Di Balik Letusannya, Berikut Fakta Gunung Merapi yang Tak Banyak Diketahui Orang

Ada banyak fakta Gunung Merapi yang terpendam dan tak banyak diketahui oleh orang-orang. Salah satunya, bahwa Gunung Merapi adalah gunung paling bahaya di Indonesia.

SHARE :

Ditulis Oleh: Rizqi Y

Jumat (11/5), sekitar pukul 07.45 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal di udara.

Gunung Merapi memuntahkan asap tebal dan debu panas dengan letusan freatik. BPPTKG menyampaikan bahwa kondisi kawah Merapi teramati asap putih tebal dengan tekanan lemah dengan status aktivitas Normal.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik dengan berita yang berlebihan.

Baca selengkapnya: Gunung Merapi Erupsi, Beginilah Hasil Rekaman Kamera CCTV Puncak Merapi

Gunung Merapi sendiri merupakan salah satu gunung di tanah Jawa yang cukup berbahaya. Apalagi setelah meletusnya gunung aktif ini pada tahun 2010 lalu hingga menyebabkan banyak korban berjatuhan.

Ada beberapa fakta Gunung Merapi yang hingga kini tak banyak diketahui orang. Mulai dari fakta geografis, letusan hingga fakta tentang cerita mitosnya.

Gunung Merapi merupakan gunung teraktif di Indonesia

Fakta Gunung Merapi, merupakan gunung teraktif di Indonesia. Foto dari @fringgailham1

Gunung Merapi memiliki siklus letusan sekitar lima tahun. Gunung ini meletus terakhir pada tahun 2010, di mana sang juru kunci Mbah Maridjan turut menjadi korbannya.

Erupsi 2010 juga menjadi erupsi terparah yang pernah dialami Gunung Merapi. Sebelumnya gunung ini pernah meletus pada tahun 1998, 2001 – 2003 serta 2006.

Secara geografis Gunung Merapi masuk dalam dua wilayah provinsi

Gunung Merapi masuk dalam dua wilayah provinsi. Foto dari @arfin710

Lereng sisi selatan Gunung Merapi berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan sisanya masuk dalam kawasan Jawa Tengah. Sisi barat Merapi masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, sisi utara dan timur masuk ke Kabupaten Boyolali serta sisi tenggaranya di kawasan Kabupaten Sleman.

Tahun 2004 silam, kawasan hutan di sekitar puncak resmi masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Mendaki sampai ke puncak Gunung Merapi merupakan tindakan ilegal

Fakta Gunung Merapi, pendaki tak boleh mendaki hingga puncak. Foto dari IG @prana_shndr

Kegiatan pendakian Gunung Merapi sebenarnya tidak dilarang, namun hanya boleh sampai di Pasar Bubrah saja. Itu artinya pendaki dilarang naik hingga ke area puncak. Pihak pengelola telah memasang papan larangan di area Pasar Bubrah, namun sayangnya masih banyak pendaki yang melanggar aturan tersebut.

Baca juga: Setelah Tutup 6 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Merapi Via Sapu Angin Kembali Dibuka

Puncak Garuda yang menjadi kebanggaan Gunung Merapi kini hanya tinggal kenangan

Puncak Garuda kini tinggal kenangan. Foto dari @anjarkuncoro

Puncak tertinggi Gunung Merapi berada di Puncak Garuda. Namun saat ini keberadaan Puncak Garuda sudah tidak bisa ditemukan lagi. Hal ini karena Puncak Garuda turut tergerus saat terjadinya erupsi Merapi tahun 2010 lalu.

Saat ini area puncak tertinggi ada di Puncak Tusuk Gigi, yang kerap kali dianggap sebagai Puncak Garuda. Padahal keduanya berbeda.

Tidak ada sumber air di jalur pendakian

Tak ada mata air di jalur pendakian. Foto dari @dedy.36

Fakta penting yang harus diperhatikan pendaki adalah tidak adanya sumber mata air di sepanjang jalur pendakian Gunung Merapi. Artinya pendaki harus menyiapkan air lebih banyak dari basecamp, terutama jika ingin camping di atas.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU