Turis Asing, Pemandu Wisata dan Manajer Hotel Kerja Bakti Bersihkan Pantai Tanjung Aan Lombok

Lombok Keep Clean Community (LKCC) mengadakan aksi bersih-bersih di Pantai Tanjung Aan. Kegiatan ini diikuti berbagai kalangan yang cinta lingkungan.

Desti Artanti • June 22, 2016


pantai tanjung aan

Gambar diambil dari sini

Melihat lingkungan pantai yang kotor dan penuh sampah, pada hari ini, Rabu 22 Juni 2016, Lombok Keep Clean Community (LKCC) mengadakan aksi bersih-bersih pantai. Kelompok ini terdiri dari tour guide, GM hotel, cleaning service, dan juga pengusaha yang cinta lingkungan. Aksi ini dimulai pada pukul 08.30 WITA pagi tadi, di Pantai Tanjung Aan.

Bagusnya, aksi ini tak hanya dilakukan oleh anggota kelompok. Masyarakat setempat bahkan turis asing pun ikut serta. Begitu rombongan tiba di Pantai Tanjung Aan, di lokasi warga setempat dan beberapa turis asing telah memulai aksi bersih-bersih terlebih dahulu.

Pantai Tanjung Aan sendiri sangat populer dimata wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Ragamnya sangat unik, mulai dari pasir putihnya yang berbentuk seperti butiran merica, garis pantai sepanjang 2 km, hingga cerita rakyat Puteri Mandalika yang memperkuat karakter Pantai Tanjung Aan.

Kepopuleran pantai ini tentu berbanding lurus dengan antusiasme wisatawan yang berkunjung. Namun sayangnya, tak semua wisatawan sadar akan kelestarian alam maupun kebersihan tempat wisata dengan membuang sampah tidak pada tempatnya. Sayang banget kan, kalau potensi wisata sebagus ini harus jadi ‘korban’ selanjutnya, seperti yang terjadi pada Pulau Sempu atau Ranu Kumbolo.

Salah satu turis asing yang juga ikut bersih-bersih, Ronald merasa bahwa aksi bersih ini sangat bagus. Demi menarik wisatawan untuk lebih banyak lagi berkunjung ke pantai-pantai di Lombok.

“Bagus sekali. Pas saya ke sini saya tanya ada apa ramai-ramai ternyata ada aksi bersih. Tak ada salahnya ikutan. Karena siapa tahu bisa membantu masyarakat untuk membuat turis lebah banyak datang ke sini (Pantai Tanjung Aan),” ucap Ronald, turis asal Austria.

Menurut Kurniawati, salah satu pedagang di Pantai Tanjung Aan yang ikut dalam aksi bersih-bersih ini, justru warga dan wisatawan lokal lah yang sering membuang sampah sembarangan.

“Ini demi lingkungan kita. Kan ini lingkungan bersama juga jadinya tak ada salahnya kita bersih-bersih. Banyak juga turis-turis asing yang juga ikut membantu kita bersih-bersih. Ini orang lokal biasanya yang suka buang sampah sembarangan,” tutur Kurniawati.

Aksi yang dilakukan oleh LKCC ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama menjaga objek wisata seperti pantai dari sampah-sampah. Para relawan aksi ini memungut sampah-sampah dan juga sisa-sisa kotoran yang merusak lingkungan di sekitar Tanjung Aan.

Mereka bahu-membahu memangkas ilalang yang rindang, memungut sampah di sela-sela rerumputan, kemudian memasukannya ke kantong plastik berwarna hitam atau langsung membakar sampahnya di tempat.

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya berhenti di apantai Tanjung Aan saja. KLCC akan melanjutkan aksi bersihnya di Pantai Kuta. Para penggiat aksi berharap, aksi ini dapat diikuti oleh makin banyak orang, dan muncul komunitas-komunitas lain yang juga peduli dengan kebersihan dan kelestarian wisata alam di Lombok.


Sering bingung mencari ide menulis? Simak bagaimana cara Windy Ariestanty mencari ide kreatif


Tinggalkan Komentar