Penulis dan editor yang suka jalan-jalan. Telah menerbitkan 8 buku. Buku perjalanannya 'Life Traveler' yang ditulis bergaya naratif masuk ke lima besar anugerah pembaca indonesia tahun 2012. Ia juga merupakan konseptor dari serial buku perjalanan The Journeys. Selain itu Windy juga menulis kisah-kisah perjalanan naratif di majalah-majalah.

Saat ini ia aktif berjalan-jalan sambil berbagi soal penulisan di pelosok-pelosok Indonesia. Bersama Hanny Kusumawati dan Nia Sadjarwo, ia mengembangkan writing table, sebuah sekolah menulis. Ia pun mengembangkan @jktonfoot, sebuah wadah opensource untuk menemukan rute-rute jalan kaki sambil mengeksplorasi kota bersama Novi Kresna dan Hanny Kusumawati.

Ia juga terpilih sebagai salah satu ikon inspiratif 2015 Hard Rock FM Bali untuk bidang traveling & writing.


Cerita dari Penulis Ini.

Pesona Indonesia yang Sesungguhnya: Marsiti dan Landingan dari Bromo

Kebaikan orang yang kita temui di perjalananlah yang membuat kita rindu pada perjalanan itu. Yang membuat sebuah tempat menjadi lebih berkesan dan memesona.

Di Suatu Tempat Bernama Sawenduy [2]

Yang pertama selalu sulit dilupakan, apalagi bila pengalaman pertama tersebut juga yang terbaik. Ini masih kisah tentang Kampung Sawenduy, Kepulauan Yapen, Papua.

Di Suatu Tempat Bernama Sawenduy [1]

Yang terbaik biasanya selalu kita simpan untuk diri sendiri. Namun, di sebelah utara Teluk Cendrawasih, di Kampung Sawenduy, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, penduduknya mengajari saya memberikan yang terbaik untuk orang lain.

Menghidupkan Karakter Dalam Kisah Perjalanan Naratif

Menjadikan orang yang ditemui diperjalanan sebagai tokoh utama adalah salah satu teknik kreatif dalam sebuah tulisan perjalanan naratif.

Mengapa Saya Memilih Tulisan Perjalanan Naratif

Tulisan yang baik adalah tulisan yang membawa pembaca turut serta, merasakan, dan dengan sendirinya menjelma teman perjalanan yang baik bagi pembacanya.