facebook pixel

Pacu Adrenalin dengan Via Ferrata Tertinggi Ke-2 Asia di Gunung Parang, Purwakarta

Hobi olahraga ekstrim? Coba sensasi rock climbing via ferrata tertinggi ke-2 Asia di Gunung Parang, Purwakarta


CC Flicker 2.0 Cristian Bortes

CC Flicker 2.0 Cristian Bortes

 

Mendaki gunung dengan menenteng ransel besar kemudian berjalan belasan kilometer dengan jalan naik? Itu terdengar ‘biasa’ dan ini sudah banyak dilakukan. Tapi bagaimana dengan mendaki gunung batu dengan cara merayap (rock climbing)? Bertumpu pada peralatan, kekuatan tangan dan kaki. Kini untuk merasakan rock climbing tak perlu jauh-jauh hingga keluar negeri. Karena di Indonesia di sendiri olahraga adventure tersebut sudah bisa kamu temukan, tepatnya di Gunung Parang, Purwakarta.

Gunung Parang sebagai tempat rock climbing yang baru saja diresmikan pada awal Februari 2015. Pendakian ini dilakukan dengan via ferrata, ialah pendakian yang menggunakan kabel atau kawat baja yang membentang disepanjang rute dan menempel pada batu. Via ferrata di Gunung Parang adalah yang pertama di Indonesia dan merupakan yang tertinggi ke-2 di Asia. Indonesia sedikit kalah dari Malaysia dengan tertinggal 5-10 tahun. Malaysia telah memiliki wisata via ferrata di Gunung Kinabalu.

 

 

Ketinggian Gunung Parang mencapai 150 m. Cukup membuat lelah dan merinding terutama bagi kamu yang belum terbiasa dengan ketinggian. Untuk memanjatnya tak perlu buru-buru seperti dalam kompetisi. Lakukan dengan tenang agar semua berjalan lancar. Pernahkah membayangkan untuk menjadi seorang pemanjat gunung batu? Kamu bisa berandai-andai sedang menjadi tokoh Royce atau kedua anaknya Petter dan Annie dalam film Vertical limit. Membayangkan perjuangan mereka yang tengah mendaki di gunung batu yang begitu tinggi. Namun kamu tak perlu membayangkan perjuangan Royce untuk menyelamatkan kedua anaknya dari bahaya dengan cara memutuskan tali yang membuatnya jatuh. Bayangkan tentang nilai-nilai perjuangan untuk mencapai puncak. Perlu diingat bahwa sebenarnya puncak bukanlah tujuan akhir. Namun, proses untuk mencapainyalah yang paling berkesan dalam pendakian. Kamu akan merasakan sensasi bertualang dan berolahraga diketinggian dengan tawaran pemandangan indah dari puncak.

Mungkin akan timbul pertanyaan:

‘Tapi, saya bukan orang yang ahli di bidang itu.’ 

Pendakian Gunung Parang bahkan sangat aman untuk didaki dari umur 5-70 tahun, asal mereka tak memiliki phobia ketinggian. Karena pada dasarnya pendakian ini cukup membuat ngeri dengan jalur vertikal hampir membentuk sudut 180 derajat. Yang kamu perlukan adalah keberanian untuk menatap lebih luas dari atas. Menatap keindahan Kota Purwakarta dari ketinggian 963 mdpl.

 

Biaya via ferrata Gunung Parang

Pendakian sekaligus rock climbing di Gunung Parang memiliki tarif Rp 275.000 per orang. Biaya tersebut sudah meliputi makan siang, pemandu dan instruktur, peralatan mendaki yang aman, dan dokumentasi. Pendakian via ferrata Gunung Parang bisa menjadi alternatif para peminat pemanjat tebing namun tidak memiliki kemampuan atau keahlian. Berbeda dengan pemanjat profesional yang bahkan memanjat tanpa sama sekali menggunakan peralatan yang aman.

 

Lokasi: Gunung Parang, Kampung Cuhuni, Desa Sukamulya, Kec. Tegalwaru, Purwakarta

 

banner experience

Rekomendasi