Ini Alasan Kenapa Kami Nggak Ikut Nyoba Naik Gunung!

Tuh kan ramai-ramai jadi seru Sumber

Banyak sekali cara yang bisa Kamu lakukan untuk menikmati keindahan alam. Traveling misalnya, yang sudah menjadi lifestyle di kalangan anak millennial kayak kita. Kamu juga bakal ketemu banyak orang yang ramai-ramai naik gunung. 

Nggak semua bisa dibuktikan dengan cara mendaki gunung!

Tapi, nggak semua orang ikutan naik gunung. Bukan cuma karena nggak kuat, ini alasan lainnya;

Banyak yang bilang kalau naik gunung bisa mendekatkan diri kepada Tuhan, tapi kami punya cara lain untuk mengagumi ciptaanNya 

Pray to Allah Sumber

Memuji ciptaan Tuhan wajib kami lakukan. Tapi nggak selalu diungkapkan dengan cara mendaki gunung kan? Kami bisa mengungkapkan hal itu dengan cara datang ke tempat-tempat wisata lainnya seperti tempat bersejarah atau pantai. 

Kami tidak itu mendaki karena nggak dapat restu dari orang tua

Restu orang tua itu penting Sumber

Restu orang tua itu penting untuk keselamatan selama pendakian. Pergi kemana saja sih nggak ada masalah, yang jadi masalah adalah ijin orang tua. Kami nggak berani melanggarnya kalau mereka sudah melarang kami buat pergi ke gunung.

Jalur pendakian menurut kami seram dan kami takut jatuh ke jurang

Dapat pengalaman nggak cuma dari mendaki saja kok Sumber

Untuk mencapai puncak tenntunya nggak mudah kan, banyak tantangan dan rintangan. Salah satunya adalah jalur pendakian yang dilalui. Serem deh membayangkan kondisi jalur pendakian itu. Gimana kalau terpeleset dan jatuh ke jurang?

Kadang sering geram sih, lihat berita soal sampah di gunung, jadi kami memutuskan untuk tidak mendaki, takut khilaf buang sampah di sana

Duh sampahnya Sumber

Semakin banyak pendaki yang memenuhi gunung, tentunya banyak juga sampah yang ada di sana. Kalau Kami ikutan mendaki, berapa banyak lagi sampah yang dihasilkan pendaki gunung? Yah meski pada akhirnya sampah dibawa turun kembali, tapi tetap saja produksi sampah yang dihasilkan sangat besar. Sedangkan di Indonesia sendiri belum memiliki sistem khusus untuk mengolah sampah dengan baik. Akhirnya, sampah pun cuma berakhir di tempat pembuangan akhir.

Gunung sekarang ramai, jadi nggak asik kalau buat menyepi

Kalau sepi gini asik kan? Sumber

Dulu sih suasana gunung emang cocok buat nyepi. Tapi sekarang gunung sudah ramai, banyak anak-anak yang ikut-ikutan mendaki jadi kesannya ramai dan kurang asik. Sedangkan kami termasuk orang yang nggak suka keramaian.

Saat musim pendakian tiba, sudah banyak para pendaki yang naik gunung, kami nggak mau ikutan menuhin gunung nanti malah merusak ekosistem alam

Duh kok ramai begini. Sumber

Penuhnya jalur pendakian dengan para pendaki, kadang tanpa disadari telah merusak tanaman di sepanjang jalur. Nggak sedikit tanaman yang rusak karena terinjak-injak. Hal seperti ini yang nantinya akan merusak ekosistem alam.

Mendaki gunung? Fisik kami nggak kuat buat trekking

Latihan fisik sih iya, tapi tetep aja nggak berani. Sumber

Banyak sih yang menyarankan untuk berlatih fisik sebelum mendaki. Tapi kami nggak mau ambil resiko untuk itu. Kondisi cuaca di alam bebas susah untuk ditebak. Meskipun kondisi kami fit saat mendaki, bisa jadi jatuh sakit saat berada di atas gunung.

Katanya, gunung itu serem, banyak setannya

Hih, serem. Sumber

Banyak sekali cerita, kalau di gunung itu serem. Kami nggak cukup nyali untuk menghadapi suasana horor di gunung, karena nggak setiap orang punya keberanian seperti kamu.

 

*** 

Gimana? Apakah Kamu setuju? Apakah Kamu juga punya alsan untuk tidak mendaki gunung?

Baca artikel menarik lainnya di sini!

Dapatkan ulasan menarik tentang dan tulisan Lain dari Mia Kamila

Tags: , , ,

Paket Produk Penawaran