Tok Panjang, Tradisi Makan Saat Imlek di Semarang

Tradisi Tok Panjang adalah tradisi wajib saat Imlek di Semarang. Makna yang mendalam membuat tradisi ini terus dilestarikan.

SHARE :

Ditulis Oleh: Wike Sulistiarmi

Indonesia memiliki beragam tradisi unik saat menikmati makanan. Konon tradisi itu mengandung beragam makna yang menyimbolkan akan sesuatu, misalnya tradisi Makan Bajamba di Minangkabau yang menyimbolkan kesetaraan dan kebersamaan atau tradisi Tok Panjang di Semarang yang baru-baru ini menjadi simbolis pembukaan perayaan Imlek di Semarang.

Baca juga: Makna Tradisi Makan Bajamba bagi Masyarakat Minangkabau

Tok Panjang menjadi simbol kebersamaan beragam etnis

Tok panjang adalah simbol kesetaraan dan kebersamaan. Sumber foto

Tok Panjang sendiri berasal dari kata ‘Tok’ yang artinya meja. Seperti arti sebenarnya, Tok Panjang merupakan tradisi makan di meja panjang yang diikuti oleh banyak orang untuk memeriahkan Imlek, baik etnis Tionghoa maupun etnis Jawa, Arab dan yang lainnya yang menjadi ciri khs dari keragaman Semarang.

Makna tradisi ini sendiri memang cukup romantis karena menjadi simbol kebersamaan dalam keberagaman Semarang. Tujuannya agar masyarakatnya saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Semua orang dapat mengikuti helatan ini dan duduk di kursi yang telah disediakan di samping meja panjang.

Chinese food dan jajanan tradisional jadi menu spesial Tok Panjang

Salad tahun baru china. Foto oleh tjahjonorahardjo

Spesial, menu di atas meja pajang ini sangat menggugah karena selain menyajikan kuliner khas Tiongkok dengan cita rasa gurih asin di atas meja juga disajikan berbagai kuliner tradisional khas Semarang.

Menu spesial Tok Panjang di Pasar Semawis Semarang tahun 2018. Foto oleh ignatius__aris

Menu yang disajikan berupa Yu Zheng (salad tahun baru China), Dimsum (Pao Taosa and Hakau Udang), nasi goreng jamblang, ayam goreng kebahagiaan, sop keberuntungan, dan kue pandan keju.  Menu-menu yang dipilih sendiri mengandung filosofi tersendiri bagi etnis Peranakan.

Baca juga: Imlek di Singkawang, dari Tradisi Makan Mi Panjang Umur Hingga Pawai Tatung

Meja Tok Panjang mencapai 200 meter

Tok Panjang di Peranakan Museum Penang. Foto oleh wyn_photos

Sebenarnya, tradisi makan di meja panjang bukan hanya ada dan dilakukan di Semarang, tapi di daerah lain juga ada. Bahkan di Singapura ada beberapa resto yang memiliki tema tradisi makan ini. Bukan hanya itu saja, di Malaysia bahkan ada Museum yang memamerkan tradisi ini.

Cukup berbeda dengan tradisi Tok Panjang di luar negeri, meja yang digunakan dalam kemeriahan perayaan Imlek di Pecinan Semarang ini jauh lebih panjang. Setidaknya, meja yang digunakan dalam perayaan Imlek di Semarang mencapai 200 meter.

Meja tersebut bertengger di sepanjang ruas Jalan Wotgandul Timur hingga Jalan Gang Pinggir, Pecinan Semarang.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU