facebook pixel

Ijen Kini Punya Rumah Pohon. Alternatif Baru Saat Mampir ke Ijen

Yaudah deh mending ke Ijen Shelter aja! Menurut saya ini keren banget!


Gunung Ijen memang memiliki keunikan tersendiri bagi para wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Blue fire yang jarang ditemukan di dunia membuat Gunung Ijen menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk datang melihat api berwarna biru di kawah Ijen.

Sekarang bukan hanya melihat api biru, Kamu juga bisa menginap di rumah pohon di Ijen

Melansir dari Republika, Baru-baru ini Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar mengunjungi sebuah resor anyar di Ijen yang diberinama ‘Ijen Shelter’. Di sini, Bupati Banyuwangi ditemani oleh sang Istri untuk mencoba berbagai wahana baru di kawasan kaki gunung Ijen.

ijen shelter

Ini suasana panahan di Ijen Shelter. Sumber foto

Di Ijen Shelter ini bukan resort biasa karena di sini wisatawan yang sedang berwisata ke Ijen bisa menginap di rumah pohon berkapasitas lima orang berfasilitas lengkap seperti hotel.

ijen shelter

Ini rumah pohon di Ijen Shelter. Sumber dari sini

Selain bisa menginap di rumah pohon, ternyata wisatawan juga bisa melakukan aktivitas lain, melakukan olahraga panahan, menikmati hidangan dengan pemandangan alam Ijen, dan juga makan di sebuah gubuk ala jaman dulu di sini.

ijen shelter

Ini sisi lain dari Ijen Shelter. Sumber foto dari sini

Ijen Shelter ini ternyata hasil karya dari seorang Bule Jerman

ijen shelter

Daniela, si bule Jerman. Sumber foto

Melansir dari TribunSurabaya, usut punya usut ternyata rumah pohon di Ijen ini ternyata dicetuskan oleh seorang Bule Jerman bernama Daniela Hempel (43).

Cerita dibalik pembangunan Ijen Shelter yang menarik

ijen shelter

Salah satu spot menarik di Ijen Shelter. Sumber foto

Awal mula mengapa Daniela membuat Ijen Shelter karena sebuah kejadian tragis karena kecelakaan yang mengharuskan dia untuk beristirahat total. Saat itu dia tidak bisa berbuat apa-apa,.

“Setelah kecelakaan kaki saya tidak bisa bergerak. Akhirnya muncul ide untuk membuat rumah pohon. Agar saya bisa bersantai di sini,” Ujar Daniela.

Daniela ternyata memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang cukup baik

Bukan hanya menguasai bahasa Indonesia, Daniela mengaku menguasai 6 bahasa. Kemampuannya ini ia manfaatkan untuk mengajari anak-anak sekitar Banyuwangi untuk belajar Bahasa Inggris setiap hari Selasa dan Kamis. Bukan hanya itu saja, Bule asal Berlin ini juga mengajarkan para pemandu untuk mempelajari bahasa Jerman, Perancis, Rusia, dan lainnya.

“Saya bisa enam bahasa. Kalau ada pemandu wisata ingin belajar bahasa lainnya, saya siap,” ujar Daniela.

Daniela yang akrab dipanggil Ela ini sebenarnya sudah tinggal di Indonesia selama dua tahun. Ia pertama kali tinggal di Tanah Batak, lalu pindah ke Sukabumi, dan berakhir di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi menyambut Ela dengan senang hati

Abdullah Azwar Anas mengaku sangat respect dengan kedatangan Ela di Banyuwangi, karena bukan hanya berbisnis, tapi dia juga memberikan edukasi kepada anak-anak dan warga sekitar saat menggarap Ijen Shelter.

***

Meskipun diketahui Ela menghabiskan uang hingga Rp 200 juta, namun Ela mengaku merasa nyaman berada di Banyuwangi.

“Saya lebih kerasan di Banyuwangi. Saya suka dengan masyarakatnya. Saya mau tinggal di sini,” pungkas Ela.

Kejadian ini memberi gambaran kepada kita sebagai orang Indonesia untuk selalu bangga dengan Indonesia, karena para bulepun mencintai Indonesia.

Baca juga:

 

banner experience