Sidebar

Hindari Makan Kerang Hijau, Terutama dari Teluk Jakarta, Berbahaya!

Diantara semua hasil laut Teluk Jakarta yang tercemar, kerang hijau menjadi yang paling banyak diminati. Jika konsumsi berpotensi mengganggu kesehatan.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Kerang hijau menjadi salah satu bahan pangan seafood yang cukup populer di Indonesia. Seperti namanya, binatang ini hidup di laut, bercangkang dua, dan berwarna hijau. Harganya yang murah membuat sajian hidangan dari kerang hijau banyak diminati oleh masyarakat. Namun belakangan, banyak para ahli yang tidak menyarankan konsumsi kerang hijau. Ada apa?

Kerang hijau di alam memiliki peran untuk melakukan filter pada kotoran dan semua jenis logam berat. Kerang hijau bisa sangat berbahaya jika itu berasal dari perairan yang tercemar. Sebaiknya cari jenis seafood lainnya saja untuk konsumsi. Kalau pun ingin konsumsi kerang hijau, pastikan untuk benar-benar mengetahui sumbernya berasal dari laut yang bersih.

(nusaperdana.com)

Polusi pada air laut akan difilter oleh kerang hijau, sehingga kandungan zat-zat polutan bisa saja tertinggal dan mengendap di dalam daging kerang. Jika daging itu termakan dapat menyebabkan efek keracunan serius, atau menumpuk menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan di kemudian hari. Pikirkan kesehatanmu, jangan pertaruhkan untuk kenikmatan sesaat.

Kerang Hijau dari Teluk Jakarta

Nelayan dari Teluk Jakarta dikenal sebagai penghasil komoditas kerang hijau di Jakarta. Peran Teluk Jakarta memang juga cukup besar sebagai penggerak nadi perekonomian pesisir utara Jakarta. Namun pernahkah anda menyadari, bahwa pencemaran di Teluk Jakarta sudah ada di tahap yang sangat mengkhawatirkan. Itu berarti tangkapan nelayan dari Teluk Jakarta bisa sangat berbahaya untuk konsumsi.

(metro.tempo.co)

Tahun 1979, Badan Atom Nasional (BATAN) sudah menemukan kandungan logam berat yang tinggi di perairan Teluk Jakarta. Bahkan di Muara Angke, kadar logam berat terus meningkat dari waktu ke waktu. Karena parahnya pencemaran, Teluk Jakarta pun dijuluki sebagai teluk paling tercemar di Asia. Meski demikian, hasil laut dari Teluk Jakarta yang masih dijual bebas.

Diantara semua hasil laut Teluk Jakarta, kerang hijau menjadi yang paling banyak diminati karena banyak diolah menjadi kuliner favorit, selain itu harganya juga murah untuk dikonsumsi beramai-ramai bersama teman saat nongkrong. Jika konsumsi seafood dari perairan tercemar berpotensi mengakibatkan risiko lumpuh, cacat fisik, bahkan hingga kanker.

Penelitian Etty Riani dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, menyebut kerang hijau dari Teluk Jakarta mengandung merkuri 40 mg/kg lebih. Padahal untuk baku mutu per konsumsinya hanya 1 mg/kg saja. Peneliti Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI), Zainal Arifin, juga menemukan arsenik tiga kali lebih tinggi dari batas konsumsi.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Pullman Ciawi Vimala Hills, Resort yang Diapit Gunung di Ujung Jakarta

27 Hotel Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta yang Dirujuk Pemerintah

Destinasi Wisata Kopi Segera Hadir di Pulau Flores, Siap?

6 Hotel Staycation Murah 600 Ribuan di Tangerang dengan Kolam Renang

5 Hotel Kontainer di Jakarta untuk Rencana Staycation Setelah PSBB

7 Air Terjun Dekat Jakarta, Alternatif Destinasi Liburan Akhir Pekan

FALLBACK
The END