5 Titik Terbaik Untuk Menikmati Keindahan Banda Aceh dari Ketinggian

Memotret garis kota Banda Aceh salah satu atraksi menarik di lereng bukit Mata Ie. Foto oleh Makmur Dimila

Out of the box, saran yang paling hits belakangan ini. Menyelesaikan masalah, mencari ide, mendesain, bahkan dalam traveling, perlu keluar dari kebiasaan. Bila Banda Aceh saya umpamakan sebuah kotak, berikut adalah tempat-tempat yang membuat kamu ingin sejenak keluar dari kotak itu.

Saya coba keluar dan inilah 5 titik terbaik untuk menikmati Banda Aceh dari ketinggian.

1. Puncak Mata Ie Hillside, pagi berselimut kabut

banda aceh dari ketinggian

Memotret garis kota Banda Aceh salah satu atraksi menarik di lereng bukit Mata Ie. Foto oleh Makmur Dimila

Pagi itu saya menempuh perjalanan 30 menit ke barat daya Kota Banda Aceh. Mengambil Jalan Batoh ke Keutapang. Melewati Stasiun TVRI Aceh hingga mulai menanjak perbukitan selepas Kompleks Rindam Iskandar Muda.

Sekitar 1 km kemudian, saya hentikan sepeda motor di sisi badan jalan berkelok. Ada pemandangan kabut selimuti pagi jauh di seberang jurang sana. Dengan sinar matahari yang baru saja terbit.

Saya panjati lereng bukit bebatuan karst, merayap dalam ilalang. Tak sampai di puncak bukit, hanya di ketinggian sekitar 300 mdpl. Di depan saya, terbentang skyline Banda Aceh dan Aceh Besar yang menyatu. Kabut pagi masih selimuti dua daerah bertetangga ini.

Tampak Kompleks Rindam, pepohonan, tanah lapang, dan perkotaan. Coba dakilah ke puncak bukit di sebelahnya bila ingin melihat panorama Banda Aceh yang lengkap.

Bukit Mata Ie ini berada di jalan yang sama menuju Wahana Mata Ie Hillside Waterboom and Adventure. Terletak di Desa Mata Ie, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Butuh keberanian untuk melihat keindahan panorama di titik ini, jika sudah terbiasa dengan wisata mainstream di Wahana Mata Ie itu.

 

2. Puncak Kampung Jacky Chan, menanti lampu menyala

banda aceh dari ketinggian

Menyesap kopi dan makan mi sambil bercengkerama dengan kawan, cara terbaik untuk menikmati malam di sini. Foto oleh Zyrki Marfandi

Kala itu, saya menempuh 17 km jalan darat ke timur Kota Banda Aceh. Di Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, ada sebuah Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok yang dibangun di atas bukit. Populer dengan sebutan Kampung Jacky Chan.

Bentuk gerbang masuknya seperti China Town kebanyakan. Kuning warnanya. Saya terus mendaki hingga tiba di Blok F. Mengambil tempat di samping kedai kopi satu-satunya di situ, Om Di Coffee. Kedai kecil sederhana namun menjadi sumber pelepas lapar dan haus bagi pengunjung kemari.

Dari samping kedai Om Di, ada semacam balkon kecil untuk menikmati keindahan luar biasa dari ketinggian sekitar 500 dmpl. Terlihat, perumahan baratap biru dan hijau tua di dekat, tanah lapang dan tumbuhan, lautan di kanan, dan perkotaan Banda Aceh jauh di sana.

Saya menyukai saat-saat matahari akan tenggelam di sini. Langit pelan-pelan berubah. Biru, gelap, menjadi jingga. Azan berkumandang. Seketika lampu menyala dari semua bangunan, bagai kunang-kunang. Mendongak, bulan dikelilingi gemintang. Sungguh, kegelapan yang penuh warna.

 

3. Puncak Cot Ba’ Geutom, skyline kala senja

banda aceh dari ketinggian

Duduk dan diam, pandangilah keindahan senja dari Cot Ba’ Geutom. Foto oleh Makmur Dimila

Pulau Weh pun menyediakan spot menarik untuk melihat Banda Aceh dari sudut berbeda.

Saya mengendarai motor dari Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, menuju selatan Pulau Weh. Pantai Anoi Itam, Benteng Jepang, lewat. Masuk jalan menanjak di tengah hutan. Hingga terlihat Teluk Balohan yang diapit pegunungan. Sementara di bawah, jalan meliuk-liuk bagai sirkuit balapan membentang.

Di salah satu sudut, dibuat tempat khusus menikmati panorama itu, tempat pengunjung berfoto ria. Saat menjelang senja, mereka pulang dan saya bersama seorang teman tetap di atas ini.

“Bukit yang tempat kita berdiri ini kalau orang bilang, Cot Ba’ Geutom,” sebut teman saya yang putra asli Sabang. Dia sendiri belum tahu kenapa sejarah namanya seperti itu.

Kami menikmati laju perahu yang pulang ke Balohan dari samudera lepas. Tampak pula skyline Kota Banda Aceh di seberang sana, sekitar 18 mil laut, dengan segaris putih yang diwarnai bangunan-bangunan menyalakan lampu. Tak lama, langit menjadi ungu dan jingga.

Bagi kamu yang ingin ke Cot Ba’ Geutom, menempuhnya dari Pelabuhan Balohan akan lebih dekat.

 

4. Puncak Rabo dan Pantai Nipah Pulo Nasi, garis kota di seberang laut

banda aceh dari ketinggian

Mandi pun dapat dilakukan di Pantai Nipah. Foto oleh Ampon El David

Sebelumnya, saya sempat berlayar ke barat daya Pulau Weh. Di sana ada dua pulau yang masuk dalam Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Pulo Breueh paling luar dan Pulo Nasi yang terdekat.

Saya dapat melihat Pulau Nasi saat bertolak ke sana dari Dermaga Ulee Lheue, Banda Aceh. Sebaliknya, ibu kota provinsi ini tampak seperti sebaris kotak-kotak berjejer di tepi laut, bila dilihat dari dua spot di Pulo Nasi.

Pertama di Tikungan Puncak Rabo, sebuah jalan menanjak berletter S. Jaraknya sekirar 2 km dari Dermaga Lamteng, pintu masuk utama Pulo Nasi.

Di satu titik tertinggi, sekitar 300 mdpl, panorama memanjakan mata. Segaris ke bawah adalah lautan biru kehitaman, sebelah ke atas ialah langit Kota Banda Aceh.

Spot selanjutnya, Pantai Nipah. Pantai ini berada tak jauh setelah menuruni Puncak Rabo. Masuk ke hutan di kiri jalan, terbentanglah pantai berpasir putih dan airnya yang bening toska.

Pantai Nipah tepat menghadap timur. Banda Aceh ada di depan sana. “Kalau malam, indah sekali terlihat kerlap-kerlip lampu Kota Banda Aceh dari pantai ini,” ujar kawan saya yang pernah menghabiskan malam di Pantai Nipah.

Kamu bisa menumpangi kapal motor di Dermaga Ulee Lheu, dekat Masjid Baiturrahim Ulee Lheu, jika ingin ke Pulo Nasi. Cuma satu jam perjalanan bila cuaca bagus.

 

5. Cot Goh Leumo, kehidupan kota dari puncak impian

banda aceh dari ketinggian

Akhiri petualangan di puncak ini dan rasakan sensai di hadapanmu. Foto oleh Rahmad Andika/Lensiana

Sedikit ekstrim. Namun keindahan dari Puncak Cot Goh Leumo memberikan balasan yang sepadan atas kelelahan mendaki gunung beberapa jam. Dari puncak gunung yang berbentuk seperti punuk sapi bila dilihat dari kejauhan ini, Kota Banda Aceh diapit laut dan pegunungan.

Dari beberapa pengalaman kawan saya, kamu harus menunggu gumpalan awan hilang untuk melihat Kota Banda Aceh di pagi hari. Tapi malam adalah momen paling dinanti-nantikan para pendaki. Lebih-lebih di malam pergantian tahun.

Cot Goh Leumo berada di ketinggian sekira 800 mdpl. Ia dapat melalui Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Hanya 15 menit berkendara dari Pusat Kota Banda Aceh.[]

Dapatkan ulasan menarik tentang dan tulisan Lain dari Makmur Dimila

Tags:

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar