangladesh dan beberapa negara lainnya. Dan beberapa perbatasan antara dua negara ada yang dibuka untuk umum.

Kita bisa datang mengunjungi border-border ini untuk mengintip negara-negara yang berada di sebelahnya balik itu dari bunker yang di buka secar umum maupun dari celah-celah gerbang yang menjadi pembatas antara dua negara. Bukan hanya sekadar mengintip, di sini juga kita bisa belajar tentang sejarah militer di India karena biasanya ada museum kecil yang melengkapi wilayah perbatasan yang ada di India.

Lumayan bukan hanya dengan mengunjungi satu negara tapi bisa melihat negara-negara lainnya dari dekat?

 

 

Baca juga:


Sering bingung mencari ide menulis? Simak bagaimana cara Windy Ariestanty mencari ide kreatif


Tinggalkan Komentar