Demi Permudah Akses, Perlintasan Kereta Menuju Borobudur Segera Dibangun

Jalur kereta api Jogjakarta - Jawa Tengah yang sudah "mati" sejak 1978 kini siap untuk direaktivasi lagi. Selain itu, perlintasan baru juga siap dibangun

Echi • November 9, 2016


Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk terus menggenjot jumlah kunjungan wisatawan. Jalur kereta api Jogjakarta – Jawa Tengah yang sudah “mati” sejak 1978 kini siap untuk direaktivasi lagi. Pengaktivasian kembali jalur ini untuk mempermudah akses wisatawan menuju Candi Borobudur.

Menteri Perhubungan Budi Sumadi Karya menjelaskan bahwa sebelum melakukan reaktivasi akan dilakukan mengecek sejumlah titik perlintasan Jawa Tengah serta alternatif titik perlintasan kereta Jogjakarta – Magelang. Reaktivasi jalur kereta api Jogjakarta – Magelang ini akan dilanjutkan hingga ke Candi Borobudur sehingga akses menuju candi lebih mudah. Kemudahan transportasi itu diharapkan dapat membuat Candi Borobudur semakin “laku” di pasar wisata dunia.

Menyadari akan pentingnya akses yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa Tengah ke Borobudur, Budi pun sudah merencanakan untuk mengintegrasikan jalur kereta api ke Borobudur dengan Solo, Jogja, dan Semarang. Candi Borobudur lebih mudah diakses dari berbagai kota di Jawa Tengah. Hal ini pasti juga akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Namun, upaya reaktivasi perlintasan kereta api mengalami sedikit kendala. Di perlintasan lama yang telah ada, berdiri bangunan-bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat setempat. Jika tetap dipaksakan, permasalahan sosial dan finansial masyarakat akan muncul di permukaan. Sebagai solusi, Budi mengatakan akan membangun jalur perlintasan-perlintasan baru yang akan dibangun pada tahun pertengahan tahun 2018. Budi menargetkan, jalur  perlintasan kereta api tersebut akan selesai pada 2019.

***

Reaktivasi perlintasan kereta api ini menjadi bukti konkrit bahwa pemerintah Indonesia serius memperbaiki dan meningkatkan potensi wisata Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, akses transportasi dan fasilitas menuju destinasi wisata di Indonesia belum senyamanThailand, Malaysia, dan Singapura. Tapi saya yakin, jika pemerintah terus meningkatkan sarana transportasi khususnya pada daerah destinasi wisata yang diutamakan, tahun 2020, sektor wisata Indonesia bisa mengungguli Thailand.


Tinggalkan Komentar

Komentar