Perbedaan Peringkat Maskapai Penerbangan Bintang 5, 4, 3 dan Seterusnya

Pemberian peringkat maskapai penerbangan berbintang di seluruh penjuru dunia diperkenalkan oleh Skytrax pada tahun 1999. Skytrax adalah perusahaan konsultan Britania Raya yang melakukan riset mengenai maskapai penerbangan.

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Penggunaan istilah hotel berbintang 5,4,3 dan seterusnya tentu sudah tak asing di telinga. Namun, saat mendengar istilah peringkat maskapai penerbangan bintang 5, 4, dan lainnya, mungkin sedikit mengernyitkan dahi, apa yang menjadi perbedaannya?

Pesawat Garuda Indonesia peroleh peringkat maskapai penerbangan bintang 5 dunia. Sumber foto

Pemberian peringkat maskapai penerbangan berbintang di seluruh penjuru dunia diperkenalkan oleh Skytrax pada tahun 1999. Skytrax adalah perusahaan konsultan Britania Raya yang melakukan riset mengenai maskapai penerbangan.

Grading atau rating yang diberikan Skytrax kepada maskapai penerbangan di seluruh dunia dengan mempertimbangkan kualitas produk secara keseluruhan baik dari segi pelayanan, fasilitas di dalam maskapai, termasuk home base airport maskapai penerbangan tersebut.

Semua sektor yang meliputi seluruh aspek pelayanan, mulai pre-flight, in-flight sampai dengan post-flight tak luput dari audit Skytrax dalam memberikan rating.

Semua dilakukan secara profesional oleh para tim Skytrax yang memiliki wawasan unik, kepiawaian dan pengalaman akan persoalan mutu yang memengaruhi industri transportasi udara.

Dalam hal peringkat maskapai penerbangan yang peroleh predikat bintang 1 (1 star) dari Skytrax telah mewakili kualitas produk yang buruk di segala sektor.

Fasilitas dan pelayanan di dalam maskapai yang tak sesuai dengan standard internasioal seperti kemampuan bahasa Inggris para awak kabin yang rendah, check in service yang tak nyaman, kenyamanan tempat duduk yang tak diperhatikan, tak memiliki privasi, penyajian makanan dalam pesawat, dan lainnya.

Salah satu maskapai penerbangan dunia yang peroleh peringkat bintang 1 misalnya pesawat nasional Korea Utara, Air Kroyo.

Baca juga: Berikut ini kondisi dalam pesawat penerbangan Air Kroyo milik Korea Utara

Sedangkan untuk peringkat maskapai penerbangan bintang 2 mewakili kualitas produk, pelayanan awak penerbangan, dan home base airport yang rendah.

Lalu, peringkat bintang 3 diberikan pada maskapai penerbangan yang berikan kualitas layanan, fasilitas, dan home base airport standard di mana produk yang diberikan cukup bisa diterima. Tak buruk dan tak begitu bagus. Sedang-sedang saja. Contoh maskapai bintang 3 yang begitu akrab dengan kita misalnya AirAsia.

Sedangkan peringkat bintang 4 diberikan kepada maskapai yang memberikan fasilitas, kualitas pelayanan di dalam pesawat, bandara, hingga sistem pemesanan yang memang sudah baik dan di atas rata-rata, misalnya, Air France.

Hebatnya, tahun 2018 ini, Citilink Indonesia memperoleh penghargaan sebagai maskapai bintang 4 dunia dengan bujet rendah. Predikat ini pun mengantarkan Citilink sebagai maskapai bintang 4 low cost pertama di Asia dan ketiga dunia.

Baca juga: Berita selengkapnya penghargaan yang didapatkan Citilink

Yang terakhir adalah peringkat maskapai penerbangan bintang 5. Pesawat yang memperoleh predikat bintang 5 sudah pasti telah memenuhi syarat kualitas pelayanan yang telah ditentukan.

Pesawat yang memperoleh peringkat bintang 5 mewakili kualitas pesawat pelayanan di atas rata-rata. Kabar baiknya lagi, tahun ini, Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai pesawat bintang 5 dunia.

Hasil yang didapatkan Garuda Indonesia ini merupakan bukti dari konsistensi kinerja manajemen dan seluruh pekerja dalam berikan kualitas pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna.

Bukan yang pertama, sebelumnya di tahun 2014 dan 2016, Garuda Indonesia pun memperoleh penghargaan yang serupa dari Skytrax.

Garuda Indonesia tak sendirian, ada 9 maskapai dunia lainnya yang peroleh penghargaan serupa yaitu ANA All Nipon Airways, Asiana Airlines, Cathay Pacific Airways, Etihad Airways, EVA Air, Hainan Airlines, Lufthansa, Qatar Airways, dan Singapore Airlines.

Dalam memberikan penghargaan tersebut, Skytrax tak mengumumkannya secara detail perbandingan standar keselamatan penerbangan atau rincian akurat yang menjadi acuan maskapai penerbangan.

Namun secara keseluruhan, proses sertifikasi pemberian grading dilaksanakan melalui serangkaian proses “Skytrax Audit” dengan digunakannya poin-poin penilaian secara mendetail yang meliputi seluruh aspek pelayanan, mulai pre-flight, in-flight sampai dengan post-flight.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU