Sidebar

Berani Makan Kelelawar? Bacem Codot di Gunungkidul Bisa Jadi Pilihan

Berani Makan Kelelawar? Bacem Codot di Gunungkidul Bisa Jadi Pilihan

Siapa bilang kelelawar tidak bisa dijadikan hidangan lezat? Bahkan ternyata hewan ini memiliki banyak manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

SHARE :

Ditulis Oleh: Astrid S

Yogyakarta memang surganya makanan unik. Selain yang kekinian, hidangan tak biasa tradisional pun bisa Anda temukan di kota pelajar ini. Jika Anda adalah pecinta kuliner ekstrim, Anda harus berkunjung ke salah satu rumah makan di Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Yogyakarta. Di sini, Sukarwanti (50) menjual masakan codot bacem atau kelelawar bacem yang membuat orang rela datang ke daerah Gunungkidul.

Baca Juga: Indahnya Geoforest Watu Payung Gunungkidul Bak Negeri Dongeng

Keluarga Sukarwanti (50), telah menjual codot bacem sejak 40 tahun lalu. (Kabar Handayani)

Codot atau dikenal sebagai Cypnoterus titthaecheilus dalam bahasa Latin, merupakan jenis kelelawar yang memakan buah-buahan. Kaluraga Sukarwanti memilih untuk menjual codot bacem yang masih eksis hingga kini. Bahkan Sukarwanti merupakan generasi ketiga yang masih memegang warung codot bacem ini. Kurang lebih warung bacem codot ini sudah berdiri sejak 40 tahun lalu.

Selain makanannya yang tak biasa, ternyata untuk mendapatkan kelelawar liar pun butuh sebuah perjuangan. Biasanya Sukarwanti membeli codot dari para pencari kelelawar yang berasal dari Giriwungu dan Giripurwo, Panggang.

Para pencari kelelawar ini pun terkadang harus menuruni tebing karst dengan peralatan seadanya. Hal ini dilakukan agar mereka bisa mencapai gua yang merupakan habitat dari para kelelawar. Deburan ombak yang besar dari pantai selatan juga menjadi tantangan bagi para pemburu tersebut.

Baca Juga: Mi Ayam Ndeso Gunungkidul, Wajib Anda Coba Saat ke Yogyakarta

Tak hanya dibacem, ternyata codot di warung ini juga digoreng bahkan dibuat abon. (Daftar Wisata Jogja)

Dengan mengeluarkan Rp 7.000 per ekor, Anda sudah bisa mencicipi bacem codot legendaris milik keluarga Sukarwanti. Selain rasanya yang manis gurih dari bumbu bacem, daging codot yang sedikit alot namun tulangnya renyah.

Banyak orang yang mengatakan bahwa rasa dan tekstur dagingnya mirip burung puyuh. Selain bacem, codot di warung Sukarwanti juga diolah dengan digoreng maupun dijadikan abon untuk dibawa pulang.

Selain dagingnya yang unik, ternyata codot juga sarat khasiat. Codot diyakini bisa menyembuhkan asma, tekanan darah tinggi, kolestrol, dan kadar gula tinggi. Maka dari itu, tak hanya orang yang penasaran saja yang datang ke sini, namun penderita penyaki di atas juga langganan makan di sini. Bahkan banyak warga dari luar Gunungkidul memesan masakan Sukarwanti yang kaya akan rasa maupun gizi ini.

SHARE :


Rekomendasi

Tradisi Berburu Paus di Lamalera, Antara Budaya atau Kelestarian Alam
Montage Palmetto Bluff, Tempat Justin Bieber dan Hailey Baldwin Menikah
5 Tempat untuk Berenang dan Berfoto Bersama Hiu Paus di Indonesia
The St Regis Bali Resort, Hotel Megah Tempat Raja Salman Menginap
Danau Kaco di Gunung Kerinci, Cerita Tragis dan Misteri yang Melegenda
Musim Sakura di Jepang Tahun 2020 Dimulai Pada Bulan Maret
FALLBACK
The END