Hal yang Perlu Diketahui Saat Berkunjung ke Pulau Komodo

Saat berkunjung ke Pulau Komodo, ada beberapa hal penting untuk diperhatikan.

SHARE :

Ditulis Oleh: Johan Vembrianto

Foto dari SkyscraperCity

1. Sewa kapal jauh hari

Saat saya berkunjung ke Pulau Komodo bersama teman-teman kantor, kami menyewa kapal sebulan sebelum kami berkunjung.

Saya berkaca pada pengalaman kawan saya yang telah jauh-jauh berkunjung ke Flores namun akhirnya batal ke Pulau Komodo hanya karena semua kapal telah penuh dipesan. Hal ini sering terjadi saat musim liburan.

Note : Banyak kontak persewaan kapal ke Pulau Komodo di internet. Harga kapal berkisar antara 3 – 7 juta dengan kapasitas 15 – 20 orang.

2. Latihan fisik sebelum berkunjung

Sebelum berkunjung ke pulau ini, saya memutuskan berangkat kantor dengan bersepeda untuk mempersiapkan fisik. Di Pulau Komodo -dengan luas ratusan kali lapangan bola, kita dapat memilih trekking jarak pendek, sedang atau jauh. Jika tak mempersiapkan fisik dengan baik, selain merugikan diri kita sendiri karena tak dapat secara penuh menjelajah Pulau Komodo, juga akan menghambat rombongan karena kita dilarang bepergian seorang diri.

3. Dilarang memisahkan diri

Sesampainya di Pulau Komodo, saya dan rombongan mendapat pengarahan dari para polisi hutan atau disini dikenal dengan nama jagawana berseragam abu-abu. Saya dan teman saya menyebut mereka pendekar Pulau Komodo, karena kemanapun mereka pergi selalu membawa “tongkat sakti”, yaitu tongkat kayu dengan ujung bercabang seperti ketapel ukuran besar.

Tongkat tersebut ternyata berfungsi untuk menghalau Komodo jika ada yang menyerang wisatawan.

Kami mendapat pengarahan untuk tak berjalan sendiri karena Komodo selalu menyerang mangsa yang bergerak sendirian, dan jangan pernah jauh-jauh dari ranger.

4. Untuk wanita, hati-hati jika sedang menstruasi

Saat saya dan rombongan kantor berkunjung, ada 2 orang teman wanita yang akhirnya dilarang melakukan trekking karena mereka dalam masa awal menstruasi. Komodo sangat peka dengan bau darah, bahkan yang berjarak berkilo-kilo meter jauhnya. Komodo dapat berubah menjadi ganas dan agresif jika mencium bau darah.

5. Jika dikejar Komodo, lari ke rumah panggung terdekat

Di pulau ini, jangan bayangkan akan melihat komodo di dalam kandang. Mereka benar-benar bebas, tak ada batas apapun yang menghalangi mereka dengan kita.

Pada dasarnya, sangat jarang ada kasus penyerangan komodo pada manusia. Namun para ranger tetap menjelaskan cara menghadapi kemungkinan terburuk diserang komodo.

Larilah secara zig-zag, karena Komodo sudah berbelok. Jangan naik ke atas pohon karena komodo muda dapat dengan mudah memanjat pohon. Lari ke rumah panggung, tangga masuk rumah ini didesain agar komodo tak dapat memanjatnya dengan mudah.

6. Lupakan parfum

Teman wanita saya ditegur ranger dan disarankan mengganti pakaian -yang baru dibelinya di Labuan Bajo dan mencuci kulitnya karena parfumnya yang begitu menyengat. Penciuman komodo sangat tajam, penggunaan wangi-wangian yang menyengat dapat membahayakan diri.

7. Larangan menggunakan baju merah hanyalah mitos

Ada mitos beredar wisatawan dilarang menggunakan baju merah karena dapat membuat komodo menjadi agresif menyerang kita. Setelah mengobrol dengan jagawana di pulau ini, hal tersebut ternyata hanyalah mitos. Memakai baju apapun jika kita tak sengaja membuat mereka terganggu kita akan tetap diserang.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU