Fakta Taman Sari Jogja yang Perlu Kamu Tahu

CC Flickr 2.0 Maarten van der Bent

Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu daerah di Indonesia yang pernah menganut konsep kerajaan memang tidak lepas dengan bangunan bersejarah dan juga mitosnya. Salah satu bangunan bersejarah yang membuat banyak orang berdencah kagum adalah Taman Sari, sebuah bangunan unik lengkap dengan kolam pemandian, kanal air, jembatan gantung, hingga lorong bawah tanah.

Well, jika kamu pernah ke Taman Sari pasti sudah tahu sudut-sudut inik di tamansari ini. Tapi, kamu sudah tahu belum fakta-fakta yang tersimpan dalam bangunan Taman Sari ini? Yuk cekidot!

Taman Sari dibangun pada masa Sultam Hamengku Buwono I di abad 17

Taman Sari dibangun pada masa kesultanan Hamengku Buwono I di tahun 1758 hingga 1765 atau sekitar 9 tahun. Dengan luas sekitar lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan berupa kolam pemandia, jembatan gantung, kanal air, lorong bawah tanah dan danau buatan.

Bangunan Taman Sari membentang dari barat daya kompleks Kedhaton hingga tenggara kompleks Mangunan

Kebun yang digunakan secara efektif sekitar tahun 1765 hingga 1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun sisa-sisa bagunan Taman Sari saat ini  yang dapat dilihat hanyalah yang terletak di barat daya kompleks Kedhaton saja.

Taman Sari didesain oleh orang Portugis yang sering dipanggil Demang Tegis

Pembangunan Taman Sari tidak lengkap jika tidak ada arsiteknya, menurut sejarah, salah satu aritektur bangunan bersejarah ini adalah orang berkebangsaan Portugis.

Tahun 1812 beberapa bangunan Taman Sari hancur akibat serangan Inggris, disusul dengan adanya bencana gempa bumi pada tahun 1867. Kompleks Taman Sari pun saat ini menjadi tidak jelas.

Lorong di Taman Sari tembus ke Pantai Selatan

Terowongan di Taman Sari sebenarnya ada dua jalur, jalur pertama tembus ke Sumur Gumuling, dan jalur kedua (konon)  tembus hingga ke Pantai Selatan. Mengapa orang sering bilang kalau tembus ke Pantai Selatan ya? Well, dulu sih katanya ada orang yang pernah mencoba untuk menyusuri terowongan kedua tersebut dan nggak terasa ternyata jalurnya sampai ke pantai Selatan. Katanya sih, jalur ini fungsinya sebagai sarana persiapan penyelamatan jika terjadi peperangan.

Nah, entah karena hal mistis atau tidak, yang jelas terowongan tersebut kini di pagar besi. Alasannya sih karena atap terowongan terbuat dari kayu yang jika dilewati pengunjung dikhawatirkan bisa membahayakan para pengunjung.

***

Well, itu adalah fakta-fakta yang dimiliki oleh Taman Sari. Jika ada fakta yang masih terlewat mengenai Taman Sari yang sudah Phinemo kupas, kamu bisa menambahkannya dikolom komentar.

 

Dapatkan ulasan menarik tentang dan tulisan Lain dari Wike Sulistiarmi

Tags: , ,

Pajang Iklan Anda Klik Untuk Daftar







Loading Next Article ....