7 Kebiasaan Khas Para Generasi Millennial Traveler

Kamu para millenial traveler pasti tahu rasanya!

SHARE :

Ditulis Oleh: Wike Sulistiarmi

Generasi millennial traveler adalah generasi traveler terbesar di masa ini, di mana mereka lahir setelah periode tahun 1980

Kayang di Pantai Klayar. Foto oleh rgagastya

Jika mendengar istilah ‘millennial traveler’, rasanya sudah tidak asing lagi di telinga. Pada generasi kelahiran setelah periode tahun 1980 ini memang unik, karena mereka lahir di era ‘melek teknologi’.

Di balik keunikannya, para generasi millennial ternyata memiliki kebiasaan-kebiasaan yang menjadi ciri khas. Kamu, generasi millennial, tentu merasakan 7 kebiasaan ini ketika traveling.

Para millennial traveler lebih percaya teman ketimbang agen perjalanan

Meskipun saat ini banyak agen perjalanan yang bisa diakses melalui aplikasi di smartphone. Namun, para millennial traveler selalu mempercayakan rencana perjalanan ke teman mereka, selebihnya dari ulasan/ rekomendasi dari blog, website atau media sosial.

Saya sebagai generasi millennial traveler sendiri memutuskan untuk SKSD (sok kenal sok dekat) dengan beberapa teman lama untuk menemukan penginapan terbaik dan termurah. Bahkan, setelah bertanya, kadang saya mendapatkan tempat menginap gratis.

“Karena teman adalah modal utama untuk jalan-jalan,”

Generasi ‘millennial traveler’ selalu memanfaatkan gadget untuk perjalanan

Lahir di tahun setelah 80’an identik dengan teknologi yang serba maju. Di mana makan, tidur, dan jalan-jalan bisa dilakukan hanya dengan menyentuh layar smartphone. Kebiasaan ini membuat para millinneal traveler terbiasa hidup dengan kemajuan teknologi.

Teknologi ini memberikan kemudahan bagi traveler untuk merencanakan perjalanan, mulai dari memesan tiket pesawat, memesan hotel dan masih banyak lagi yang lainnya.

Generasi millenial traveler lebih banyak memanfaatkan waktu luang dengan traveling ketimbang generasi lainnya

Dengan kemajuan teknologi masa kini, semua hal yang tidak mungkin menjadi hal yang mungkin dilakukan. Hal ini membuat para generasi masa kini menjadi generasi dengan hobi traveling yang lebih intens dibandingkan dengan generasi-generasi lainnya.

Generasi millenial traveler akan berkorban demi merasakan pengalaman yang belum pernah mereka rasakan

Para millenial traveler identik dengan segala hal yang nekat dan berani. Kebebasan berpendapat dan beraksi yang tercipta setelah terciptanya sistem demokrasi juga menyumbang sifat-sifat nekat para traveler yang lahir pasca tahun 80’an.

Dengan kenekatan ini, para travelerpun selalu melakukan berbagai cara untuk bisa mewujudkan impian jalan-jalan. Bahkan, beberapa traveler sengaja meninggalkan pekerjaan untuk bisa keliling Indonesia.

Kadang terlalu bergantung dengan aplikasi smartphone

Aplikasi smartphone bagaikan menu makanan yang membuat lapar. Aplikasi-aplikasi inipun sedikit banyak merubah perilaku traveler ketika jalan-jalan.

Mulai dari Maps, aplikasi booking tiket, hingga perencana perjalanan seperti Google Trips.

Generasi millennial traveler lebih suka menonton video dan foto daripada membaca ulasan sebuah destinasi wisata

Terbiasa dengan dunia digital, membuat para millineal traveler menjadi generasi dengan minat baca yang rendah. Para millenial traveler akan lebih suka menikmati beberapa ulasan destinasi wisata atau hotel melalui video dan gambar. Selain lebih entertaining, hal ini membuat para generasi millenial traveler lebih percaya dan ingin datang ke sana.

Generasi millenial traveler tidak bisa jauh dengan kamera

Kamera adalah barang yang paling identik dengan para generasi millenial traveler. Bukan hanya untuk selfie dan gaya-gaya an saja. Tetapi, sebagian generasi ini memiliki kreativitas untuk membuat  video dan foto perjalanan yang bagus. Bahkan tim Phinemo sebagai tim yang lahir di generasi millenial pun banyak membagikan video perjalanan yang inspiratif di YouTube.

***

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU