Sidebar

Wisata ke Bali New Normal, Berikut Syarat yang Harus Dipenuhi

Turis yang wisata Bali saat New Normal harus memiliki hasil uji swab atau rapid test yang akan ditunjukkan pada petugas di bandara atau pelabuhan.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Setelah sebelumnya terisolir akibat pandemi Covid-19, Provinsi Bali telah secara resmi membuka wilayahnya untuk kunjungan wisatawan sejak 31 Juli 2020 lalu. Memasuki era adaptasi kebiasaan baru, wisatawan yang datang nantinya diwajibkan membawa sejumlah persyaratan dokumen sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15243 Tahun 2020.

Bali telah membuka sektor pariwisata, namun akan tetap mengedepankan aspek kesehatan serta kualitas yang memberi perlindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Berikut ini merupakan beberapa syarat berwisata ke Bali di era adaptasi kebiasaan baru.

1. Hasil Uji Swab atau Rapid Test

Wisatawan yang berkunjung harus memiliki hasil uji swab berbasis PCR atau setidaknya rapid test non reaktif. Hasil test tersebut nantinya akan ditunjukkan kepada petugas di pintu masuk Provinsi Bali seperti bandara atau pelabuhan. Hasil uji hanya akan berlaku paling lama 14 hari sejak dikeluarkan. Wisatawan yang tidak dapat menunjukkan hasil test, wajib mengikuti test ketika sampai di Bali.

2. Jika Reaktif, Wajib Swab Test di Bali

Jika terdapat wisatawan yang reaktif pada uji rapid, maka wisatawan akan diwajibkan untuk mengikuti uji tambahan berupa swab test berbasis PCR di Bali. Sambil menunggu hasil test keluar, wisatawan juga wajib karantina di tempat yang telah disediakan oleh pihak pemerintah Bali sampai hasil test keluar. Semua biaya atas fasilitas tersebut ditanggung oleh wisatawan.

3. Mengisi Aplikasi LOVEBALI

Sebelum berangkat ke Bali, wisatawan harus mengisi aplikasi LOVEBALI yang dapat diakses melalui laman https://lovebali.baliprov.go.id. Para pelaku usaha akomodasi pariwisata nantinya akan memastikan setiap pengunjungnya mengisi aplikasi tersebut. Seluruh wisatawan diwajibkan menerapkan protokol tatanan kehidupan Bali era baru sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Provinsi Bali.

4. Selalu Mengaktifkan GPS

Wisatawan selama berada di Bali diwajibkan untuk selalu mengaktifkan Global Positioning System (GPS) pada smartphone. Hal ini diperlukan untuk upaya perlindungan dan pengamanan bagi wisatawan. Semua keluhan dapat disampaikan melalui aplikasi LOVEBALI. Wisatawan diharapkan mematuhi semua ketentuan ini karena akan ada sanksi apabila wisatawan tidak melanggar persyaratan dalam Surat Edaran ini.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Le Cliff Bali, Hotel Pantai Murah dengan Pemandangan Lautan Tropis

Wuhan Bebas Virus Corona, Warga Rayakan dengan Pesta dan Dugem

Lila Boutik Residence, Hotel Butik Murah di Pedesaan Asri Canggu, Bali

27 Hotel Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta yang Dirujuk Pemerintah

5 Hotel Terbaik Dunia yang Ada di Indonesia, Langganan Artis Holywood

Tingkat Keamanan Maskapai Indonesia dari Covid-19, Seberapa Aman?

FALLBACK
The END