Sessions, Restoran dengan Menu Makanan yang Berbeda di Setiap Sesinya

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Beberapa hari tinggal di Singapore dengan rombongan famtrip bersama Silkair membuat kami mendapat banyak pengalaman baru, terutama saat tinggal di kawasan Resort World Sentosa. Kami diajak mencoba beberapa resto dan juga tempat makan lain yang punya karakter berbeda di setiap tempatnya.

Pagi itu seorang pemuda sudah menunggu kami di lobby Festive Hotel. Setelah semua rombongan kumpul, kami dipandu untuk mengikuti langkahnya sambil berkata, “kita sekarang sarapan dulu ya di Sessions”.

Tak lama berjalan dari Festive Hotek tibalah kami di Sessions, yang ternyata merupakan resto di Hard Rock Hotel Singapore. Di sana sudah ada banyak tamu hotel yang sedang sarapan. Kami harus lewat proses pengecekan dulu sebelum masuk, untuk memastikan bahwa dalam rombongan kami tak ada tamu lain yang menyelinap. Mungkin sekaligus absensi barang kali ada yang tertinggal.

Baca referensi restoran lainnya di kawasan Resorts World Sentosa dengan klik di sini

Dari area depan kami disambut dengan menu makanan sarapan ala bule. Kami menyebutnya begitu, karena biaanya hanya para bule yang saraoan dengan buah dan roti-rotian. Masuk lagi ke bagian tengah ada banyak menu makanan, beberapa dimasak langsung oleh chef, jadi makanan lebih fresh dan masih hangat. Karena sudah penuh, kami mendapat tempat di paling belakang, di mana di ruangan ini tak ada makanan sama sekali. Terakhir kami baru menyadari bahwa ini adalah live cooking sessions, dapur yang kerap dijadikan sebagai ajang live cooking dari para chef.

Kami antri di bagian tengah resto. Di sini ada berbagai jenis menu mulai dari bubur, nasi, sosis, dimsum, scramble egg, kentang, dan banyak lagi. Pokoknya yang bagian tengah ini adalah makanan berat. Ada juga area khusus di bagian ujung untuk Kamu yang vegetarian.

Sarapan berlalu dilanjutkan dengan berbagai aktifitas. Tibalah waktu makan siang, dan kami kembali diajak ke Sessions. Kami pikir mungkin menu makanan yang disajikan akan sedikit sama. Tapi kami salah, karena Sessions ini ternyata punya sesi tersendiri baik untuk sarapan, makan siang atau makan malam. Jadi ada tiga sesi setiap harinya, yaitu:

1. Breakfast Session

Breakfast session ini berlangsung dari jam 7.30 – 10.30 waktu setempat. Waktu di Singapore itu beda satu jam dari Indonesia. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, dii sesi breakfast atau sarapan ini Kamu akan disajikan berbagai macam menu.

Untuk yang lebih suka sarapan roti Kamu bisa menikmati berbagai jenis roti dan kue di bagian paling depan dari Sessions. Letaknya persis setelah pintu masuk resto.Ada juga pemanggang roti untuk Kamu yang menginginkan roti panggang. Dilengkapi aneka jenis selai untuk toping.

Untuk yang lebih suka hidangan sandwich ada juga toping ikan salmon dan selada segar. Tak lupa disediakan juga bahan-bahan untuk yang ingin sarapan salad. Jagung manis, tomat buah, selada, kacang merah dan mayonnaise.

Tak ketinggalan aneka kue seperti brownies dan pie juga ada. Di sini kami mencicipi pie dan salad. Kue pienya lembut dan tidak terlalu manis. Saladnya segar, apalagi mayonnaise yang disediakan tidak terlalu asam.

Di konter buah sudah disiapkan beberapa keranjang buah. Ada buah plum, apel merah, apel hijau, semangka, melon, dan nanas. Buahnya tampak begitu segar dan fresh, tak ada satu atau dua buah yang sudah terlihat layu.

Beralih ke bagian tengah kami menemukan banyak menu, namun memang tidak semuanya halal. Waktu kami mengantri di konter omelet tiba-tiba chef mengatakan bahwa masakan di konter tersebut non halal. Pupus sudah harapan kami yang sudah ngiler dengan omeletnya yang menggoda. Kami menggantinya dengan scramble egg.

Mungkin harus menelan kecewa, karena sebagai orang Indonesia yang cenderung suka makanan gurih, ternyata scramble eggnya hambar dan tak berasa. Lalu kami baru sadar bahwa ini adalah makanan untuk vegetarian, mungkin karena itu juga masakan ini tidak ber-msg.

Kami berpindah ke menu nasi tim berbungkus daun tulip. Cukup menarik perhatian kami karena sepertinya enak. Dan benar saja, rasanya gurih dan pas dilidah orang Indonesia seperti kami ini. Nasi ini dicampur dengan jamur, daging ayam dan dibungkus daun tulip yang kering seperti keripik. Jenis berasnya pun sepertinya berbeda, karena lebih lembek nasi lainnya.

Sebagai saran, jika Kamu orang yang suka makanan gurih ada baiknya untuk memilih menu kentang panggang, nasi daun tulip, dimsum, atau sosis. Menu ini cukup guroih dan memiliki rasa. Dibanding menu lain seperti menu vegetarian dan bubur, rasanya cenderung ke hambar.

Baca referensi restoran di kawasan Resorts World Sentosa dengan klik di sini

2. Sweet Sessions

Sebetulnya kami tidak mencoba sesi ini, karena sudah sibuk dengan banyak agenda lainnya. Sebagai gambaran, sweet sessions ini merupakan sesi di mana Kamu bisa melihat Chef Kenny Khong menyiapkan berbagai jenis hidangan penutup. Di sini Kamu akan melihat langsung proses persiapan hidangan penutup yang akan disajikan pada tamu resto.

Di sesi ini juga akan disajikan berbagai jenis olahan pastry seperti wafel, aneka dessert dan pancake. Sayang sekali kami tak bisa mencicipi dessert di sesi ini. Jika Kamu pernah mencicipinya, Kamu bisa ceritakan pengalamanmu pada kami.

3. Crab Sessions

Crab Sessions ii terbagi dalam dua sesi, lunch sessions dan dinner sessions. Lunch dinner berlangsung dari jam 12.00 – 14.30, sedangkan dinner sessions berlangsung dari jam 18.00 – 22.00. Untuk last order atau pesanan terakhir disesi makan siang adalah jam 14.15 dan saat makan malam adalah jam 21.30.

Kami sempat mencicipi beberapa menu kepiting saat jammakan siang. Menu yang pertama datang adalah Louisiana Buckets. Menu ini prosinya cukup besar, cukup untuk makan 5-7 orang. Isinya ada kepiting ukuran besar, kerang, kentang dan jagung manis. Rasanya gurih dan pedas.

Sebelummakan kami diminta untuk memakai apron dan sarung tangan plastik. Petugas resto lalu menyiapkan talenan dan juga palu untuk memecah cangkang kepiting. Disaat yang sama juga beberapa menu lain muncul.  Nasi goreng seafood dan ca kangkung. Cukup kaget juga karena Sessions ternyata juga punya menu ca kangkung.

Satu per satu mulai sibuk dengan hidangan makan siang. Apalagi setelah lelah berkeliling area Resort World Sentosa, perut pun sudah harus segera diberi amunisi lagi. Kepiting mulai tercerai berai, kami larut dalam suasana makan yang khidmat. Daging kepiting yang lembut, bumbunya meresap dan pedas yang pas membuat kami makin asyik menikmati makan siang kami.

Nasi goreng seafood dan ca kangkungnya pun lezat. Gurih dan tidak hambar seperti beberapa masakan di sesi sarapan sebelumnya. Kami juga sempat mencicipi beberapa varian olahan kepiting. Salah satunya adalah kepiting lada hitam. Pedasnya terasa dan dagingnya juga lembut seperti olahan kepiting pada menu Lousiana Buckets sebelumnya.

Sebagai hidangan penutup atau dessert, kami memesan frozen yogurt tower. Bentuknya lucu dan fotogenik. Tak lupa sebelum menyantapnya kami ambil dulu beberapa gambar untuk bahan upload ke Instagram.

Frozen yogurt tower ini adalah es krim yogurt yang manis dan asam. Dibentuk cantik sedemikian rupa dengan hiasan permen kapas menyerupai sebuah tower yang menjulang tinggi. Segar dan lengkap sudah makan siang kami di Sessions.

 

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU