4 Pasar Ekstrim di Dunia yang Disebut Sebagai Awal Mula Covid-19

Pasar Seafood Huanan di Wuhan diduga menjadi awal mula penyebaran virus corona. Pasar ini bukanlah satu-satunya pasar ekstrim di dunia.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Hampir seluruh dunia saat ini tengah berjuang mati-matian melawan satu musuh bersama, yaitu virus corona (Covid-19). Organisme mikroskopik ini telah menginfeksi jutaan manusia di bumi dan menyebabkan ratusan ribu diantaranya meninggal dunia. Covid-19 merupakan jenis virus zoonosis yang menular dari hewan ke manusia. Para ahli percaya, penyebaran Covid-19 bermula dari kebiasaan masyarakat Wuhan di China yang gemar makan daging ekstrim, mulai dari kelelawar, ular, serigala, hingga merak.

Pasar Seafood Huanan di Wuhan diduga menjadi awal mula penyebaran virus corona. Pasar ini bukanlah satu-satunya pasar ekstrim di dunia, masih terdapat beberapa pasar ekstrim lainnya. Salah satunya bahkan ada di Indonesia. Berikut ini ulasan diantaranya.

1. Pasar Beriman Tomohon, Indonesia

Berbagai hewan yang dijual di Pasar Beriman Tomohon (Instagram/vsamperuru).

Pasar Beriman Tomohon berada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Pasar ini sangat fenomenal dan menjadi tujuan semua wisatawan yang berkunjung ke Minahasa. Sejak ratusan tahun lalu, Pasar Beriman Tomohon menjual berbagai daging ekstrim yaitu kelelawar, ular, anjing, monyet, dan tikus sawah. Masyarakat Minahasa memang sudah terbiasa mengkonsumsi berbagai daging ekstrim tersebut turun-temurun. Konon kebiasaan ini bahkan sudah ada sebelum kedatangan Agama Kristen dan Islam.

Setelah wabah Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, Pemerintah Kota Tomohon telah mengeluarkan larangan kegiatan jual-beli daging kelelawar dan ular di Pasar Beriman Tomohon hingga waktu yang belum ditentukan. Meskipun sudah dilarang, namun penjualan daging kelelawar dan ular masih saja ramai. Masyarakat mengaku tidak khawatir selama pengolahan dilakukan dengan benar. Daging-daging ekstrem harus melewati proses perebusan dua hingga tiga kali sebelum bisa diolah menggunakan bumbu.

2. Pasar Seafood Huanan, China

Seorang penjual daging katak tampak menyembelih dagangannya tanpa memperhatikan aspek kebersihan (bangkokpost.com).

Pasar Seafood Huanan berada di pusat Kota Wuhan yang menjadi salah satu kota besar di China dengan luas hingga 50.000 meter persegi. Pasar ini dipercaya sebagai tempat awal penyebaran pandemi Covid-19. Dihimpun dari berbagai sumber, pasar ini menjual sekitar 100 jenis hewan dan diantaranya yaitu rubah, anak anjing, buaya, salamander, serigala, ular, tikus, kelelawar, merak, koala, dan landak. Setelah merebaknya Covid-19, otoritas pemerintah China sempat menutup pasar ini meskipun dikabarkan buka kembali setelah status lockdown dicabut.

3. Exotic Meat Market

Tikus menjadi salah satu daging eksotis yang dijual di situs ini (vice.com).

Berbeda dengan pasar daging ekstrim lainnya, Exotic Meat Market adalah pasar online. Dilihat dari laman exoticmeatmarket.com, beberapa jenis daging yang dijual di pasar ini adalah bison, kanguru, buaya, iguana, trenggiling, dan masih banyak lagi lainnya. Pihak Exotic Meat Market menegaskan, kelestarian alam tetap dijaga meskipun mereka menjual daging-daging hewan liar yang masuk kategori langka. Satu potong daging bison seberat 2 pon atau 0.9 kg di pasar ini dijual dengan harga US$ 29.99 atau sekitar Rp 411.000.

4. Pasar La Paz, Bolivia

Berbagai daging dan barang aneh yang dijual untuk kepentingan sihir (liputan6.com).

Pasar La Paz menjual berbagai barang-barang aneh dan daging ekstrim, penggunaannya tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk keperluan sihir. Terdengar sedikit ganjil, namun tetap banyak pembeli yang datang untuk mencari benda berkhasiat sihir, seperti mempermudah jodoh hingga mengirimkan ilmu hitam ke seseorang yang tidak disukai. Salah satu yang paling menarik adalah janin Ilama, konon dapat memberikan manfaat berupa keberuntungan dan kemakmuran jika diletakkan di ruang bawah tanah rumah dengan cara dilempar.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU