Sidebar

12 Tahun di Indonesia, Bule Prancis Ini Menggali Sumur Demi Air Bersih Bagi Warga Sumba

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Sumba, daerah bagian gugusan kepulauan NTT ini menyimpan banyak surga tersembunyi. Kecantikan alamnya sudah tidak diragukan lagi. Namun, dibalik hedonisme turis Sumba menghabiskan banyak uang untuk berwisata, terlihat pemandangan ironis yang menggetarkan hati.

Setiap hari warga setempat harus berjalan 2 kilometer untuk mengambil air sumur di dataran rendah. Susah sekali menemukan air bersih. Sering kali mereka harus rela mandi dan masak menggunakan air keruh.

Awalnya, Andre Graff hanyalah turis biasa yang datang untuk berwisata

Andre turun ke dalam sumur. Foto berasal dari sini

Berawal dari wisata, Andre Graff jatuh cinta dengan kehidupan lokal Sumba. Ketika Andre mengunjungi Sumba sebagai turis, dia merasa kehidupan warga Sumba sangat memprihatinkan. Dia merasa malu, seharusnya kamera mahal yang dia bawa selama liburan bisa digunakan untuk membantu warga setempat.

Akhirnya, dia memutuskan untuk menetap di Desa Waiwora untuk membantu mereka. Dia rela meninggalkan kehidupan mewah bergelimang harta di Prancis demi menolong mereka.

Dia menjual semua aset untuk membantu warga Sumba memperoleh air bersih

Foto berasal dari sini

Semua aset pribadi dia jual untuk membangun sumur pertamanya. Teman-temannya pun ikut memberikan sumbangan. Dia belajar bagaimana cara mencari air tanah, menggali sumur, dan membuat gorong-gorong beton agar tidak terkontaminasi dengan lumpur. Bahkan, dia tidak keberatan untuk turun langsung menggali sumur.

 

Andre tak berhenti hanya dengan satu sumur saja. Lebih dari 28 sumur telah dia bangun. Dia bercita-cita menciptakan sumur bertenaga surya dan berkeinginan membuat filtrasi air agar warga bisa menikmati air tanpa memasaknya terlebih dahulu.

Bahkan, tabungan miliknya ludes dan dia hidup sangat pas-pasan

Uang tabungan miliknya senilai 500 juta telah ludes untuk membangun sumur. Kini, Andre hidup serba pas-pasan. Penghasilan utama dia dapatkan dari hasil menyewakan rumah kecilnya di Prancis.

Sekarang, dia tinggal di atas sepetak tanah pemberian warga setempat. Sehari-hari, dia memasak tanaman yang dia tanam sendiri. Bahkan, dia sempat tidak mampu untuk mengobati penyakit dan membeli kacamata yang hilang jatuh ke dalam sumur.

***

Mencontoh Andre Graff, seorang turis itu tidak hanya datang untuk berwisata saja. Tapi, cobalah untuk peduli dengan sekitar. Yah, minimal dengan kebersihan lingkungan lah. Jangan buang sampah sembarangan.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Lila Boutik Residence, Hotel Butik Murah di Pedesaan Asri Canggu, Bali

Hongkong Kota Termahal di Dunia dan Kisah Pilu di Balik Julukannya

Danau Natron di Tanzania, Air Neraka yang Cantik Tapi Mematikan

5 Hotel di Jogja Dekat Pantai yang Berhadapan dengan Laut Selatan

Republik Palau Jadi Negara Pertama yang Larang Turis Pakai Sunblock

The Nautilus Maldives Tawarkan Paket Liburan Sambil WFH, Berminat?

FALLBACK
The END