5 Kegiatan Seru di Bali yang Dapat Dilakukan Selama Hari Raya Nyepi

Meskipun semua kegiatan pariwisata di Bali akan dihentikan sementara, namun wisatawan masih diperbolehkan melakukan kegiatan seru di dalam hotel.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Tepat pada Rabu (25/3) mendatang, seluruh umat Hindu di seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Saka yang diperingati sebagai Hari Raya Nyepi. Bagi umat Hindu, Nyepi merupakan hari penyucian dewa dan dewi di pusat Samudera yang membawa intisari amerta, air kehidupan. Nyepi dilakukan dengan tapa brata, berdiam diri selama satu hari dengan tanpa melakukan aktivitas duniawi apapun.

Selama perayaan Nyepi berlangsung, Bali sebagai tempat yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Hindu akan menghentikan sementara kegiatan pariwisata. Semua tempat wisata dan akses keluar-masuk di Bali pun tidak akan beroperasi. Namun tenang, para wisatawan masih diperkenankan untuk berkegiatan seperti biasa asalkan tidak mengganggu jalannya perayaan Nyepi.

Agar liburan tetap terasa seru dan menyenangkan, wisatawan yang sudah terlanjur berada di Bali saat perayaan Nyepi dapat melakukan beberapa kegiatan berikut.

1. Turut Serta dalam Upacara Melasti

(Instagram/punapibali)

Sebelum perayaan Nyepi benar-benar digelar, masyarakat Bali biasanya akan mengadakan upacara Melasti. Melasti merupakan upacara penyucian diri dengan menghanyutkan kotoran alam ke lautan, tujuannya untuk menyucikan diri dari semua perbuatan buruk masa lalu. Berbagai benda sakral milik pura juga akan disucikan saat Upacara Melasti. Benda-benda tersebut terlebih dahulu diarak ramai-ramai keliling desa oleh masyarakat yang mengenakan pakaian adat Bali dan membawa sesajian.

2. Menyaksikan Pawai Ogoh-Ogoh

(kintamani.id)

Umat Hindu di Bali akan menggelar Upacara Ngrupuk atau Pangrupukan sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Upacara ini dilakukan dengan menyebar nasi tawur, mengobori rumah dan pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta membunyikan kentongan hingga ramai. Tujuan Ngrupuk adalah untuk mengusir Bathara Kala, simbol kejahatan, dari lingkungan sekitar tempat tinggal.

Upacara Ngrupuk di Bali dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan dari Bathara Kala. Ogoh-ogoh diarak keliling desa kemudian dibakar untuk mengusir kejahatan. Tempat paling tepat untuk melihat pawai ogoh-ogoh adalah Kuta dan Ubud. Wisatawan dapat melihat rombongan ogoh-ogoh yang menarik dan meriah disini.

3. Tradisi Omed-Omedan

(Instagram/ramitavillalegian)

Sehari setelah perayaan Nyepi, para pemuda di Denpasar yang berumur 17-30 tahun dan belum menikah akan menggelar tradisi omed-omedan. Tradisi ini diawali dengan sembahyang bersama memohon keselamatan, selanjutnya dibagi dua kelompok sesuai jenis kelamin. Peserta akan diarak dan saling berhadapan di jalan utama desa. Setelah aba-aba, pemuda di barisan depan akan saling tarik-menarik, berpelukan, bahkan berciuman sambil disiram air. Tujuannya untuk pencarian jodoh dan memperkuat rasa asah, asih, dan asuh antar warga.

4. Menikmati Hamparan Bintang di Langit

(whatsnewindonesia.com)

Saat perayaan Nyepi, seluruh jalanan di Bali menjadi kosong dan sangat sepi. Lampu atau cahaya di malam hari juga padam. Saat itu, udara di Bali akan terasa lebih segar dan bersih dari biasanya karena tidak ada polusi. Salah satu keuntungan berlibur di Bali ketika Nyepi adalah dapat menikmati ratusan hamparan bintang-bintang di langit tanpa bantuan apapun. Indah dan terasa sangat mendamaikan hati.

5. Maksimalkan Fasilitas Hotel

(Instagram/lustinherworld)

Meskipun semua kegiatan pariwisata di Bali akan dihentikan sementara, namun wisatawan masih diperbolehkan beraktivitas di dalam hotel atau penginapan asalkan tidak menimbulkan keributan. Selama itu, isi kegiatan harian dengan memanfaatkan fasilitas hotel semaksimal mungkin, seperti kolam renang, jacuzzi, gym, spa, dan lainnya. Wisatawan juga dapat menikmati beragam kuliner khas Bali di restoran hotel.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU