facebook pixel

Setidaknya 1 dari 11 Hal Ini Pasti Pernah Kamu Alami Saat Naik Bus Ekonomi

Backpacking menggunakan bus ekonomi memang murah, ekonomis, dan seru! Nah, dari 11 hal ini, mana yang pernah kamu alami?


Ketika kita memutuskan untuk backpacking dengan budget yang minimalis, mau tidak mau kita harus memilih akomodasi traveling berbujet miring. Daripada menginap di hotel, lebih baik bermalam di hostel. Daripada harus naik bus eksekutif, lebih hemat jika menggunakan bus ekonomi.

Memilih traveling menggunakan bus ekonomi berarti harus siap dengan segala ketidaknyamanannya. Bau solar yang menyengat, bau ketek orang yang campur aduk, dan jumlah penumpang yang over kuota memaksa para penumpang berdiri berdesak-desakan. Selain itu, ada beberapa jenis penumpang bus ekonomi yang membuat kita nggak nyaman saat berada di dalamnya, seperti;

1. Duduk di sebelah orang yang suka tidur nyender

bus ekonomi

Udah tidurnya nyender, mangap lagi! Foto berasal dari sini

Tidak semua orang bisa dapat tempat duduk saat naik bus ekonomi. Saya pernah mengalami, sudah capek-capek turun Gunung Semeru, eh masih harus berjuang naik bus ekonomi dalam keadaan berdiri.

Beruntung jika kita bisa dapat tempat duduk saat di dalam bus ekonomi. Namun, keberuntungan tiba-tiba sirna saat penumpang sebelah kita suka tidur nyender di bahu orang lain. Sialnya, ketika coba membangunkannya, tidak merespon malah melanjutkan tidur lagi.

Saya : “Mbak.. mbak bangun, saya capek diginiin terus. Saya juga butuh bahu buat bersandar mbak “

Si embak: “jangan tinggalin saya bang“

2. Ketemu orang yang telepon pakai loudspeaker

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Penderitaan belum berakhir. Sekarang giliran mereka yang suka telepon dengan suara lantang mulai mengganggu ketenangan batin. Udah gitu, pakai loudspeaker lagi!

Suara wanita dari loudspeaker telepon: “Sapimu apa kabar mas? Kamu pergi sama istrimu ya?”

Mas-mas : “Sapi di rumah aman, enggak kok, mas naik bus sendirian, istri mas di rumah, nggak ikut“

Anyway, kenapa saya jadi nguping pembicaraan mereka ya?

3. Ketemu orang yang main game dengan suara keras

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Paling nggak nyaman jika harus jalan-jalan bertepatan dengan musim liburan anak sekolah. Bus mulai ramai diisi anak bocah. Suasana di dalam bus ekonomi mendadak berubah menjadi playground. Ada yang nangis-nangis minta turun dari bus. Ada juga jerit-jerit kegirangan main game dari henpon mereka. Agak mengesalkan karena mereka ini main game dengan sound dan musik game mode on.

4. Saat nggak sengaja duduk mas-mas berbadan besar yang duduknya ngangkang, kamu hanya bisa tabah

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Tipe orang ngeselin lainnya adalah mas-mas berbadan besar yang duduknya ngangkang. Nah, mas-mas seperti ini nih yang suka makan tempat, ngabisin jatah tempat duduk. Yang seharusnya satu bangku muat untuk 3 orang, eh akhirnya cuma muat untuk berdua setengah.

Kapan ya, Indonesia punya sleeper bus seperti bus lintas negara Vietnam – Laos atau Vietnam Kamboja? Sleeper bus bisa menjadi solusi untuk traveling antar pulau dan antar propinsi. Lebih nyaman dan aman.

5. Pengamen yang (kadang) maksa minta duit

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Jangan takut travelingmu membosankan ketika kamu harus naik bus ekonomi. Jika ingin perjalananmu lebih berwarna dan banyak cerita, bus ekonomi sudah menjadi pilihan yang sangat tepat. Banyak hiburan yang akan menyelingi perjalanan panjangmu.

Pengamen menjadi salah satu hiburan murah di dalam bus ekonomi. Mereka punya lagu-lagu dengan lirik unik. Saya rasa koin-koin pecahan rupiah pantas diberikan sebagai imbalan. Sayangnya, ada beberapa oknum pengamen yang meminta uang dengan memaksa.

Jika kamu seorang solo traveling perempuan, hati-hatilah dengan pengaman yang suka maksa ini. Selalu persiapkan uang receh. Berikan kepada mereka berapapun nominalnya.

6. Ditanyain sama mas-mas yang suka kepo

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Berpergian seorang diri memang membutuhkan teman ngobrol saat di dalam bus. Hal itu akan menghindarkan kita dari kebosanan. Sayangnya, tidak semua teman yang kita temui di perjalanan asyik buat di ajak berbincang.

Salah satu cirinya, mereka terlalu banyak tanya. Mulai dari kuliah di mana, asal dari mana, hobinya apa, yang ujung-ujungnya nanya no.hape. Ingat ya, jangan sembarangan memberikan nomor hp saat traveling. Jika kamu merasa nggak nyaman dengan mas-mas ini, sebaiknya iyain saja semua pertanyaan biar cepat kelar.

 

7. Mereka yang bau ketek

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Namanya juga bus ekonomi. Semua hal tumplek blek jadi satu di dalam bus. Ada yang dalam perjalanan kerja. Ada yang sedang menuju daerah destinasi wisata, ada juga yang dalam perjalanan ke pasar.

Jangan heran jika bus ekonomi itu mempunyai bau khas. Apalagi saat panas, keringat bercampur aduk dengan bakteri. Sudah pasti bau menyengat kemana-mana. Sebaiknya, pakailah masker. Kamu akan terlindung dari bau-bau tak sedap.

8. Si perokok tak tahu diri

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Tipe orang yang harus dihindari saat traveling adalah mereka si perokok. Jangan memilih bangku bersebelahan atau berdekatan dengan si perokok.

Orang yang suka merokok ini cenderung tak tahu diri. Sesuka hati mereka merokok di dalam bus. Melarang mereka pun tidak berguna, karena di dalam bus ekonomi tidak ada larangan untuk merokok.

9. Mbak-mbak penggerutu yang suka ‘drama’

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Selanjutnya ada mbak-mbak penggerutu yang suka drama. Mungkin susah bagi kita buat bedain mana mbak -mbak penggerutu yang drama ini. Tapi, kalau kamu sudah duduk di sebelahnya, kamu harus siap-siap menyumpal telinga dengan earphone!

Biasanya, perempuan penggerutu ini merupakan tipe orang yang terbiasa jalan-jalan dengan fasilitas eksekutif. Ketika harus naik bus ekonomi, dia kaget. Makanya, sepanjang perjalanan dia hanya mengeluh.

Misalnya “Kapan sampainya, lama amat busnya, duh kenapa banyak pengamen sih, duh lengket, duh .. ”

Tips: Pakai earphone, putar playlist favorit kamu.

10. Ketemu orang jahat

bus ekonomi

Foto berasal dari sini

Jangan sampai satu bus denganmantan. Apalagi si mantan lagi traveling bareng pacar barunya. Lebih baik pura-pura mati saja.

 

banner experience