Terbaru, Museum Batik Akulturasi Tiga Negeri di Lasem

Kecamatan Lasem di Rembang tak mau ketinggalan melestarikan batik. Di museum ini, Anda bisa menemukan batik yang terkenal sejak abad 15.

SHARE :

Ditulis Oleh: Astrid S

Sebagai rumah dari seni budaya batik, Indonesia memiliki museum mengenai perbatikan di berbagai daerah. Mulai dari Museum Batik Yogyakarta hingga Museum Batik Danar Hadi di Surakarta, Anda akan disuguhkan dengan kecantikan kain asal Indonesia ini. Kini, Kecamatan Lasem di Rembang, Jawa Tengah pun mendirikan destinasi baru bertema batik bernama Museum Batik Tiga Negeri.

Baca Juga: Tingginya Harga Batik Tulis Lasem, Hasil Perpaduan Budaya Tiongkok dan Pesisir Jawa

Sejak zaman dahulu, Lasem dikenal sebagai salah satu sentra batik yang ada di Indonesia. Nama Lasem tercatat dalam karya-karya tulis Indonesia dan Tionghoa selama beberapa abad. Hal ini menggambarkan bahwa Lasem telah menjadi destinasi favorit bagi para pelancong dari Tionghoa. Sehingga kultur Tionghoa pun turut terakulturasi dengan kebudayaan setempat sehingga budaya masyarakat Lasem semakin beragam.

Rumah bagi Kultur Tionghoa

Ketika Anda sampai ke museum yang terletak di Paviliun Omah Batik Tiga Negeri, Jalan Karang Turi, Lasem, Kabupaten Rembang, Anda mungkin akan bingung sekaligus takjub. Museum ini berada di dalam gedung dengan ornamen gaya Tiongkok yang terlihat kontras dengan batik yang berasal dari kebudayaan Jawa.

Akan tetapi, gedung berwarna merah ini sebenarnya punya nilai historis. Gedung yang digunakan untuk museum ini awalnya adalah rumah bekas milik keluarga Tjoa. Mereka merupakan produsen Batik Tiga Negeri khas Lasem yang telah terkenal hingga mendunia.

Contoh motif Batik Tiga Negeri yang telah terkenal sejak abad 15. (Agik NS)

Batik Tiga Negeri merupakan batik kebanggaan Lasem yang telah terkenal sejak abad 15. Motif batik ini mengkombinasikan tiga warna, yaitu merah, biru, dan sogan. Tiap warna pun dibuat di tempat yang berbeda-beda pula, salah satunya merah yang diproduksi di Lasem. Warna lainnya dibuat di Pekalongan untuk biru dan Surakarta untuk warna sogan.

“Warna merah identik dengan pecinan, biru identik dengan Belanda dan Sogan milik Keraton Surakarta. Uniknya warna merah adalah warna pertama yang ditorehkan di atas kain,” tutur Agik NS, Humas Museum Batik Tiga Negeri Lasem, dilansir dari Kompas Travel.

Budaya Tiongkok sudah berakar kuat di masyarakat Lasem. Mural dengan 100 panel ‘komik’ Fengshen Yanyi tergambar jelas di Klenteng Cu Ang Kiong. (Garry Andrew Lotulung/Kompas)

Menggambarkan akulturasi yang kuat dari tiga negara, Lasem sebenarnya berkontribusi menuangkan kultur Tiongkok dalam motif batik ini. Munculnya unsur Tiongkok dalam Batik Tiga Negeri di Lasem tidak tanpa sebab. Awalnya, Putri Nali, istri Bi Nang Un, nahkoda kapal Laksamana Cheng Ho, datang dan menetap di Lasem pada abad 19. Di sini, ia mengajari masyarakat setempat untuk membuat batik yang akhirnya masih bertahan hingga kini.

Baca Juga: 8 Tempat Wajib Dikunjungi Saat di Lasem, Rembang

Di museum ini, Anda bisa melihat batik legendaris Tiga Negeri ini. Bahkan museum ini juga menampilkan sketsa hingga blueprint dari motif batik ini. Para pengrajin pun masih mengambar motif tersebut di atas kain-kain putih panjang yang bisa Anda lihat ketika berkunjung di sini.

Masih dalam rangka soft opening, Anda tidak akan dipungut biaya masuk hingga tanggal 14 Oktober nanti. Jadi, sudah siap menyusuri sejarah batik legendaris di Kecamatan Lasem ini?

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU