10 Padang Rumput Ala Afrika yang Bisa Anda Temukan di Jawa

Berlarian di padang rumput atau alih-alih melakukan piknik, tempat ini sangat cocok. Tidak perlu jauh-jauh hinga ke Afrika karena di Indonesia pun ada.

Umu Umaedah • September 11, 2015

1.Padang rumput Cihideung, New Zealand-nya Bandung

savana

Foto dari Ely Pratiwi

Orang-orang menyebut tempat ini sebagai New Zealand-nya Bandung. Hamparan rumput di lahan kosong ini berada di kawasan Cihideung Lembang. Rumput-rumput liar yang tidak terurus namun membuat tempat ini semakin indah. Di sini juga terdapat peternakan kuda.

Jalan menuju tempat yang indah memang harus ditempuh dengan perjuangan. Begitu pun untuk sampai ke padang rumput Cihideung ini. Batu kerikil kecil menjadi rintangan yang harus dilewati. Namun, perjuangan tersebut akan terbayar lunas bahkan Anda menerima laba yang jauh lebih besar. Saat cuaca sedang baik, sengatan matahari akan membuat kulit Anda tidak nyaman, namun berada di tempat sejuk dengan udara sepoi-sepoi dan suhu dingin serta penorama ini, akan membuat otak Anda bisa berpikir jernih.

2. Dilintasi sungai kecil, pemandangan padang rumput Cikasur Argopuro semakin apik

savana

Foto dari Abintaraisme

Padang savana Cikasur menjadi salah satu tempat favorit para pendaki Gunung Argopuro. Savana yang membentang indah dengan sungai mengalir di sisinya membuat lokasi ini menjadi tujuan ke dua setelah puncak. Jika beruntung, Anda akan melihat macan kumbang, merak, ataupun ayam hutan. Rumputnya hijau bak kasur yang melambai-lambai membuat mata mengantuk.

Sungai kecil yang ada di savana Cikasur ditumbuhi oleh selada air. Jika Anda membutuhkan makanan survival, tanaman ini bisa menjadi penolong untuk Anda bertahan di sini.

3. Lautan bunga ungu menjadi pemandangan luar biasa di padang rumput Semeru

savana

Foto dari Tepihorizon

Ora-ora Ombo, itulah sebutan untuk padang savana dengan luas 100 hektar  yang terletak di Gunung Semeru. Di bagian sisi, pohon pinus tumbuh subur di kawasan savana ini sehingga membuat gunung dengan ketinggian 3.676 mdpl ini terlihat seperti dataran tinggi di Eropa. Terlebih ketika musim penghujan, keindahan akan terpancar menggugah penikmatnya. Ora-ora Ombo akan menampakkan wujud aslinya yang mampu menangkan pikiran.

Di padang savana ini, Anda juga akan disuguhi bunga berwarna ungu hampir seperti bunga Lavender. Namanya bunga Verbena Brasiliensis Vel. Pemandangan ini membentuk lanskap indah yang mirip taman bunga di negara Eropa terutama Belanda dan Perancis.

4. Lukisan alam yang luas di padang rumput Bromo

Bromo, tidak hanya sebatas cerita tentang lautan pasir berbisik, ratusan tangga yang siap membakar semangat pendaki, tentang kawahnya yang mengagumkan, atau tetang tradis suku tengger, suku masyrakat di Gunung Bromo. Lihat hamparan rumput yang luas membentang ini. seperti lukisan dengan ukuran sangat lebar.

Saat musim kemarau, rumput ini begitu eksotik dengan warna hijau kecokelatan, namun saat musim penghujam, berteriaklah dengan keras. Rumput hijau terlihat oasis padang rumput yang terlihat seperti kasur dengan permukaan lembut dan siap membuat Anda terlelap dengan sangat nyaman.

5. Sisa-sisa pembakaran di padang sabana tegal panjang Papandayan

savana papandayan

Foto dari Astacala

Melintasi sabana tegal panjang di Gunung Guntur mengingatkan pada keindahan savana Ora-ora Ombo di Gunung Semeru, terlalu indah. Sabana yang dikelilingi oleh pohon-pohon tinggi. Pada musim kemarau, Anda bisa menemukan abu sisa-sia pembakaran dibeberapa titik. Ini bukan sisa-sisa dari kebakaran. Namun ini adalah abu hasil pembakaran rumput yang memang sengaja dibakar oleh warga untuk mencegah terjadinya kebakaran karena rumputnya yang meninggi.

6. Padang sabana Merbabu berlatar gagahnya Gunung Merapi

savana-merbabu

Savana Merbabu

Padang sabana di Merbabu tidak seluas padang sabana di Gunung Semeru. Namun, padang savana di Gunung Merbabu memiliki pemandangan lain, yaitu dengan berlatar gagahnya Gunung Merapi yang sempat meletus beberapa tahun lalu.

Merbabu memiliki 2 titik sabana. Sabana terluas ada di lahan sebelum menuju puncak. Rasanya seperti di dunia antah berantah, hanya ilalang dan rumput dengan pemandangan lanskap.

7. Padang rumput teletubies di Gunung Prau

savana-gunung-prau

Foto dari bertemanangin

Melihat gundukan-gundukan tanah berumput hijau dengan pohon yang tumbuh mengingatkan pada sebuah acara televisi sewaktu kecil dulu, ialah teletubies. Empat boneka berwarna-warni yang hidup di bukit. Seperti inilah pemandangan yang akan Anda lihat ketika dari Puncak Prau, Jawa Tengah. Dengan matahari yang hanya terlihat sejengkal menambah kemiripan bukit ini.

 

8. Padang rumput Gunung Guntur Jawa Barat

gunung-guntur

Foto dari Setapak Kecil

Di lereng puncak Gunung Guntur terlihat panas. Hanya hamparan savana menjadi pemandangan yang akan Anda lihat. Hanya beberapa pohon pinus yang tumbuh, itu pun saling berjauhan. Lereng Gunung Guntur berbeda dengan lereng-lereng di gunung lain, mengerucut. Ini menjadi ciri khas dari gunung di tanah Garut. Lereng yang terbentuk akibat letusan dahsyat ratusan tahun yang lalu. Dari puncak Gunung Guntur, Kota Garut seperti mangkuk raksasa yang dikelilingi oleh gunung-gunung.

Malam hari, Anda bisa melihat ribuan kunang-kunang menerangi sabana luas ini.

9. Taman Nasional Baluran, Afrikanya Indonesia

baluran jawa timur

Foto oleh Febian Nurrahman

Memiliki luas 25.000 ha, Taman Nasional Baluran menjadi Afrikanya Indonesia. Ada beberapa satwa yang bisa Anda temukan di padang savana terluas di Jawa ini. Berada di Taman Nasional Baluran benar-benar akan membuat Anda lupa bahwa ini sedang ada di Indonesia. Pada musim hujan, savana ini  terlihat segar dan menyejukan mata. Saat kemarau tiba, rerumputan akan meranggas kering menguning. Sangat mirip dengan film-film yang mengambil latar belakang tanah Afrika. Memiliki koleksi fauna kucing, rusa, kucing bakung, macan tutul dan ahkan terdapat 234 jenis burung serta 444 jenis tumbuhan.

10. Memantau satwa yang sedang merumput di Taman Nasional Alas Purwo

alas purwo

Foto oleh Desy Lestari

Selain Taman Nasional Baluran yang tercipta secara alami, Banyuwangi juga memiliki satu Taman Nasional lain yaitu Alas Purwo yang terbentuk secara semi alami. Inilah padang savana yang terbentuk karena kerusakan hutan. Anda bisa melihat hewan-hewan yang sedang merumput tersebut dari pos pemantauan satwa berlantai 3. Dari atas pos, Anda bisa lebih leluasa memantau hewan-hewan tersebut tanpa mengganggu mereka.