Ingin Liburan Sambil Bekerja di Australia? Gunakan Work & Holiday Visa Indonesia!

Echi • March 7, 2016

 

whv

Foto diambil dari sini.

Selama ini saya hanya mengenal dua jenis visa untuk bisa mengunjungi Australia. Work Visa atau Visa untuk bekerja yang diperuntukan bagi para pekerja professional dan Tourist Visa atau visa yang hanya digunakan untuk berlibur tanpa boleh bekerja. Ternyata, kita bisa berlibur sekaligus bekerja di Australia dengan menggunakan Work and Holiday Visa (Subclass 462) dan Working Holiday Visa (Subclass 417). Keuntungan memiliki visa jenis ini adalah kita bisa berlibur sambil bekerja tanpa khawatir kantong jebol.

Lalu, apa perbedaan Subclass 462 dan Subclass 417? Berikut adalah perbedaan kedua jenis visa tersebut:

1.Work and Holiday Visa (Subclass 462)

Negara yang memperoleh Work and Holiday Visa (Subclass 462) diperuntukan bagi negara tertentu seperti Indonesia, India, Bangladesh, Argentina, Chile, USA, Thailand, Malaysia. Untuk daftar negara-negara lain yang memperoleh visa jenis ini bisa dilihat di sini.

Batas waktu maksimal yang diberikan pemerintah Australia kepada pemegang WHV Subclass 462 tidak boleh lebih dari satu tahun sejak kedatangan. Kita hanya diberikan batas waktu maksimal enam bulan jika bekerja pada suatu perusahaan dengan catatan bukan sebagai karyawan tetap. Dan hanya empat bulan bagi kita yang memanfaatkan WHV untuk mengikuti kursus di Australia.

2. Working Holiday Visa (Subclass 417)

Sedangkan Working Holiday Visa (Sub Class 417) diberikan kepada negara-negara seperti Perancis, Jerman, Jepang, Korea dan bisa diperpanjang hingga tahun berikutnya (total dua tahun). Jika pemegang visa bekerja di specified work atau pekerjaan yang telah ditentukan oleh Departemen Imigrasi . Untuk daftar negara pemegang WHV Subclass 417 lengkap bisa dilihat di sini.

Syarat untuk mendapatkannya:

Syarat yang diberikan disetiap negara untuk mendaftar WHV pun berbeda-beda. Di Indonesia, persyaratan utama untuk mendapatkan visa jenis ini adalah dengan memperoleh Government Support Letter atau Surat Rekomendasi Pemerintah Republik Indonesia (SPRI). Untuk Surat Rekomendasi Pemerintah Republik Indonesia bisa diunduh di sini.

Setelah mendapatkan SRPI kita bisa mengumpulkan berkas dokumen lainnya dan diajukan ke Kedutaan Australia yang diwakili oleh AVAC Indonesia (Australia Visa Application Center Indonesia). Walaupun cukup sulit untuk mendapatkan SRPI namun surat tersebut bukan menjadi jaminan visa kamu akan diterima melainkan hanya berupa persyaratan saja. Setelah memperoleh SRPI kamu harus melengkapi persyaratan yang diberikan oleh pemerintah Australia seperti berikut ini:

  1. Berusia antara 18 – 30 tahun (termasuk berusia 18 dan 30) pada saat mengajukan permohonan visa;
  2. Mengajukan permohonan di negeri asal (Indonesia atau Australia);
  3. Untuk Warga Negara Indonesia, memiliki tingkat kemahiran berbahasa Inggris atau untuk warga negara Australia memiliki tingkat kemahiran berbahasa Indonesia, yang sekurang-kurangnya tingkat fungsional dalam tes bahasa;
  4. Tidak memiliki anak-anak dibawah umur yang akan pergi dengan pemohon (anak-anak dibawah umur tidak diperbolehkan untuk disertakan sebagai anggota keluarga dalam permohonan visa orang tuanya);
  5. Belum pernah mengikuti program Bekerja dan Berlibur (Work & Holiday) sebelumnya;
  6. Memiliki dana yang layak untuk membiayai keperluan pribadi selama tiga bulan pertama – kurang lebih sebesar AU$5000;
  7. Berbadan sehat dan berkelakuan baik; dan
  8. Menyertakan surat dari badan pemerintah yang relevan yang menyatakan bahwa pemohon telah memenuhi semua persyaratan (SRPI – Surat Rekomendasi Pemerintah RI)
  9. Work-and-Holiday-Visa

Berikut daftar persyaratan dokumen yang harus dilampirkan dengan aplikasi visamu:

  • Formulir aplikasi (Formulir 1208). Harap dilengkapi dengan tanda tangan;
  • Biaya aplikasi visa Rp 3.770.000 (ditambah biaya AVAC/kurir Rp 180.000);
  • Paspor yang masih berlaku paling tidak 12 bulan dan semua paspor lama yang pernah dipegang;
  • 1 lembar foto ukuran foto paspor yang terbaru;
  • Surat dari pemerintah yang memberi dukungan (biasa disebut dengan SRPI atau Surat Rekomendasi Pemerintah RI);
  • Bukti bahwa kalian mempunyai keuangan yang cukup untuk memberikan dukungan untuk kalian – biasanya paling tidak AUD $5000 untuk memberikan dukungan awal dari liburan kalian. Jumlah ini bervariasi tergantung dari apakah kalian bisa menunjukkan tiket pesawat pulang pergi, lama tinggal dan tujuan dari keberangkatan kalian. Bukti yang dapat kalian lampirkan adalah rekening koran yang sudah di legalisir;
  • Bukti bahwa kalian mempunyai kualifikasi ketiga atau kalian sudah menyelesaikan paling tidak dua tahun dari pendidikan universitas kalian;
  • Bukti kalian mempunyai bahasa Inggris yang baik yang dinilai dari test bahasa Inggris dan setidaknya kalian harus mendapatkan nilai “fungsionil”. Salah satu bukti yang bisa digunakan adalah nilai IELTS di atas 4.5 atau skor TOEFL di atas 133 (computer-based) atau skor TOEFL di atas 450 (paper-based). Kedua tes harus dilakukan dalam waktu paling lama 2 tahun sebelum mengajukan aplikasi; dan
  • Melakukan tes rontgen di salah satu panel radiologist. Mereka akan mengirimkan hasilnya langsung ke bagian Imigrasi.

Jumlah kuota yang diberikan:

Untuk mendapatkan Work and Holiday Visa cukup susah. Karena kuota yang diberikan pemerintah Australia kepada warga Indonesia hanya 1000 per tahun, jadi kita harus bersaing dengan peserta yang lain. Selain itu, kita hanya diberikan kesempatan memiliki visa ini sekali seumur hidup.

Lalu, Kerja Dimana?

Tidak perlu khawatir, karena pemerintah Australia telah bekerja sama dengan monster.com dan harvesttrail.org.au untuk menyediakan pekerjaan bagi mereka pemegang Working Holiday Visa.

Gimana? Tertarik untuk memiliki visa jenis ini? Selamat berjuang mendapatkannya!


Sering bingung mencari ide menulis? Simak bagaimana cara Windy Ariestanty mencari ide kreatif



Tinggalkan Komentar



Artikel Terkait