Sidebar

Kumpulan Tradisi Sambut Ramadhan Bagi Warga Kampung Muslim Bali

Meski minoritas, muslim Bali tetap heboh menyambut ramadhan!

SHARE :

Ditulis Oleh: Rizqi Y

Ramadhan di Bali, salah satu bukti nyata bahwa Indonesia hidup di antara toleransi yang tinggi. 

Meski mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, tapi banyak juga yang menganut agama Islam. Uniknya hal ini nggak menjadikan masyarakat Bali berselisih, tapi justru membuat mereka makin beragam dan damai. Dalam penyambutan hari besar agama pun mereka tampak saling menghargai dan menghormati.

Nggak terkecuali waktu bulan Ramadhan datang, masyarakat muslim Bali juga menyambutnya dengan meriah tanpa ada gangguan. Tradisi-tradisi unik dilakukan bahkan kadang warga Hindu pun ikut membantu. Wah keren ya, coba deh kita intip tradisi apa yang biasanya ada di Bali.

Megibung, tradisi unik warga Bali menjelang ramadhan dengan duduk bersama dan berbagi makanan

Duduk dan makan bersama dalam tradisi Megibung. Sumber foto

Megibung merupakan tradisi turun-temurun di Bali yang masih terjaga hingga sekarang. Tradisi ini dilakukan dengan cara duduk dan makan bersama sambil berdiskusi. Keluarga, orang terdekat, sanak family,  teman, dan seluruh warga muslim di Bali datang berkumpul dan membaur.

Bisa dibilang, tradisi Megibung ini merupakan ajang silaturahmi sebelum masuk ke bulan suci ramadhan. 

Sebagai peneman diskusi, biasanya dalam satu wadah besar terdapat ayam bakar, sate lilit khas Bali, ikan asin, nasi putih, sambal terasi, lengkap dengan sayur, tahu, dan tempenya. Setiap wadah akan dimakan bersama oleh 4 sampai 7 orang. Rame banget deh pokoknya.

Kalau Kamu ingin merasakan serunya tradisi ini bareng warga Bali, Kamu bisa datang ke Kampung Islam Kepaon di hari 10, 20, dan 30 hari puasa. Dijamin nggak nyesel!

Adat “ngejot”, tradisi ramadhan warga Desa Pegayaman Buleleng saat menjelang idul fitri

Hantaran makanan untuk saudara muslim dan non muslim di Bali. Sumber foto

Ngejot” adalah salah satu tradisi ramadhan warga Desa Pegayaman Buleleng yang dilakukan saat menjelang idul fitri. Biasanya tradisi dilakukan dengan cara membawa hantaran makanan ke rumah saudara atau kerabat, untuk bersilaturahmi. Sebetulnya budaya ini diadopsi dari budaya Bali, hampir sama juga dengan tradisi Megibung. 

Uniknya gais, tradisi ini nggak cuma dilakukan warga Desa Pegayaman. Tapi juga dilakukan hampir di seluruh wilayah Bali. Tujuannya adalah untuk menjaga silaturahmi antar umat beragama. Jadi kalau di Kota Denpasar, tradisi ini dilakukan oleh umat muslim kepada tetangga atau kerabat non-Muslim. Mereka yang muslim mengantar makanan ke rumah tetangga atau kerabat yang non muslim.

Sebaliknya, pada hari-hari besar Hindu, umat Hindu-lah yang membawakan hantaran kepada tetangga atau kerabat Muslim. Duh, kalau adem ayem gini kan enak ya gais. 

Pegayaman juga punya tradisi unik selama ramadhan, lebih unik karena yang melakoni tradisi ini adalah anak-anak

Tradisi unik di Pegayaman, Nyenggol. Sumber foto

Namanya tradisi Nyenggol, semacam pasar malam tapi khusus untuk anak-anak. Tradisi ini sudah lama dilakoni masyarakat Pegayaman. Saat adzan maghrib berkumandang dan anak-anak sudah berbuka, mereka akan langsung berlari menuju pinggiran jalan untuk menjajakan barang jualan mereka. Ada yang jual jajanan, cemilan atau buah-buahan. 

Semua pembeli dan penjualnya adalah anak-anak, jadi harganya pun sangat terjangkau. Mereka biasanya saling bergantian membeli barang dagangan milik temannya. Tradisi ini berlangsung hanya sebentar setiap malam selama ramadhan. Saat adzan isya’ terdengar, anak-anak Desa Pegayaman pun pulang untuk melakukan shalat tarawih. 

Pasti lucu banget ya gais, kalau di daerahmu tradisi apa yang menurutmu unik?

Tabuh rebana di Desa Air Kuning Jembrana, salah satu kampung muslim di Bali

Tabuh rebana ini cuma ada selama bulan ramadhan lho! Sumber foto

Bali dikenal dengan corak irama musik yang berbeda dari kawasan lain di Indonesia. Nah, di salah satu kampung muslin Bali yaitu di Desa Air Kuning Bali ada sebuah tradisi saat menjelang ramadhan berhubungan dengan musik khas Bali. 

Desa Air Kuning sering memainkan tabuh rebana yang dimainkan dengan teknik khusus oleh warga setempat. Biasanya tabuh rebana ini juga diiringi dengan lirik berbahasa Arab dan bahasa Melayu. Suara musik dari rebana dengan irama khas Bali akan bikin puasamu lebih damai kalau datang ke kampung muslim ini.

Tradisi “nyekar” khas Jawa ternyata juga dilakukan oleh warga Kampung Jawa di Bali lho

Tradisi nyekar ternyata juga ada di Bali. Sumber foto

Tradisi “nyekar” memang lebih populer di masyarakat muslim Jawa. Tapi ternyata tradisi semacam ini juga dilakukan oleh warga Desa Wanasari atau masyarakat setempat menyebutnya dengan Kampung Jawa. 

Di salah satu tempat pemakaman umum muslim Desa Wanasari jalan Maruti Denpasar ini, banyak pedagang bunga yang menjual aneka bunga dan juga air mawar. Warga muslim di Kampung Jawa ini biasanya melakukan tradisi “nyekar” sebelum ramadhan, misalnya H-3 ramadhan. 

***

Tradisi ramadhan di Bali ini menggambarkan sebuah kehidupan beragama yang toleran. Meski warga muslim di Bali sangat minoritas, tapi mereka tetap bisa merayakan ramadhan lewat berbagai tradisi dengan penuh suka cita tanpa ada gangguan. Nah, Kamu bisa coba jalan-jalan ke Bali saat bulan ramadhan, khususnya ke kampung-kampung muslim di sana. 

Kalau Kamu berkesempatan buat ke Bali bulan ramadhan ini, Kamu pengen ngajak siapa? Share dan mention temen Kamu yok biar dia juga tahu Bali pun punya tradisi budaya muslim. 

Baca juga:

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Masjid Nasir Al-Mulk, Warna-Warni Elok Masjid Kuno di Daratan Persia

Kota Ray di Iran, Kampung Halaman Para Imuwan Muslim Dunia

4 Masjid Paling Suci di Dunia Bagi Umat Islam, Sudah Ada Sejak Era Nabi!

7 Museum Sejarah Islam Terbesar dan Termegah di Dunia

7 Tempat yang Diazab Allah Karena Ingkar dan Menyembah Berhala

Masjid di Korea Utara Cuma Satu, Destinasi Wisata Tidak Ramah Muslim!

FALLBACK
The END