Sidebar

Separuh Pasir Pantai di Bumi Terancam Hilang di Tahun 2100

Studi terbaru dari jurnal Nature Climate Change diprediksi bahwa pada tahun 2100 separuh dari pasir pantai yang ada di bumi akan hilang dan lenyap

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Ancaman pemanasan global (Global Warming) semakin nyata terlihat di depan mata. Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan melalui jurnal Nature Climate Change diprediksi bahwa pada tahun 2100 separuh dari pasir pantai yang ada di bumi akan hilang dan lenyap. Tragedi ini tidak bisa dihindari, meskipun manusia berusaha mati-matian mengurangi polusi yang menyulut pemanasan global.

Metode yang digunakan dengan menggunakan dekade pencitraat satelit yang ada sejak tahun 1984. Perhitungan percepatan erosi dilakukan di seluruh wilayah pesisir yang berpotensi menyebabkan hilangnya pasir di masa depan. Setelah satu abad berikutnya, setengah dari pantai berpasir di Inggris akan lenyap sejauh 100 meter. Bisa saja lebih cepat atau lambat, tergantung pada kecepatan lapisan es di kutub mencair.

Negara Terdampak Paling Parah

Michalis I Vousdoukas selaku peneliti sekaligus penulis jurnal tersebut mengungkapkan, saat ini sebagian besar garis pantai berpasir yang tersebar di seluruh dunia telah terkikis. Situasi ini sekamin diperparah dengan perubahan iklim yang membuat muka air laut terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Beberapa negara yang akan mengalami dampak terparah adalah Australia, kemudian diikuti Meksiko, Tiongkok, Rusia, Argentina, India, dan Brazil.

Australia menjadi yang paling terancam. Dari studi yang dilakukan oleh Vousdoukas bersama timnya diketahui lebih dari 15 ribu pantai di Australia akan hilang dalam tempo 80 tahun ke depan. Tidak sampai disitu, wilayah daratan dan hutan juga akan mengalami erosi yang semakin parah, termasuk infrastruktur bumi lainnya.

Sebagian besar wilayah yang paling terdampak merupakan daerah padat penduduk dimana tanahnya mulai rentan karena terlalu banyak menyangga beban bangunan-bangunan yang berat. Tidak akan ada negara yang selamat dari bencana ini karena hingga saat ini belum ada satupun negara yang memiliki rencana mitigasi yang baik untuk menghadapinya.

Matinya Industri Pariwisata di Pesisir

Ancaman ini tidak dapat dielakkan lagi, tinggal menunggu waktu hingga wilayah pesisir hilang dan membunuh kehidupan industri pariwisata yang selama ini bergantung padanya. Wilayah pantai dan pesisir selama ini menjadi baris pertama pertahanan terhadap badai dan banjir. Tanpanya, cuaca buruk akan memberikan imbas lebih dahsyat ke daratan dari sebelumnya.

Suhu bumi yang semakin memanas akibat pemanasan global juga akan membunuh habitat terumbu karang di seluruh dunia pada 2100. Indahnya panorama bawah laut karena warna-warni terumbu karang tidak akan dapat dilihat lagi karena pada tahun 2100 diprediksi tidak akan ada terumbu karang yang tersisi, semuanya punah. Hal ini telah diungkapkan dalam Ocean Sciences Meeting tahun 2020.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Heart Reef Australia, Area Terumbu Karang Terlarang yang Kembali Dibuka

5 Hotel Terbaik Dunia yang Ada di Indonesia, Langganan Artis Holywood

Amanwana Resort, Glamping Super Mewah di Pulau Terpencil Sumbawa

Ritual Potong Rambut Gimbal Festival Dieng 2020 Digelar Virtual

Wisata Thailand Dibuka Oktober, Turis Karantina di Phuket

Perbedaan China, Taiwan, dan Hongkong yang Sering Disalahpahami

FALLBACK
The END