6 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mendaki Gunung Raung

Gunung Raung memiliki karakteristik unik. Perhatikan hal ini jika Kamu berencana untuk melakukan pendakian di sana.

Fransiska Dina Kristanti • December 2, 2016

Raung, jika pendaki gunung mendengar namanya, pasti langsung terbayang, bagaimana akses jalur dan kondisinya karena notabene untuk akses dan pendakian di gunung ini cukup sulit.

gunung raung

Pemandangan yang sulit terlupa seumur hidup. Foto dok. pribadi penulis

Gunung Raung merupakan gunung berapi aktif yang berada dalam jajaran Pegunungan Ijen dan merupakan puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut. Gunung dengan tinggi 3.344 mdpl ini mempunyai kaldera di puncaknya berbentuk lingkaran. Kaldera Raung merupakan kaldera kering terbesar di Pulau Jawa dan kaldera terbesar kedua setelah Gunung Tambora.

Jika Kamu berencana mendaki Gunung Raung, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelumnya, ini dia:

Mental

Sebelum melakukan pendakian, kalian juga harus tahu tentang kondisi serta karakteristik gunung tersebut. Banyak-banyaklah membaca review ataupun cerita pendakian tentang gunung yang akan didaki. Siapkan mental yang cukup matang untuk mendaki Gunung Raung. Mental yang kuat akan terbentuk saat semua hal sudah dipersiapkan.

 

Siapkan fisikmu, lebih dari biasanya

Sama seperti mendaki gunung pada umumnya, dalam hal ini, fisik yang kuat diperlukan. Jalur yang jalur panjang dan membutuhkan waktu lebih dari 2 hari untuk bisa mencapai puncak dan kembali ke rumah, jalur yang terjal dan panjang membuat sebagian pendaki lebih memilih 4 hari perjalanan agar bisa menghemat tenaga untuk kembali pulang. Waktu tempuh setiap pendaki untuk sampai di camp 7 bervariasi, ada yang bisa 8 jam atau bahkan 1 hari!

 

Pentingnya mengurus perizinan

Mengurus perizinan di sini sangat mudah, asalkan dalam hal ini semua peralatan pendakianmu sudah lengkap. Untuk urusan administrasi dalam pendakian bisa dilakukan di basecamp Bu Suto yang terletak di Desa Wonorejo, desa terakhir yang berada di kawasan kaki Gunung Raung via Kalibaru.

 

Alat-alat pendakian yang lengkap

Pendakian di Gunung Raung cukup berbeda dengan gunung lainnya, tak hanya alat camping saja yang kalian perlukan di sini, tapi juga peralatan panjat dan sejenisnya. Karena jalur yang cukup ekstrim untuk bisa sampai di Puncak Sejati, Kamu butuh skill mencukupi di sini. Disarankan untuk para pemula bisa menggunakan jasa guide atau membawa leader yang berpengalaman, jangan sampai  naik tanpa alat lengkap dan leader yang mumpuni.

Beberapa alat yang bisa kalian siapkan adalah alat camping standar, logistik selama kurang lebih untuk 4 hari, air mineral kurang lebih 6L per orang, alat panjat meliputi: tali karmantel, figure8, webbing, carabiner screw, caraniber snap, tali pusrik.

 

Pemilihan jalur

Setiap gunung mempunyai karakteristik yang berbeda. Raung memiliki jalur pendakian yang sangat istimewa kalau menurut saya. Bagaimana tidak, awal pendakian kita sudah disuguhi dengan jalur tanjakan yang sedikit melelahkan karena panjang tak berujung. Ditambah lagi dengan jalur tanah yang sedikit licin. Jangan berkecil hati nanti kalian juga akan disuguhkan jalur tebing yang amat menawan. Memang sudah menjadi ciri khas Raung, jalur summit attacknya membuat bulu kuduk para pendaki sedikit merinding disko.

Dari Puncak Bendera kita bisa lihat bagaimana kokohnya tebing itu berada di depan mata, menyuguhkan kesempurnaan Tuhan.

Pertanyaan yang kerap muncul adalah “kita lewat mana”, karena di depan mata yang ada hanya nya jalur bertebing, memang begitulah keunikan jalur ini. Harus cerdik dan jeli.

Ketersedian sumber air

Mungkin tak jauh berbeda dengan gunung lain, sulit untuk menemukan sumber air karena memang jalur jalan setapak yang sangat tipis dan cukup jauh jika ingin mengambil air di sumber air. Lebih disarankan para pendaki untuk membawa air langsung dari pos atau basecamp, sekitar 5-6 L air mungkin lebih tepatnya para pendaki bisa menyiapkan untuk setiap bekal per-seorangan-nya.

***

Jangan pernah samakan semua gunung, mereka memiliki ciri khas tersendiri. Biasakanlah untuk lebih mengenal karakter mereka sebelum melakukan pendakian. Jangan pernah sombong, pada dasarnya gunung bukan untuk ditaklukkan!