Fakta-fakta Tradisi Meugang Aceh yang Perlu Kamu Tahu

Foto oleh Rahmad/Antara

meugang

Foto oleh Rahmad/Antara

Ada sebuah tradisi yang turun temurun selalu dilaksanakan menjelang bulan ramadhan di Aceh, Meugang namanya. Tradisi yang belum pernah saya jumpai sepanjang pengalaman saya menyambut ramadhan di kota lain. Tradisi ini dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Selain menjelang bulan ramadhan, juga menjelang idul fitri dan idul adha.

Seminggu sebelum ramadhan, masyarakat mulai disibukkan berbagai macam persiapan yang akan mereka lakukan pada hari H Meugang. Meugang sendiri dilakukan sehari sebelum ramadhan minggu pertama. Dan itu akan menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu bukan hanya orang dewasa, bahkan sampai ke remaja dan anak-anak. Selain itu Meugang juga menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan bagi masyarakat Aceh yang mungkin kebetulan sedang berada di luar kota atau merantau. Mereka yang berada diluar Aceh, biasanya akan langsung bergegas pulang begitu mendekati hari Meugang.

Meugang merupakan tradisi dimana berkumpulnya seluruh anggota keluarga untuk menikmati acara makan daging bersama. Selain itu, dalam tradisi ini semua elemen masyarakat bisa menikmati daging Meugang, tanpa ada perbedaan sedikitpun. Saya bahkan dibuat terharu dengan suasana kebersamaan dan kekeluargaan diantara mereka ketika Meugang. Meski jauh dari keluarga, keakraban ini membuat saya turut merasakan “kehangatan” sebuah keluarga. Dan tahun ini menjadi kali kedua saya akan mengikuti tradisi Meugang di Aceh. Ada hal-hal unik dari Meugang yang saya amati selama saya hidup di Aceh, seperti :

1. Membuat lemang dan tape

Lemang dan tape merupakan dua makanan wajib yang harus ada ketika Meugang. Meskipun sama-sama terbuat dari beras ketan, tapi cari mengolahnya berbeda.

Saya paling semangat jika sudah acara membuat Lemang dan Tape. Bukan karena semangat membuat, tetapi semangat untuk segera icip-icip hasilnya!

Lemang sendiri merupakan beras ketan yang sudah dicuci bersih, dimasukkan kedalam bambu ukuran sedang berukuran panjang setengah meter yang sebelumnya sudah dilapisi dengan daun pisang didalamnya, kemudian ditambahkan santan dan siap untuk dibakar. Sedangkan tape, beras ketan yang sudah dimasak setengah matang terlebih dahulu, kemudian dilumuri ragi dan dibungkus kecil kecil dengan daun pisang dan setelahnya didiamkan selama dua atau tiga hari.

Dua makanan inilah yang sangat dinanti ketika hari H Meugang dan biasanya disetiap rumah pasti menyiapkan ini. Lemang dipotong-potong setelah dikeluarkan dari bambu, kemudian siap disantap dengan Tape. Perpaduan rasa manis dan gurih di lidah, dijamin bikin ketagihan.

2. Tak lengkap tanpa gulai daging

Sehari atau dua hari sebelum hari Meugang, tidak hanya dipasar, di pinggir jalan sepanjang Kota Meulaboh maupun kota lainnya yang ada di Aceh mulai ramai dengan penjual daging. Ya, daging ciri khas yang harus ada ketika Meugang. Pernah suatu hari ketika saya bertanya ke ibu kepala desa tempat saya tinggal, ‘Bu,kenapa harus beli daging untuk Meugang?‘ si ibu dengan santai menjawab, ‘Memang sudah seperti itu sejak dulu, tak lengkap rasanya kalau tak memasak Gulai Daging pada saat Meugang.’ Ternyata seperti itu. Jadi tidak hanya Lemang dan Tape, kita pasti disuguhi gulai daging lezat ketika berkunjung ke rumah masyarakat Aceh ketika hari Meugang. Terlebih lagi di nikmati bersama-sama, itulah yang membuat yang merantau akan buru-buru pulang ke Aceh.

3. Meugang = baju baru!

Saya pernah dibuat terheran-heran, ketika dua hari menjelang hari Meugang, hampir setiap orang yang saya temui bertanya, ‘Ani udah beli baju baru belum?’ atau seperti ini ‘Ni, Mau beli baju dimana?’ dan yang lebih ekstrim lagi menurut saya, ‘Ni, ayo hari ini aja ke toko bla bla bla, nanti abis lho model baju yang bagus, gak bisa Meugang kamu Ni.” Hadeuhh. Seperti itulah salah satu hal unik menurut saya tentang Tradisi Meugang di Aceh.

Bagi sebagian besar masyarakat, Meugang berarti harus pakai baju baru. Selain karena hari Meugang bagi masyarakat Aceh merupakan hari spesial sebelum ramadhan, juga karena pada saat Meugang, mereka tidak hanya berkumpul di rumah sendiri, melainkan saling mengunjungi rumah kerabat satu sama lain.

4. Berbondong-bondong ke pantai

Hal lain yang masih identik dengan hari Meugang yaitu pantai. Bagi masyarakat Aceh, khususnya Kota Meulaboh, pantai menjadi tempat yang wajib dikunjungi ketika hari Meugang. Selain untuk menikmati suasananya, juga menjadi ajang mereka mempererat silaturahmi antar keluarga, teman ataupun sahabat. Jadi jangan heran ketika hari Meugang di Aceh, hampir semua pantai yang ada akan sangat ramai pengunjung.

 

 

Dapatkan ulasan menarik tentang dan tulisan Lain dari Nisriani

Tags: , , ,

Paket Produk Penawaran