Kereta Gantung di Gunung Kilimanjaro Dianggap Mengganggu Ekosistem

Pemerintah Tanzania yang berencana untuk membangun kereta gantung di Gunung Kilimanjaro mendapatkan penolakan dari berbagai pihak.

SHARE :

Ditulis Oleh: Tim Phinemo

Pemerintah Tanzania yang berencana untuk membangun kereta gantung di Gunung Kilimanjaro mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Gunung Kilimanjaro dikenal sebagai destinasi dengan daya tarik wisata alami, sehingga dikhawatirkan keberadaan kereta gantung akan memberi imbas negatif pada kelangsungan ekosistem yang ada.

Menurut Pemerintah Tanzania pembangunan kereta gantung dimaksudkan untuk mempermudah wisatawan yang secara fisik tak mampu mendaki ke puncak Gunung Kilimanjaro. Dengan adanya kereta gantung ini, Pemerintah Tanzania berharap semakin banyak wisatawan yang berkunung ke Gunung Kilimanjaro.

Beberapa gunung di Indonesia telah mengembangkan fasilitas kereta gantung yang memang terbukti mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan. Salah satu gunung yang semakin populer dengan kereta gantungya adalah kawasan Gunung Bromo. Tertarik merasakan kereta gantung di Gunung Bromo? Cari penawaran menarik di Phinemo Marketplace.

Sebelumnya Pemerintah Tanzania telah membangun kereta gantung di kawasan zona dilindungi yaitu Taman Nasional Table Mountain, Cape Town, Afrika Selatan. Keberadaan kereta gantung tersebut berhasil meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan sehingga pendapatan negara dari pariwisata juga turut meningkat.

Namun hal lain diungkapkan oleh pakar lingkungan setempat bahwa pembangunan kereta gantung dan fasilitas pendukung lainnya hanya akan memberikan dampak negatif pada alam karena berpotensi merusak ekosistem di Gunung Kilimanjaro. Dampak lebih lanjut dapat berujung pada punahnya suatu spesies flora atau fauna yang mendiami Gunung Kilimanjaro.

Asosiasi Porter Tanzania juga menyatakan dengan tegas menolak pembangunan kereta gantung di Gunung Kilimanjaro. Hal ini disebabkan karena ditakutkan akan mengurangi penghasilan porter dan lapangan pekerjaan akibat berkurangnya pendaki konvensional.

Pihak pendaki Gunung Kilimanjaro juga tak kalah tegas dalam menolak pembangunan kereta gantung. Mereka berpendapat pembangunan kereta gantung hanya akan merusak keindahan salah satu dari 7 summit dunia tersebut. Bahkan salah seorang pendaki telah memulai petisi penolakan kereta gantung di Gunung Kilimanjaro melalui laman Change.org.

Hingga kini pihak Pemerintah Tanzania menekankan bahwa pembangunan kereta gantung di Gunung Kilimanjaro baru masuk dalam tahap wacana dan memerlukan studi lebih lanjut. Meskipun demikian dipercaya bahwa Pemerintah Tanzania telah melakukan negosiasi dengan dua perusahaan kereta gantung dari China dan Eropa.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU