24 Jam Wisata Sejarah Kepulauan Seribu

Foto dari indonesiatourism

Bagi warga Jakarta, Kepulauan Seribu bukanlah hal asing di telinga. Kepulauan Seribu tidak hanya memiliki pulau-pulau dengan pantai berpasir putih maupun spot snorkeling yang indah, namun beberapa pulau memiliki cerita sendiri sebagai bagian dari sejarah kota Jakarta. Hanya memiliki waktu sehari tetapi ingin menginjakkan kaki di beberapa pulau sekaligus? Coba lirik pulau-pulau bersejarah ini:

 

Pulau Onrust

Pulau ini sudah direklamasi sehingga tak memiliki pantai lagi. Ia adalah salah satu saksi sejarah penjajahan Belanda di Jakarta. Nama Onrust berasal dari Bahasa Belanda yang artinya tidak pernah beristirahat atau dalam Bahasa Inggris ‘unrest’.

Sejak zaman Belanda Onrust difungsikan sebagai pelabuhan, sebelum Tanjung Priok. Dan sampe tahun 1911 pulau ini dijadikan Barak Haji untuk orang Indonesia yang akan berangkat dan setelah pulang haji. Jadi ternyata gelar haji yang suka digunakan orang-orang Indonesia itu awalnya dari orang Belanda yang mengapresiasi mereka yang sudah menunaikan ibadah haji. Jadi setelah pulang dari Mekah, mereka tidak langsung dipulangkan ke daerah asal masing-masing, mereka diperiksa dulu apakah setelah dari Mekah mereka mendapat pengaruh tertentu dan berbahaya bagi Belanda atau tidak. Kalau mereka tidak berbahaya mereka dapat gelar haji itu dan sebaliknya, kalau mereka berbahaya bagi Belanda mereka akan dihukum mati.

Di Pulau Onrust terdapat Museum Arkeologi yang berisi peninggalan-peninggalan jaman Belanda. Selain itu, dikabarkan kalau di Onrust ini ada makam petinggi DI/TII, Kartosoewiryo, berita ini masih rumor karena bentuk fisik makamnya belum ditemukan. Selain berisi peninggalan sejarah, Onrust punya cerita yang cukup menarik. Jadi di Onrust selain dikabarkan ada makam Kartosoewiryo, ada makam perempuan Belanda yang bernama Maria. Makam Maria ada di bagian belakang pulau dan berada pas di bawah pohon besar. Maria dikabarkan meninggal karena sakit pes. Menurut cerita yang beredar, sosok Maria masih suka menampakkan diri pada malam tertentu.

 

Pulau Cipir

Tak jauh dari Pulau Onrust, bahkan terlihat jelas, terdapat pulau bersejarah lainnya yaitu Pulau Cipir. Hanya butuh  waktu sekitar 5 menit, kamu sudah dapat mencapai pulau ini. Pulau Cipir dulunya merupakan Rumah Sakit Haji dan sampai sekarang masih ada puing-puing bangunannya.

Pulau ini tidak terlalu besar dan memiliki pantai karena tidak semua bagian pulau direklamasi seperti Pulau Onrust. Di pulau ini juga terdapat warung dan beberapa saung-saung yang bisa kalian gunakan untuk beristirahat dan menikmati semilir angin laut.

 

Pulau Kelor

Tak jauh dari Pulau Cipir, kamu juga bisa melihat Pulau Kelor atau dulunya dikenal dengan nama Pulau Kherkof. Di tengah Pulau Kelor terdapat Benteng Martello, benteng pertahanan yang dibangun Belanda di abad 17 untung menghadapi bangsa Portugis. Meski sudah tidak dalam keadaan utuh lagi, namun benteng berwarna merah itu tetap menarik. Bahkan, di dalam benteng ini salah satu pasangan selebritis pernah melangsungkan akad nikah.

Pulau Kelor tidak terlalu besar jika dibandingkan dua pulau sebelumnya tetapi pantai yang dimiliki pulau ini paling lebar dibanding kedua pulau lainnya. Di pulau ini juga terdapat makam Kapal Tujuh dan awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak Belanda yang akhirnya gugur di tangan Belanda.

***

Kamu bisa menyewa kapal untuk menyeberang dari Muara Kamal sebesar Rp 500.000-Rp 600.000,- yang bisa memuat sekitar 20 orang dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. Selain dari Kamal, kamu juga bisa menyeberang melalui dermaga Marina Ancol. Selain itu, kalian juga bisa ikut open trip yang sudah mulai menjamur yang diadakan hampir setiap minggunya.

 

Dapatkan ulasan menarik tentang dan tulisan Lain dari Khairunnisa Siregar

Tags:

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar