María Lorena Ramírez, Pelari Ultramarathon Dunia yang Hanya Pakai Sandal Karet Bekas!

Untuk jadi seorang pemenang tidak ditentukan dari mahalnya gears yang kamu kenakan

SHARE :

Ditulis Oleh: Rizqi Y

Nggak perlu minder meski Kamu nggak punya peralatan canggih untuk ikut dalam sebuah ajang kompetisi

Ada banyak orang yang harus susah payah berjuang dan berlatih untuk bisa memenangkan suatu perlombaan ultramarathonTapi lain hal dengan María Lorena Ramírez, wanita berumur 22 tahun dari Meksiko.

Dia membuat mata dunia terkagum-kagum padanya karena presatasinya memenangkan sebuah perlombaan lari tanpa ada pelatihan profesional, apalagi peralatan mahal untuk mendukung performanya.

Menjuarai perlombaan lari sepanjang 50 km, María Lorena Ramírez bahkan cuma memakai baju dan alas kaki ala kadarnya

María saat menerima hadiah di podium. Sumber foto

Biasanya dalam lomba lari orang akan menggunakan pakaian khusus berupa baju compression, sepatu khusus running, dan ditambah berbagai peralatan tambahan lain. Tapi beda hal dengan María yang mengikuti perlombaan lari hanya dengan menggunakan sepotong kaos dan rok lusuh dan sepasang sandal karet butut itu pun hasil dari daur ulang.

Sekilas mungkin orang akan mengira kalau María hanya bermain-main dalam mengikuti ajang balap lari 50 km ini. Tapi Maria berhasil menepis semua pandangan yang menyelepekannya. Ia sukses menyelesaikan balap lari 50 km. Dan nggak cuma itu, dia juga berhasil keluar menjadi juara. Keren banget kan?

María juga mengaku kalau sebetulnya dia nggak pernah mengikuti atau melakukan pelatihan khusus untuk ikut bertanding dalam ajang balap lari tersebut. Wah, ini sih mungkin memang murni karena tekad dan kekuatannya ya gais.

Dalam ajang ultramarathon ini, María sukses menarik perhatian dunia dengan mengalahkan lebih dari 500 peserta

María saat berada di garis start. Sumber foto

María tampak santai saat wajahnya dibidik semua lensa kamera. Nggak ada rona cemas atau grogi saat harus berhadapan dengan 500 lawan dari 12 negara di seluruh dunia. Yap, benar-benar terlihat tanpa beban.

Hasil yang mengejutkan, di akhir pertandingan ultramarathon wanita di Puebla dia keluar sebagai orang pertama yang mencapai finish. Hanya dengan bermodal pakaian sederhana, sebotol air dan saputangan dia sukses mengalahkan semua pelari wanita yang mungkin banyak diantaranya telah berlatih secara profesional sebelumnya. 

María berhasil menyelsaikan race 50 km tersebut dalam waktu tujuh jam tiga menit. Dan untuk itu, dia diganjar dengan hadiah yang cukup besar, yaitu uang tunai sebesar 6.000 peso atau setara $ 320. Waw, banyak juga ya gais hadiahnya!

Dan ternyata ini bukanlah prestasi pertama bagi María Lorena Ramírez!

Menariknya, memenangkan Cerro Rojo Ultramarathon, di Puebla, Meksiko tengah, pada tanggal 29 April, bukanlah prestasi besar María yang pertama. Tahun lalu dia berada di posisi kedua dalam kategori 100 km dari ultramaraton Caballo Blanco, di Chihuahua.

Setidaknya prestasi María ini cukup menggemparkan dalam dunia olahraga ekstrem. Yap, Maria membantah anggapan bahwa semakin mahal gears yang dipakai, maka kemampuan berlari akan semakin meningkat.

Wanita muda berusia 22 tahun membuktikan kalau bakat itu juga penting. Dan kalau boleh dibilang, alat-alat berteknologi tinggi sebetulnya hanya pendukung doang. Selebihnya, bakat dan tekad. 

Ada fakta unik di balik penampilan sederhana María, yang jadi alasan kenapa ia bisa menjadi finisher pertama dalam race tersebut

María dijuluki sebagai wanita Raramuri. Sumber foto

Mungkin Kamu bertanya-tanya, kok bisa ya ada orang lari ultramarathon cma dengan memakai sandal karet bekas dan rok bisa menang. Jangan-jangan dia curang? Terlintas pikiran begitu nggak? Ternyata ini faktanya!

María memang nggak pernah melakukan pelatihan pofesional, tapi setiap harinya dia berjalan kaki sepanjang 10-15 kilometer setiap hari sambil menggembalakan domba-dombanya. Dari situlah dia punya ketahanan yang kuat terhadap fiisk dan staminanya saat lari. 

María juga mendapat julukan sebagai wanita “Raramuri”, yang artinya pelari jarak jauh legendaris yang memiliki daya tahan fisik yang luar biasa. Nama “Rarámuri” berasal dari kata “rara”, yang berarti “kaki”, dan “muri”, yang diterjemahkan sebagai “lari”.

Para Raramuri ini biasanya hanya menggunakan suplemen alami seperti pinole (jagung bakar digiling dan dicampur dengan gula dan air). Atau mereka juga menggunakan iskiate (biji chia dicampur dengan air dan jus lemon).

Mengenai sandal karet tua yang dipakai María, ternyata itu juga bagian dari kebiasaan mereka.  Dahulu pelari Meksiko menggunakan sol yang terbuat dari kulit tipis, namun pelari sekarang lebih memilih sol karet tipis dari bahan ban mobil tua. Untuk slop sandal karet tersebut, mereka memilih bahan kain, karena lebih lentur dan elastis. 

Jadi jelas bukan, kenapa hanya dengan pakaian dan alas kaki seadanya María justru bisa menjadi pemenang dalam ajang ultramarathon di Puebla tersebut. 

***

Well, María Lorena Ramírez mungkin wanita pertama yang sukses mengalahkan ratusan orang dalam ajang ultramarathon hanya dengan berbekal kaos dan rok lusuh ditambah sandal karetnya. Artinya, tak perlu menjadi minder meski Kamu nggak punya peralatan canggih untuk ikut dalam sebuah ajang kompetisi. Asal bersungguh-sungguh melatih diri dan berbekal yakin, pasti Kamu bisa. Setidaknya meski nggak jadi pemenang, Kamu bisa menyelesaikan apa yang sudah Kamu mulai.

Baca juga:

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU