17 Tahun Keliling Dunia, Keluarga Ini “Menyerah” Juga

Bisa ya, 17 tahun keliling dunia bersama anak-anaknya.

Echi • January 17, 2017

Masing-masing traveler punya gaya perjalanan yang berbeda. Ada yang suka traveling ramai-ramai. Ada yang lebih nyaman jalan-jalan bareng agen perjalanan. Ada juga yang memilih jalan sendirian. Sedangkan, Candelaria dan Herman, pasangan traveler asal Argentina ini memutuskan untuk 17 tahun berkelana bersama keempat anaknya.

Traveling keliling dunia selama 17 tahun bersama mobil tua

traveler-argentina4

Candelaria dan Herman mengawali perjalanan bersama mobil miliknya pada tahun 2000. Selayaknya pasangan traveler, mereka berdua menggilai petualangan dan perjalanan yang menantang di jalan. Berpindah dari satu negara ke negara lainnya dengan mobil. Total lebih dari 40 negara telah dikunjungi.

Bukan mobil van keren seperti milik Alex si cewek solo traveler, tapi hanya mobil yang terlihat ringkih dan old school banget. Di dalamnya, terdapat semua barang yang dibutuhkan.

17 tahun keliling dunia bersama mobil tua, Candelaria dan Herman dikarunia empat orang anak. Pampa, anak pertama berumur 14 tahun lahir di Greensboro, Carolina Utara. Lalu, Teheue, 11 tahun, lahir di Argentina, Paloma, 8 tahun, lahir di Pulau Vancouver, Kanada, dan Wallaby, 7 tahun, lahir di Australia. Keren ya, setiap anak lahir di negara yang berbeda-beda.

Total lebih dari 2500 rumah telah disinggahinya

Bukan hanya bermalam di dalam mobil seperti para van traveler, Candelaria dan Herman tinggal bersama total lebih dari 2500 keluarga di berbagai negara. Bertemu dengan orang-orang dari segala penjuru dunia yang berbeda keyakinan dan kebudayaan. Namun, justru itulah yang mengagumkan dari perjalanan panjang yang dilaluinya.

Selama ini, biaya perjalanan dihasilkan dari menjual lukisan cat air dan menulis buku tentang pengalamannya. Banyak yang bertanya-tanya, memang cukup traveling ke Afrika dengan uang penjualan lukisan dan buku? Well, seperti yang Kamu lihat, mereka mampu melakukannya. Yah, salah satu menekan budget perjalanan ya dengan tidur menumpang di rumah warga lokal.

Ingin anaknya memperoleh pendidikan yang layak, Candelaria dan Herman memutuskan untuk mengakhiri perjalanan kerennya

Pengalaman adalah guru kehidupan yang paling baik. Candelaria dan Herman pun menerapkannya. Anak-anaknya tumbuh dan berkembang dari pengalamanan selama traveling. Ketika anak-anak di usia mereka belajar dari buku dan internet, mereka malah melihat dan membuktikannya secara langsung.

Namun, sepasang traveler asal Argentina ini menyadari bahwa mereka tidak bisa terus menerus hidup berpindah-pindah. Lalu, Candelaria dan Herman pun memutuskan untuk menghakhiri perjalanan panjang tahun ini agar anak-anaknya bisa menetap dan peroleh pendidikan yang layak.

***

Mau tahu kisah inspiratif para traveler lainnya? Baca kisahnya di sini,