Bosan Wisata Kota? Singgah ke Kampung Budaya Sindang Barang Bogor

kampung sindang barang

Foto berasal dari panoramio.com

Yang paling sering terlintas di pikiran kita jika berkunjung ke Bogor mungkin adalah hujan, angkot, Kebun Raya Bogor, atau destinasi kuliner favorit di Bogor. Pernahkah Anda terpikir untuk berkunjung ke Kampung Budaya Sindang Barang di Tamansari, Bogor?

Jika Anda punya minat yang besar untuk mengetahui kebudayaan asli Sunda, Kampung Budaya Sindang Barang bisa jadi pilihan destinasi wisata yang tepat bagi Anda. Wisata budaya di Kampung ini pun cocok bagi anak-anak, karena di sana Anda dan anak-anak dapat belajar banyak hal mengenai Budaya Sunda, melihat pertunjukkan dan atraksi khas Sunda dan tentunya menikmati keindahan alam Bogor yang masih asri.

Kampung Sindang Barang adalah kampung adat tertua di Bogor. Diperkirakan, kampung ini sudah ada sejak abad ke 12. Sindang Barang tak bisa lepas dari cerita kerajaan Sunda pada zaman dahulu, dimana terdapat kerajaan yang dibawahi oleh Prabu Siliwangi. Konon katanya, Kampung budaya ini dulunya merupakan tempat berlatih para ksatria kerajaan. Ada pula situs purbakala peninggalan Kerajaan Sunda yang bisa Anda lihat ketika trekking melewati persawahan dan sungai.

Kampung Sindang Barang berlokasi di Jalan Endang Sumawijaya, RT. 02 / RW. 08, Sindang Barang, Dukuh Menteng, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat, sekitar 5 km dari Kota Bogor. Sebagai tempat bermulanya Kerajaan Sunda Bogor, di kampung ini masih dilestarikan berbagai adat dan kesenian yang masih terus dilestarikan hingga kini, salah satunya upacara adat Seren Taun, yaitu upacara untuk mengungkapkan rasa syukur atas panen dan hasil bumi setempat.

Kampung Budaya Sindang Barang berbentuk perkampungan yang masih teguh memegang adat dan tradisi. Bentuk bangunan di perkampungan ini persis seperti apa yang tertulis dalam pantun Bogor tentang Kampung Sindang Barang, masih sangat kental dengan nuansa Sunda. Saat memasuki kampung ini, Anda akan menyaksikan Imah Gede, sebuah bangunan adat yang difungsikan sebagai tempat berkumpul, bermusyawarah para tetua adat. Tetua adat di kampung ini mempunyai julukan kokolot. Kampung Budaya ini memang menjadi tempat tinggal para kokolot dan seniman Sunda yang akan mengantarkan Anda mengenal lebih jauh budaya Sunda di sini.

Selain Imah Gede, ada banyak rumah tradisional Sunda yang difungsikan sebagai lumbung padi, dengan ukuran rumah yang lebih kecil, tanpa pintu, namun memiliki jendela di bagian atasnya. Tak jauh dari lumbung padi, ada Bale Pesanggrahan yang biasanya digunakan oleh tamu kehormatan untuk menginap. Selain rumah-rumah adat, ada pusat pelestarian kesenian, dimana Anda dan anak-anak bisa menonton pertunjukan tari jaipong, musik calung dan angklung, maupun gamelan.

Suasana sehari-hari di Kampung Budaya Sindang barang tak terlepas dari adat dan kebiasaan masyarakat Sunda zaman dahulu. Anda dan anak-anak dapat belajar menumbuk padi di Saung Lisung, memasak dengan menggunakan kayu bakar dan hawu alias kompor tradisional Sunda, belajar kesenian langsung dari para seniman, dan bahkan bercocok tanam. Sembari beristirahat, Anda akan disuguhi dengan pisang rebus maupun bandrek hangat, yang menambah kekhasan Sunda di tempat ini.

Bagaimana, Anda tertarik untuk singgah di kampung ini?

Baca juga:

Dapatkan ulasan menarik tentang dan tulisan Lain dari Desti Artanti

Tags: , , ,

Paket Produk Penawaran