Kenapa Kalimantan Tidak Ada Gempa? Ternyata Begini Alasannya

Kenapa Pulau Kalimantan tidak ada gempa? Pulau terbesar di nusantara ini disebut-sebut sebagai tempat yang paling aman dari bencana alam.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Beberapa waktu belakangan, wilayah Pulau Sulawesi dilanda oleh gempa bumi. Paling baru, pada dini hari ini (15/1/2021), terjadi gempa susulan di Majene, Sulawesi Barat. Gempa berkekuatan 6,2 SR tersebut membuat sejumlah bangunan roboh dan memakan tiga korban jiwa. Bahkan kantor Gubernur Sulawesi Barat pun turut ambruk, sejumlah warga mengungsi.

Sebagai negara kepulauan yang terletak di antara tiga lempeng tektonik, gempa bumi menjadi hal yang sangat biasa di Indonesia. Namun apakah anda tahu, bahwa ada satu daerah yang jarang atau mungkin tak pernah mengalami gempa bumi? Pulau Kalimantan. Pulau terbesar di nusantara ini disebut-sebut sebagai tempat yang paling aman dari bencana alam.

Kenapa Kalimantan Tidak Ada Gempa?

Dilansir dari CNNIndonesia.com, peneliti geologi kegempaan LIPI Danny Hilman menuturkan bahwa Kalimantan relatif lebih aman dari pulau lain di Indonesia karena berada jauh dari batas lempeng bumi. Tak hanya itu, Pulau Kalimantan juga tidak memiliki gunung berapi aktif. Kondisi inilah kenapa Kalimantan tidak ada gempa bumi tektonik maupun vulkanik.

Meskipun begitu, Kalimantan tidak sepenuhnya bebas dari gempa. BMKG menyatakan Pulau Kalimantan merupakan wilayah di Indonesia dengan aktivitas gempa paling rendah. Artinya, pulau ini memang punya catatan gempa dan sesar aktif. Namun demikian, semua gempa di Kalimantan tak memiliki potensi yang merusak dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kondisi geografis ini sangat jauh berbeda dari Pulau Sulawesi yang sering dilanda gempa bumi. Terdapat empat sesar aktif di Sulawesi, yaitu sesar Palu-Koro; sesar Saddang; sesar Gorontalo; dan sesar Matano. Sesar Palu-Koro adalah yang paling aktif di seluruh Indonesia. Kekuatan getarannya sangat besar, mencapai tiga kali lipat dibanding pergerakan sesar biasa.

Kalimantan memiliki tiga sesar aktif, yaitu sesar Tarakan; sesar Meratus; dan sesar Mangkalihat. Setiap sesar memiliki panjang sekitar 100 Km dan potensi gempa berkekuatan 7 SR. Sebagian besar sesar dalam kondisi tak aktif lagi dalam memicu gempa bumi. Yang patut diwaspadai adalah area utara Pulau Kalimantan, mengingat tragedi gempa di Sabah pada 2015.

Pada tahun 2015 lalu, kawasan Sabah, Malaysia dilanda gempa bumi yang berkekuatan 6 SR dan menyebabkan longsoran di Gunung Kinabalu serta kerusakan infrastruktur di Kota Ranau. Gempa tersebut berasal dari sesar Tarakan yang ternyata terhubung dengan sesar Palu-Koro. Wilayah yang relatif lebih aman terletak di Kalimantan bagian tengah, timur, dan barat.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU