Sidebar

Ritual Potong Rambut Gimbal Festival Dieng 2020 Digelar Virtual

Ritual potong rambut Dieng Culture Festival (DCF) tahun 2020 ini digelar secara virtual untuk menghindari kerumunan dan penularan Covid-19.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah memaksa pelaksanaan event pariwisata harus ditunda, sebagian bahkan harus dibatalkan. Dieng Culture Festival (DCF) yang biasanya selalu ramai dipadati wisatawan setiap tahun, kini digelar secara virtual untuk menghindari kerumunan dan mencegah penularan. DCF 2020 telah selesai dilaksanakan pada 16-17 September lalu.

Beberapa kegiatan dalam gelaran DCF 2020 dilakukan secara langsung, dan disiarkan virtual. Selama di lokasi, semua kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dengan sangat ketat. Ada tiga anak yang turut serta dalam prosesi ruwat rambut gimbal. Pemkab Banjarnegara memutuskan untuk menyelenggarakan DCF 2020 meski secara virtual karena banyaknya permintaan masyarakat.

Meskipun hanya digelar secara virtual, daya tarik dan kesakralan DCF tetap terjaga. Terutama ketika kegiatan jamasan dan potong rambut gimbal. Pukul 09.00, kegiatan dimulai dengan arak-arakan rombongan ke rumah budaya Dieng dengan turut membawa hantaran berupa permintaan dari anak-anak bajang yang berambut gimbal. Selanjutnya yaitu jamasan.

(travel.okezone.com)

Sebelum dicukur, anak-anak tersebut harus melakukan prosesi jamasan atau pencucian rambut yang dipimpin oleh Ketua Rombongan Kirab. Ia memohon kepada pemangku adat agar ketiga anak bajang diberikan kelancaran hidupnya seperti anak-anak lain. Air yang digunakan untuk jamasan berasal dari empat sumber mata air yang dianggap suci di Dieng.

Prosesi selanjutnya yaitu ritual potong rambut gimbal, satu per satu anak bajang dipanggil. Adapun yang mencukur adalah pemangku adat Dieng. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan ngalap berkah yang berati wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap rangkaian DCF di Candi Arjuna. Terakhir larung rambut gimbal di Telaga Balekambang yang konon tembus hingga laut selatan.

Ruwatan Rambut Gimbal

Ruwatan berupa potong rambut gimbal merupakan acara ini dari DCF. Tujuannya untuk mengusir nasib buruk dan segala bentuk kesialan bagi anak bajang serta seluruh masyarakat Dieng. Rambut Gimbal adalah fenomena unik yang hanya terjadi di Dieng. Secara acak akan ada anak dengan rambut gimbal alami pada rentang usia 40 hari sampai 6 tahun.

(nativeindonesia.com)

Masyarakat Dieng percaya, anak-anak ini adalah titipan dari Kyai Kolo Dete, salah seorang punggawa Kesultanan Mataram Islam di abad ke-14 yang diutus untuk mempersiapkan pemerintahan di Dieng. Konon begitu tiba di Dieng, Kyai Kolo Dete dan istri mendapatkan ilham dari Ratu Pantai Selatan untuk membawa masyarakat Dieng kepada kesejahteraan.

Tolok ukur kesejahteraan ada pada jumlah anak bajang berambut gimbal. Semakin banyak anak yang memiliki rambut gimbal maka akan semakin sejahtera pula masyarakatnya. Begitu pula sebaliknya. Itulah kenapa dalam ritual potong rambut gimbal Dieng juga berhubungan dengan pantai selatan saat larung rambut gimbal. Sedangkan pelaksanaan berlangsung di kompleks Candi Arjuna.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

5 Hotel Ekslusif di Sekitar Candi Borobudur untuk Staycation Seru

Kampung Bena Flores, Desa Adat Tertua di Dunia Sejak Zaman Batu

Diskon Pariwisata 2021 Senilai Rp 2,35 Juta Per Orang, Siap-siap Liburan!

Kain Tenun Endek dari Bali Jadi Koleksi Terbaru Dior, Bangga!

Kenapa Bali Disebut Pulau Dewata? Terungkap, Inilah Alasannya

Api Abadi Mrapen di Grobogan Padam Setelah 500 Tahun, Pertanda Apa?

FALLBACK
The END