Tips Mengusir Sepi dan Bosan Bagi Wanita Saat Solo Traveling

Solo traveling memang mengasyikkan. Namun rasa bosan sepi bisa menyerang kapanpun. Saran mengusir sepi ini mungkin bisa membantumu.

Umu Umaedah • August 20, 2015

fotografer-cewek

Foto dari allmac

Hei para wanita, melakukan hal yang kita cinta memang menyenangkan. Seperti solo traveling. Bertualang seorang diri benar-benar mengasyikan. Meski mungkin tak selamanya. Ada kalanya rasa bosan atau sepi datang menyerang.  Ini sering terjadi, bahkan pada para solo traveler yang sudah ratusan kali melakukan perjalanan.

Rasa sepi bisa saja muncul walau kamu berada di tempat ramai sekalipun. Yang ingin kamu lakukan adalah berusaha terlihat baik-baik saja di depan orang banyak.

Saran ini mungkin bisa sedikit membantu;

 

1. Buat dirimu terlihat bersinar saat duduk di tempat makan

Berkeliling wisata dengan mengendong ransel, memakai topi ala nona belanda, dan kacamata hitam tanpa seseorang yang mengiringi langkahmu. Sebagian orang mungkin akan berpikir, “betapa kasihan gadis itu.” Tak perlu pusing memikirkan ekspektas orang tentangmu, mereka hanya belum tahu betapa asyiknya solo traveling.

Santai dan nikmati semua proses perjalananmu. Kamu bisa mampir ke cafe, restoran mewah atau bahkan mungkin tempat makan kaki lima di pinggir jalan. Tak masalah dimanapun kamu makan, kuncinya adalah bagaimana kamu menikmatinya. Seorang akan terlihat bersinar saat santai.

 

2. Berbincanglah dengan seorang yang bisa membuatmu bersemangat

Para pejalan wanita mungkin terlihat tangguh, setangguh kaki yang jauh berjalan dengan betisnya yang besar atau ransel berdiri kuat dipunggungnya, pasti ia memiliki sisi saat ia rapuh. Ambil sebuah tempat duduk yang nyaman, pilih satu kontak di handphonemu, yang menurutmu bisa menghiburmu. Katakan bahwa kamu membutuhkan wejangan untuk mengembalikan semua gairahmu yang hilang untuk kembali melakukan perjalanan. Percayalah, terkadang sepenggal dua penggal ucapan dari seseorang yang menginspirasi, akan membuat semuanya menjadi lebih baik.

 

 

3. Mainkan kameramu!

fotografer-wanita

Foto oleh enixii

Perjalanan itu tentang sesuatu yang bisa membuat kamu tahu lebih banyak dari sebelumnya dan bisa membagikan hal tersebut dengan orang lain. Ambil beberapa gambar bercerita. Gambar tersebut bisa kamu jadikan bahan untuk kamu bercerita sepulang dari perjalananmu. Setelah menjadi pendengar, sekarang giliranmu untuk mengambil kursi menjadi pendongeng. Ceritakan pada mereka tentang hal-hal luar biasa di perjalananmu yang mungkin tak pernah mereka dengar sebelumnya dalam hidup mereka!

 

4. Kamu perlu sedikit bergoyang saat memutar musik kesukaanmu

Tanpa sentuhan musik sebagai soundtrack perjalanan, perjalananmu seperti makanan tanpa garam. Hambar! Menggoyangkan kepala, tangan, kaki, atau badan akan membuatmu rileks. Luapkan ekspresi sukamu terhadap apa yang sedang kamu lakukan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, santai dan nikmati saja.

 

5. Cobalah menulis

Mencoret-coret note mungilmu di tempat umum memang terlihat tidak biasa, dan terdengar membosankan -juga itu mungkin akan membuatmu terlihat seperti seorang penagih hutang.

Namun, cobalah, menulis akan membuatmu memiliki hal yang bisa dilakukan daripada hanya duduk tak melakukan apa-apa. Penulis perjalanan itu keren dan ia memiliki gaya tersendiri. Dan tentu, menulis perjalanan akan melatihmu menjadi seorang pengamat yang baik.

6.  Bertingkah bak wartawan

Terus diam di perjalanan perlahan akan membunuhmu, karena pikiran-pikiran buruk akan terus menghantui. Jenuh dan sepi akan sangat terasa. Menyapa orang yang sedang duduk di sebelah kursimu dan lempar senyum. Cari tahu sebanyak-banyanya informasi yang ingin kamu ketahui. Walaupun itu hanya sekadar cerita tentang burung kenari yang hinggap sebentar di taman kota kemudian terbang kembali karena akan ditangkap orang, percayalah itu akan menghiburmu dan mendapat tambahan sedikit informasi baru tentang tempat itu.

 

7. Melompat dari tempat tidur saat bangun pagi

Kamu bisa melompat saat bangun tidur di penginapan di jam sebelum agendamu di mulai. Masya dalam serial kartun ‘Masya and The Bear’ selalu melakukannya. Ada hal paling dirasa bahagia oleh seseorang saat ia bertindak konyol untuk membunuh waktunya.