Sidebar

Wisata di Songgon yang Harus Dikunjungi Saat Liburan ke Banyuwangi

Libur panjang Natal nanti, jalan-jalan ke spot wisata di Songgon Banyuwangi saja. Gunung Ijen, Baluran, dan Pulau Pantai Merah pasti sudah penuh sesak.

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Trekking ke Gunung Ijen, menyusuri padang savana Baluran, atau berjalan-jalan di garis pantai Pulau Merah? Tak bisa dipungkiri, ketiga destinasi tersebut memang tak bisa dihilangkan dari image pariwisata Banyuwangi. Tapi, bukan berarti Banyuwangi hanya itu-itu saja dan “kehabisan stok” destinasi wisata alam yang epik. Setahun belakangan ini, wisata di Songgon Banyuwangi mulai menyeruak ke permukaan, tak mau kalah dari destinasi ikonik Banyuwangi lainnya. 

Baca juga: Selain Gunung Ijen, inilah surga-surga dunia di Banyuwangi yang harus dikunjungi saat liburan ke sana.

Songgon merupakan salah satu kecamatan di Banyuwangi yang berada di dataran tinggi, tepatnya di lereng Gunung Raung. dibutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Banyuwangi menuju kecamatan Songgon. Namun, perjalanan yang panjang akan terbayarkan dengan panorama lanskapnya yang hijau menyejukkan mata. 

Letak geografis Songgon yang berada di daerah pegunungan ini lah yang kemudian memilki banyak potensi wisata alam yang indah. Di sana, banyak dijumpai perkebunan-perkebunan, air terjun, wisata hutan, dan adventure. Kira-kira, apa saja hal yang bisa dilakukan di Songgon, Banyuwangi? Berikut ulasan dari kami;

1. Berfoto di antara pohon-pohon pinus di Hutan Pinus Songgon

Cantik ya… topinya. Foto dari instagram @songgonhitsbanyuwangi

Hutan Pinus Songgon resmi dibuka untuk umum sekitar setahun lalu, tepatnya pada Oktober 2016. Hutan Pinus Songgon menawarkan berbagai kegiatan seperti berfoto di spot-spot fotogenik, melihat pemandangan di sekitar hutan pinus dari ketinggian rumah pohon, camping ceria, dan berkuda. 

Saat akhir pekan, wisata Hutan Pinus Songgon selalu ramai wisatawan. Tua, muda, anak-anak, dan dewasa berkumpul di antara hutan pinus yang rampak. Wisata hutan pinus Songgon menjadi alternatif tempat liburan yang murah meriah untuk habiskan akhir pekan.

Setiap pengunjung hanya dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 5.000. Sedangkan untuk mencoba wahana lainnya seperti berkuda, hammocking, atau pun camping dikenakan biaya tambahan lagi.  

Oiya, ada lagi yang unik dari Hutan Pinus Songgon ini. Setiap hari Minggu, wisata pinus Songgon ini digunakan sebagai tempat belajar bahasa Inggris. Anak-anak yang datang ke sana tak cuma berwisata, namun ada juga yang mengikuti kelas bahasa Inggris. Pembelajaran bahasa Inggris ini berada di bawah naungan Perhutani KPH Banyuwangi Barat bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Ayu. 

Lokasi: Desa Sumber Buluh, Kecamatan Songgon 

2. Menguji nyali dengan bermain rafting di Sungai Badheng

Jalan-jalan, tertawa, dan bahagia. Begitulah seharusnya hidup harus dijalani. Foto dari sini

Wisata di Songgon tidak hanya hutan pinus saja. Mengarungi derasnya aliran sungai Badheng, Songgon bisa menjadi alternatif kegiatan menantang selama liburan di Banyuwangi. Karo Adventure menjadi salah satu tour operator rafting yang bisa memberikan pengalaman seru. 

Sungai Badheng Songgon termasuk dalam kategori sungai yang aman untuk diarungi. Sungai ini memiliki karakter bertebing, berkelok-kelok, dan berbatu dengan pemandangan hutan pinus, Gunung Raung dari kejauhan, dan persawahan di kiri kanan sungai. Selain itu, jalur rafting Sungai Badheng memiliki dua titik sumber air terjun. Jika beruntung, keeksotisan lanskap alam akan terlihat sempurna dengan kemunculan satwa  liar seperti kera dan burung-burung liar.

Total, butuh waktu selama dua jam untuk menyelesaikan jalur rafting ini dengan 25 jeram. Tak hanya rafting, Karo Adventure pun menyediakan paket kegiatan wisata lainnya seperti memanah dan motor trail. 

Lokasi : Koesno Redjo, Desa Sumber Bulu, Songgon. 

Baca juga: Rumah pohon bikinan bule di Banyawangi ini harus dikunjungi, tapi latihan bahasa Inggris dulu sebelum ke sini

3. Mengunjungi Telaga Rowo Bayu, saksi bisu pertempuran rakyat Blambangan melawan penjajahan

Keheningan malam telaga Rowo Bayu saat Festival Rowo Bayu dilangsungkan. Foto dari sini

Rowo Bayu adalah sebuah telaga dengan air berwarna hijau di tengah hutan pinus seluas delapan hektar di lereng Gunung Raung. Rawa tempat bertemunya tiga mata air yakni Sendang Keputren, Sendang Wigangga, dan Sendang Kamulyan ini berada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Selain ketiga sumber air tersebut, air Rawa Bayu juga berasan dari lapisan batu-batu yang berada di sekitarnya.

Suasananya Rowo Bayu begitu hening, khas hutan tropis yang dihuni aneka satwa. Candi bernama “Puncak Agung Macan Putih” menjadikan suasana Rowo Bayu makin mistis. 

Berkunjung ke Rowo Bayu akan memberikan dua pengalaman berbeda di satu tempat yang sama. Pertama, berwisata alam menikmati keindahan dan kesejukan alam sekitar Rowo Bayu. Kedua, menelusuri jejak sejarah perlawanan rakyat Blambangan melawan penjajah. Di tempat yang sejuk ini lah lokasi terjadinya pertumpahan darah antara rakyat Blambangan dengan kolonial Belanda.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Rowo Bayu adalah pada Desember ini. Pada tanggal 1-4 Desember 2017 lalu, Festival Rowo Bayu diselenggarakan untuk mengigat perjuangan rakyat Banyuwangi. Berbagai macam kegiatan yang dilangsungkan dalam festival ini diantaranya Kirab Pusaka Blambangan dan Napak Tilas para pahlawan Perang Puputan Bayu.

Lokasi: Dusun Sambung Rejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi

4. Berendam dan merasakan dinginnya air di Air Terjun Temcor

Berendam di telaga air terjun Tercom pun asik juga. Foto dari sini

Songgon memang tidak memiliki pantai indah seperti Pantai Pulau Merah, tapi Songgon memang surganya wisata alam dengan panorama dan lanskap yang cantik. Selain ketiga wisata alam yang disebutkan di atas, terdapat air terjun yang memukau hati. Air terjun Temcor, namanya. 

Air Terjun Temcor terlihat dari drone. Indahnya … Foto dari instagram @fotosintesis

Temcor yang diambil dari bahasa Madura, Temor Cora, diartikan sebagai timur jurang. Lokasi air terjun ini memang berada di di sebelah timur jurang dan di kelilingi ladang persawahan warga. Trekking menuju lokasi air terjun cukup menguras tenaga dan kesabaran. Tapi, pemandangan di sepanjang perjalanan akan membayar lunas pengorbanan yang dikeluarkan. Ladang persawahan milik warga sekitar jadi peneman perjalanan. Sayangnya, petunjuk arah menuju lokasi air terjun masih minim. Selain mengandalkan google maps, gunakan penduduk sekitar untuk bertanya lokasi air terjun Temcor. 

Lokasi: Dusun Sumber Arum, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi 

5. Nikmati pengalaman bermalam di tengah dinginnya udara Banyuwangi di Villa Bejong 

Spot favorit. Foto dari instagram @songgonhitsbanyuwangi

Destinasi di Songgon selanjutnya adalah villa Bejong. Villa ini sebenarnya bukan tempat wisata. Seperti villa pada umumnya, Villa Bejong digunakan untuk bermalam para tamu. Namun, karena banyak orang yang membagikan foto villa Bejong di instagram, akhirnya Villa Bejong dibuka untuk umum. Setiap pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 5.000. 

Berfoto dan menikmati kesejukan udara Sragi menjadi kegiatan utama yang bisa dilakukan di Villa Bejong ini. Spot foto paling favorit, berada di mushola villa. Arsitektur villa yang vintage dengan hamparan hijaunya perkebunan di sekitar villa menjadi latar belakang foto yang apik. 

Namun, jika ingin merasakan pengalaman bermalam di villa ini, pengunjung bisa menyewanya dengan hara 450 per malam. Villa ini menawarkan pengalaman bermalam di tengah perkebunan Bejong yang sejuk dan hijau. Fasilitas yang diberikan pun standart di antaranya 2 bed, water heater, guide, free wifi, dan makan untuk dua orang. Harga per malamnya sebesar sebesar Rp450.000 per malamnya. 

Lokasi: Desa Sragi, Songgon, untuk reservasi bisa hubungi 082336600277.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Pantai Kedung Tumpang, Pesisir Indah Tulungagung dengan Kolam Alami

Kampung Lumbung Hotel, Akomodasi Unik Ramah Backpacker di Malang

Ubud Hotel & Cottages Malang, Akomodasi Murah Ala Alam Tropis Bali

Jadwal Pembukaan Pendakian Gunung di Indonesia di Masa New Normal

Suku Osing di Banyuwangi, Kenapa Berbeda dengan Suku Jawa Lainnya?

Suku Osing di Banyuwangi, Suku Bangsa Asli dari Ujung Timur Pulau Jawa

FALLBACK
The END