Begadang menyelesaikan beberapa naskah artikel yang harus segera ku-posting di phinemo.com membuat mata ini begitu berat untuk terbuka. Kulirik arah jam dinding, masih pukul 05.00 WIB. Matahari masih malu-malu menampakan wujudnya.
Terdengar rintik hujan di luar sana. Bagus! Hujan di pagi hari ketika bangun tidur merupakan salah satu hal terbaik dalam hidup. Dinginnya suhu membuatmu memiliki alasan untuk tetap menempel di kasur dan menarik kembali selimutmu.
Itu yang kulakukan jika aku tak segera teringat kalau pagi ini aku harus berkemas. Keberangkatan menuju Lombok siang nanti tak bisa ditunda. Aku berjanji dengan seorang teman untuk menemaninya menikmati keindahan Pantai Senggigi.
Segera kuberanjak dari tempat tidur. Selesai mandi kunyalakan televisi. Acara berita masih berkisar tentang pencarian jenazah korban jatuhnya pesawat salah satu maskapai di lautan Karimata.
Sebagai seorang yang cukup sering menggunakan jasa maskapai tersebut karena fasilitas promo tiketnya yang begitu menggiurkan, aku sempat ragu untuk kembali menggunakan jasa maskapai tersebut, namun pikiran seperti itu segera kuhilangkan. Setiap maskapai tentu telah melakukan yang terbaik untuk semua penumpangnya. Pikiran positif itu yang coba terus kutanamkan dalam kepalaku.
Aku sempat tak sengaja menonton tayangan evakuasi korban jatuhnya pesawat tersebut. Hal bodoh ditunjukan oleh media di Indonesia. Mereka menayangkan secara live proses pengangkatan jenazah dari lautan tanpa teknis blur yang memadai. Dari dulu aku tak begitu suka dengan kualitas berita yang disajikan oleh 2 stasiun tv dengan warna dominan merah dan biru itu. Mereka seperti kumpulan orang-orang yang berlomba menyajikan hal-hal buruk pada orang-orang.
Aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarga korban yang menyaksikan tayangan tersebut. Semoga mereka dikuatkan dalam menghadapi musibah ini.
Tak menemukan hal menarik, kumatikan kembali televisi. Secangkir kopi hangat dan beberapa potong pisang goreng menemani aktifitas packingku pagi ini.
Packing merupakan salah satu bagian favoritku saat traveling. Ada beberapa barang yang selalu kubawa kemanapun aku pergi, barang-barang yang mungkin menurut orang lain sepele, tapi bisa jadi sangat bermanfaat ketika mengiringi perjalananmu.
photo from https://www.flickr.com/photos/joelmontes/
Baiklah, kamu bisa melakukan semuanya dengan smartphonemu, tapi sensasi berbeda akan kau dapatkan saat merasakan gesekan pena dan kertas di pergelangan tanganmu.
Dengan pena dan buku kecilmu kau dapat dapat menulis apa saja yang harus kau beli untuk oleh-oleh nanti, kau dapat menuliskan nomor orang asing yang baru saja kau ajak kenalan karena dia mengenakan sebuah topi yang keren di halte bus, kau dapat menggambar peta jalan kembali kerumahmu. Tak boleh ketinggalan, kau bisa menulis puisi tentang bobroknya bus yang kau tumpangi.
Mungkin terdengar tak begitu penting, namun cobalah. Kau akan tersenyum sendiri saat membacanya sepulang perjalanan.
photo from https://www.flickr.com/photos/23282130@N05/
Sebuah perkakas yang telah dikenal manusia sejak zaman mesir kuno. Usiaku tak setua itu, aku baru mengenalnya 12 tahun lalu saat kegiatan pramuka di sekolah dasar.
Belilah tali dengan ukuran kecil, namun kuat. Hal tersebut bisa sangat berguna. Kau dapat mengganti tali sepatu atau ikat pinggangmu yang putus dengan segera, menggunakannya sebagai tali jemuran di hostel tempatmu menginap, dan kau dapat menggunakannya untuk menguatkan ranselmu saat kau terlalu banyak membeli oleh-oleh. Ikatlah tali hingan gulungan yang paling kecil kemudian masukan saku. Percayalah kau akan membutuhkannya.
photo from https://www.flickr.com/photos/sand_and_sky/
Kita tak tahu sedingin apa suhu daerah yang kita kunjungi saat malam hari. Aku lebih memilih kepanasan dari pada menggigil kedinginan. Kaus kaki wol tak pernah kutinggalkan, mereka salah satu teman setiaku saat bepergian.
Aku lebih memilih lupa membawa celana cadangan dibanding tak membawa kaus kaki wol.
photo from https://www.flickr.com/photos/conejoazul/
Buku kesukaan akan menyelamatkanmu dari situasi-situasi tak menyenangkan di perjalanan seperti menunggu bus yang datang terlambat, cuaca buruk di hostel, atau saat orang yang di sebelah anda saat perjalanan tak mau diajak berbicara.
photo from https://www.flickr.com/photos/_-o-_/
Kalian yang hobi mengikuti kegiatan pramuka mungkin mengerti betapa pentingnya kotak ini.
Kau dapat mengisi kotak tersebut dengan hal-hal kecil yang mungkin dapat dengan mudah tercecer seperti benang untuk menjahit, jarum, rautan pensil, penghapus, tiket bus, receh, sikat gigi, peniti, kontak lensa cadangan, pisau cukur, pisau lipat serta kantong plastik.
photo from https://www.flickr.com/photos/81534236@N07
Benda ini penting, terutama kita yang hidup di sebuah negeri tropis. Bukan masalah menghitamnya kulit, tapi lebih pada pencegahan dari kanker kulit. Gunakan tabir surya dengan bahan-bahan yang aman untuk kulit. Tabir surya merupakan benda ajaib menurutku.
Bayangkan, sinar ultraviolet, datang begitu jauh dari luar angkasa sana, yang dipenuhi berbagai materi tak dikenal dan mungkin mematikan, datang dengan kecepatan super cepat dari sebuah bola api besar, semuanya dikalahkan oleh sebuah gel berwarna putih, luar biasa bukan?
photo from https://www.flickr.com/photos/sarahakabmg/
Kau mungkin tak menemukan alasan untuk membawa benda ini, tapi bukankah kau juga tak menemukan alasan untuk tak membawa benda ini? Bawalah, dan kau akan tahu kegunaannya.
Benda ini masuk kategori sangat penting, terutama saat kau melakukan solo traveling. Kita tak pernah tahu bagaimana kebiasaan tidur orang yang duduk di sebelah kita saat dalam perjalanan. Menjaga mood adalah salah satu hal penting saat traveling. Jangan biarkan moodmu rusak hanya karena suara dengkuran yang mengerikan dari orang asing di sampingmu.
Persiapan maksimal menjadi kunci penting lancar tidaknya perjalanan kita nanti. Tiap orang tentu memiliki pandangan tersendiri mengenai barang-barang “sangat penting” yang harus dibawa.
Mungkin ada seseorang yang begitu penting untuk membawa sebuah tali pengikat anjing agar dapat mengajak jalan-jalan tiap anjing liar yang dia temui di luar sana.
Terdengar sepele bagi kita, namun begitu penting baginya. Begitu juga diriku, barang-barang di atas mungkin terdengar sepele, tapi aku tak akan bepergian jika barang-barang tersebut belum tersedia lengkap dalam ranselku.