Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul Mekar Lagi, Jangan Dirusak!

Memasuki musim hujan, kebun bunga amarilis di Pedukuhan Ngasem Ayu, Kelurahan Salam, Kapanewon Pathuk, Gunungkidul kembali mekar dengan apik.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Masih ingat dengan bunga amarilis yang sempat viral beberapa tahun lalu? Kini memasuki musim hujan, kebun bunga amarilis di Pedukuhan Ngasem Ayu, Kelurahan Salam, Kapanewon Pathuk, Gunungkidul kembali mekar dengan apik. Amarilis atau yang disebut Puspa Pathuk adalah bunga yang mekar setiap setahun sekali, dan bergantung pada intensitas curah hujan.

Sebelumnya, kebun bunga amarilis di Kabupaten Gunungkidul gagal mekar secara sempurna karena minimnya curah hujan. Tahun 2020 ini bertepatan dengan pandemi Covid-19, wisatawan dapat menikmati keindahan bunga amarilis yang mekar secara maksimal. Wisatawan yang berkunjung wajib menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari infeksi virus Covid-19.

Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul sedang bermekaran (Phinemo).

Sebelum memasuki kebun bunga amarilis, setiap wisatawan yang datang diharuskan menjalani pengecekan suhu tubuh, wajib mengenakan masker, dan selalu menjaga jarak. Beberapa titik telah disediakan tempat untuk mencuci tangan. Jika jumlah kunjungan dirasa terlalu banyak, pengelola akan melakukan pembatasan dan menerapkan sistem shift atau gantian.

Jangan Dirusak Lagi!

Saat pertama kali viral beberapa tahun lalu, kebun bunga amarilis begitu populer karena mirip dengan taman bunga Keukenhof di Belanda. Namun sayangnya, bunga-bunga amarilis mati terinjak-injak atau diduduki oleh wisatawan yang berpose norak untuk mengambil foto di tengah tanaman. Banyak warga net yang geram dan mengecam tindakan merusak tersebut.

Kebun Bunga Amarilis rusak terinjak-injak pada tahun 2015 (goodnewsfromindonesia.id)

Agar kejadian beberapa tahun silam tak terulang, pengunjung untuk tetap berjalan di jalur yang disediakan dan tidak menginjak-injak bunga amarilis di kebun bunga milik warga ini. Selain itu juga telah disediakan spot selfie tersendiri untuk wisatawan yang ingin berswafoto. Masuk ke kebun bunga seluas 3500 meter persegi ini dikenakan biaya Rp 10.000 per orang.

Biasanya wisatawan yang datang adalah mereka yang berencana ke pantai atau pulang dari pantai. Hal ini karena kebun bunga ini lokasinya berada di jalan utama Wonosari-Yogyakarta. Nantinya menjelang Natal dan Tahun Baru, jumlah kunjungan wisatawan akan berkurang drastis karena bunga amarilis tidak lagi mekar serempak akibat curah hujan yang tak teratur.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU