Sidebar

Festival Land of Edelweiss Bromo Siap Digelar November Mendatang

Anda hendak mendaki ke Gunung Bromo November ini? Jangan lupa untuk mampir ke Festival Land of Edelweiss yang diselenggarakan di bagian Pasuruan ini!

SHARE :

Ditulis Oleh: Astrid S

Bunga edelweis selalu menjadi hal yang menarik perhatian para pendaki. Dikenal sebagai bunga abadi karena bisa tumbuh lebih dari 10 tahun, nama bunga ini digunakan untuk festival yang akan diadakan bulan November mendatang. Tepatnya, pada tanggal 10 November nanti, Festival Land of Edelweiss akan diselenggarakan untuk pertama kalinya.

Baca Juga: 15 Fakta Menarik Bunga Edelweis yang Tak Banyak Orang Tahu

Mengambil tema “Harmoni Konservasi & Budaya Masyarakat Tengger”, acara ini akan diselenggarakan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Dengan luas lebih dari 50 hektar, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memiliki 4 (empat) pintu masuk, salah satunya dari Pasuruan. Desa Wonokitri-lah yang menjadi pemberhentian pertama sebelum melanjutkan perjalanan Anda ke Gunung Bromo dari Pasuruan.

Poster acara Festival Land of Edelweiss yang akan diselenggarakan November mendatang. (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)

Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan ketika datang ke festival ini, mulai dari melihat Festival Pawon Tengger, Festival Budaya Tengger, Festival Produk Kerajinan Edelweis, hingga Pemilihan Duta Edelweis. Tak hanya itu, akan ada pula peresmian Desa Edelweis sebagai ikon dari festival ini yang terletak di Desa Ngadisari dan Desa Wonokitri.

Sejak bulan September, Desa Ngadisari dan Desa Wonokitri sudah ditanami 5600 bibit bunga edelweis untuk setiap desanya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan desa wisata edelweis sekaligus melakukan budidaya bunga abadi ini. Budidaya ini dilakukan seiring maraknya para pendaki yang nakal memetik bunga edelweis ketika mendaki untuk oleh-oleh. Padahal bunga ini dilindungi oleh pemerintah karena keberadaannya yang mulai langka.

Pelatihan budidaya edelweis sudah lama dilakukan oleh masyarakat Desa Wonokitri guna menjadikannya Desa Edelweis. (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)

Baca Juga: Tips Liburan ke Bromo dan Cara Memilih Waktu Kunjungan Terbaik

Diharapkan nantinya masyarakat maupun pendaki tidak memetik bunga edelweis di area TNBTS tetapi mengambil bunga edelweis budidaya yang telah ada. Tak hanya itu, jika para pengunjung ingin berfoto di hamparan bunga edelweis, tidak perlu jauh-jauh mendaki ke Gunung Bromo. Cukup dengan datang ke Desa Edelweis, Anda sudah bisa menikmati indahnya bunga putih ini.

Namun, budidaya ini tidak akan berhasil tanpa kesadaran Anda terhadap pentingnya untuk tidak memetik bunga edelweis ketika mendaki. Mari jadi pendaki cerdas tanpa meninggalkan bekas yang buruk bagi lingkungan.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Kenapa Orang Jawa Dibenci Masyarakat Luar Pulau Jawa? Ini Alasannya

Pantai Kedung Tumpang, Pesisir Indah Tulungagung dengan Kolam Alami

Kampung Lumbung Hotel, Akomodasi Unik Ramah Backpacker di Malang

Ubud Hotel & Cottages Malang, Akomodasi Murah Ala Alam Tropis Bali

Jadwal Pembukaan Pendakian Gunung di Indonesia di Masa New Normal

Suku Osing di Banyuwangi, Kenapa Berbeda dengan Suku Jawa Lainnya?

FALLBACK
The END