Hal-hal Ini Perlu Diketahui Mereka yang Ingin Menekuni Hobi Pendakian

Penting untuk menjadi pendaki berwawasan. Tak ada yang salah menjadi pemula, yang salah adalah jika tak mau mencari tahu.

Ditulis Oleh Ade Setiawan

hobi pendakian

Baru mulai menekuni hobi pendakian? Harus rajin ngobrol dengan para senior agar wawasan bertambah. Sumber foto

Kamu sedang mencoba menekuni hobi mendaki gunung tapi masih belum percaya diri berbincang dengan senior pendaki karena takut nggak paham dengan istilah yang diucapkan mereka? Kami coba kenalkan, beberapa istilah pendakian yang mungkin belum pernah Kamu tahu sebelumnya. Setidaknya dengan belajar istilah-istilah ini, obrolanmu bisa lebih nyambung: 

1. Survival

Berasal dari kata survive yang berarti bertahan hidup dalam kondisi yang tidak menentu. Cara mengucapkan kata survival yaitu [sǝrvaivǝl ]. Huruf ǝ dibaca e pada kata [pendaki].

2. Survivor

Sedangkan survivor berarti orang yang bertahan hidup. Pasti Kamu sering dengar istilah survivor ketika terdengar berita hilangnya seorang pendaki, kan?

3. Ekspedisi

Suatu perjalanan perorangan maupun kelompok untuk mengeksplorasi, bertualang, atau dalam program studi ilmiah

4. Nesting

Berasal dari kata Bahasa Inggris “nest” yang berarti sangkar, namun nesting dalam pendakian diartikan sebagai panci untuk memasak.

5. Triple S

Istilah yang biasa digunakan para pendaki Jawa Tengah. Triple S digunakan untuk menyebut 3 gunung besar di Jawa Tengah yang berawalan huruf S, Sindoro, Sumbing, dan Slamet.

6. Opsi

Operasi bersih-bersih gunung.

7. Gaiter

Pelindung sepatu dan kaki yang digunakan ketika dilapangan (outdoor) yang berfungsi untuk menjaga sepatu dari masuknya kerikil, batu, debu, lumpur termasuk melindungi angkel. Karena pengucapannya yang cukup sulit, orang lebih mudah menyebutnya dengan “geter”. Pengucapan yang benar adalah [geitǝr:]

8. Harness

Pengikat tubuh dari pita webbing yang berfungsi untuk menyelamatkan pemanjat tebing yang jatuh dari kemungkinan cedera parah.

9. Webbing

Pita dari nilon dengan ukuran lebar bervariasi yang kekuatannya menyamai tali untuk memanjat tebing, hanya tidak mempunyai daya lentur.

10. Crampon

Dibaca [Krampen] huruf e di akhir kata berbunyi [e] pada kata [pendaki], yang berarti kerangka logam dengan tajaman yang ditempelkan ditelapak sepatu untuk mendaki gunung es.

11. Tik – tok/ Tek-teko

Pendakian yang dilakukan dalam waktu sekali jalan. Berangkat dari basecamp menuju puncak atau pos tujuan lalu kembali lagi tanpa bermalam. Biasanya hanya dilakukan di gunung-gunung yang memiliki rentang waktu tidak begitu panjang. Misalnya, Gunung Prau, Gunung Andong, Gunung Papandayan, Gunung Merapi, dan lainnya.

12. Rock

Istilah kata rock akan sering kamu dengar saat mendaki gunung berbatu. Rock di sini berarti “batu”. Jadi ketika ada pendaki yang berteriak “Rock! Rock!”, sebaiknya kamu menghindar mencari posisi aman. Karena istilah rock digunakan untuk menandakan adanya batu yang meluncur dari atas.

13. Keril

Sudah tidak asing pastinya dengan istilah ini. Keril dikenal pendaki sebagai ransel gunung. Tapi, tahukah Kamu kalau keril berasal dari kata “carrier” yang berarti alat pembawa? Cara pengucapan carrier yang benar adalah [kariǝr]. Mungkin karena pengucapannya yang susah, kita lebih suka menyebut carrier dengan keril.

***

Setelah percaya diri berbincang dengan pendaki senior, cobalah mulai gali ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka. Tak ada yang salah menjadi pemula, yang salah adalah jika tak mau mencari tahu. Selamat mencoba!

Dapatkan ulasan menarik lainnya tentang BROMO, tulisan lain Ade Setiawan

Gabung dengan Phinemo Community, kumpulkan poin dengan membagikan pengalaman jalan-jalan kamu dan tukarkan dengan reward dari Phinemo Partner. Gabung Sekarang ->
Next Post